
Alwi dan nafik turun untuk makan malam setelah sang kakak memanggil. alwi jalan di belakang sang istri. di luar masih penuh tamu dan kerabat karena baru di adakan acara syukuran walimah
"lia ajak alwi makan dulu...." pinta alim.
"iya kak...." nafik setuju.
alim menuju ruang keluarga. sedang alwi dan nafik menuju ruang makan. masih banyak lauk di lengkap di meja. alwi sudah duduk rapi dan nafik siap mengambilkan nasi.
"habib mau seberapa?" setelah adu argumen nafik memutuskan pangil habibi.(kekasihku)
"penuhya.... kita makan berdua" ajak alwi sambil mwnyungingkan senyum.
"baik lah...." nafik mengisi piring dengan semangat. piring di isi penuh lalu lauk beberapa macam.
"sudah ayo duduk. .. apa mau di pangku?" goda alwi. nafik bersemu merah dan masih mencoba menetralkan perasaanu.
"apa sih bib...." alwi tertawa kecil melihat respon dia tau sang istri malu.
alwi menyendokkan nasi dan menyodorkan ke mulut istrinya. nafik malu malu membuka mulutnya. rasanya seperti terbang melayang sampai kayangan. beginikah rasanya di suapi orang tercinta. nafik ganti menyap makanan ke mulut suaminya.
nafik sering lihat ayah bunda makan dari piring bersama gelas yang sama. jadi beginikah indahnya. mereka menikmati sambil senyum.
" oh... gitu ya.... mesra terus. tak tau yang masih jomblo tersiksa." alim tiba tiba muncul.
"kakak apaan sih.....? tiba ngagetin gitu" protes sangadik.
"nih ayah bunda telpon. di bilang hp kamu tak bisa di hubungi" alim memberikan hpnya.
"oh.... hp aku mati.... baru tadi aku cas." nafik menerima dan bicara voic coll dengan ayah bunda
"assalamualaikum ayah bunda" sapa nafik ramah manja.
__ADS_1
"waalaikum salam nak...putriku yang cantik. Bagaimana seneng?" sapa bunda dan ayah.
"iya....." nafik agak malu menjawabnya.
" lihat.... bun dia malu" canda ayah di sebelah bunda.
"nak sekarang kamu sudah menjadi milik nak alwi tangung jawab ayah terhadapmu kepada ALLAH. telah usai sekarang kamu tangung jawab suamimu. jaga prilaku kini kamu bukan sekedar istri tapi menjadi menantu ipar ponakan cucu dari keluarga suamimu. kau punya tempat baru jadi bawa diri baik baik ya nak." pesan ayah
"iya ayah......" nafik terharu
"jaga baik nama suamimu. siapkan semua kebutuhanya kurangi egomu.... jadilah hiasan surga untuknya. jangan membuat nya marah jagan menolaknya itu akan mendekatkan mu ke api neraka" pesan bunda tak terasa bulir bening itu meluncur ada kelegaan di sana. tidak ada marah benci apa lagi gondok dari ke dua orang tuanya.
"kan sudah di bilang jangan nangis lagi" alwi menggapus pipi nafik yang mulai basah.
"maaf...ini bukan tangis ... tapi kelegaan" senyum menghiaasi bibir nafik.
ayah bunda melihat perlakuan manis menantunya sangat senang dan bangga melihat putrinya tak salah pilih.
"iya...yai...nyai...." alwi agak gugup
" pangil ayah bunda saja nak" pinta bunda dengan senyum ramah.
"iya .ayah...bunda..." memang selama ini alwi menangil yai dan nyai selama kenal alim dan nginap di sana.
" nak kami percayakan putri kami. kamu lah suami pilihanya.... jangan sakiti hatinya dengan perbuatan dan prilaku burukmu jangan main tangan karena aku tak pernah melakukan itu.... semoga kalian bahagia. jangan pikirkan omongan orang lain....kami akan mengurusnya." pesan ayah pada menantunya
"iya ayah....Inshaalloh. "alwi tegas
"nak alwi yang sabar ya pada aulia... dia masih muda. masih kekanakan... egonya besar.masih suka ambekan tapi jangan coba mengalah terus atau dia akan besar kepala kamu harus sabar...." pesan sang bunda.
"ya bunda inshaalloh" jawab alwi yahkin.
__ADS_1
"kok yang bunda bicarakan jelek semua sih....." nafik agak sewot dengar pesan bunda untuk alwi.
"tukan baru di bilang....jangan ambekkan..... kalo bunda bilang yang bagus nak alwi sudah tau kamu makanya mau nikahin kamu. tapi kan buruknya belom...." kontan alwi dan alim tertawa mendengar ucapan umi di sebrang sana.
"ah... bunda baru juga beberapa jam udah di bikin malu...." nafik menunduk menyembunyikan mukanya.
"maaf...maaf.... tuan putri yang cantik pintar manja solekha" mandengar rayuan orangtuanya nafik tertawa.
"kami akan segera balik untuk urus pernikahan kalian" kata ayah.
"benar...." nafik semangat.
"iya tak akan lama.... sudah tak sabar mau lihat mantu" bunda sedikit ganjen.
"assalamualaikum" sapa ayah bunda.
"waalaikum salam" jawab 3 al. alwi alim dan aulia.
pembicaraan di telepon terputus alwi dan nafik melanjutkan makan Malam lagi di temani kakak mereka yang tidak kalah bahagia melihat senyum indah terukir di bibir ke 2 adiknya.
♡♥♡♥♡♥♡♥♡♥♡♥♡♥♡♥♡
♥
♡
♥
♡
♥
__ADS_1