
Delima masih berada di butiknya sore ini, dia memang sengaja karena suaminya telah mengirimkannya pesan untuk menunggunya dan pulang bareng
Jangan khawatirkan tentang baby Z, walaupun mereka seharian dengan pengasuhnya, bukan berarti mereka tidak mendapatkan Asi dari sang Mams nya.
Delima tetap berencana memberikan Asi hingga baby Z berumur 2 tahun. Dan sejak melahirkan ,Delima sengaja memompa Asinya san ditaruh di dalam botol kemudian dimasukkannya ke dalam frezer.
Delima masih melamun dan memandangi jalanan dari balik jendela kacanya itu. Setelah video call dangan si Mbok Mbok dirumah dan melihat keceriaan baby Z, hati Delima sedikit terobati
Entah mengapa secara berbarengan mendadak tiba tiba memutuskan untuk menikah. Bukan, bukan cemburu yang dirasakan oleh Delima, tetapi lebih mengarah ke rasa tidak percaya nya.
"Sayang...."
Tiba tiba tangan kekar sudah melingkar di perut Delima, siapa lagi pelakunya kalau bukan Kenzo.
"Sejak kapan abang disini?"
"Sejak kamu ngelamun" Lalu Kenzo membalikkan badan Delima dan mengecup bibir Delima
Delima menikmati pagutan bibir suaminya dan juga ikut bermain disana,Kenzo memagut bibir Delima dengan lembut, menyalurkan rasa aayang dan cintanya bukan hanya na*su belaka. Dan tanpa sadar tangan Delima sudah melingkar di leher Kenzo membuat Kenzo semakin dalam dan dalam lagi menyumbu istrinya.
Ciuman yang panas itu berganti dengan tangan Kenzo yang sudah menari nari kemana mana, bukan hanya di gunung kembarnya lagi sekarang daerah favoritnya, tetai biji kacang Delima yang berwarna kemerah merahan hingga membuat candu.
Tangan Kenzo menerobos masuk kedalam rok Delima, dan dengan sedikit usaha, Kenzo sudah berhasil menemukan mainan asiknya, dan tanpa lama lama jari tengah Kenzo sudah bermain apik di area sensitif Delima.
"Bang....."
Kenzo melihat istrinya yang sudah men**sah namun malu malu untuk mengeluarkan suara indah itu.
Beruntung semua karyawan Delima sudah pulang, itu berarti di butik cuma ada Kenzo dan juga Delima
__ADS_1
Kenzo menuntun Delima ke sebuah meja yang lumayan nyaman untuk di gunakan ehem ehem. Karena kalau menuju ke kamar atas, Kenzo sudah tidak kuat lagi,si Ono sudah mengeras dan minta segera masuk
"Disini saja ya yank? abang udah gak kuat!" Bisik Kenzo
Kenzo membuka semua baju Delima dan membuangnya sembarangan, begitu juga dengan dirinya yang sudah p*los dari tadi.
Kenzo merebahkan tubuh Delima di meja yang tingginya sangat pas. Lalu merentangkan kaki Delima
"Pemanasan dulu"
Tanpa menunggu lama lama, bibir Kenzo sudah menyambar di area terlarang Delima, menarik lidahnya untuk bermain main di biji kacang Delima. Kenzo me**lat, menarik bahkan juga meng**sap, sampai Delima mengangkat b*kongnya karena merasakan sesuatu yang luar biasa.
Sementara bibir dan lidah Kenzo bekerja, jari tengah Kenzo juga ikut bekerja, mencari lu bang yang membuat Delima meremang seketika
"Bang....Ke..n...zo" suara Delima terbata bata, manakala jari tengah suaminya sudah masuk ke dalam lubang ke**matan itu untuk menggantika si Ono seaaat.
Seperti gerakan Ono, jari tengah itu juga bermain apik disana, dan begitu kompak dengan bibir dan lidah Delima yang sudah menyapu biji kacang dan sekitarnya
Dan tak memakan waktu yang lama
"Ah......uh....." Delima sedikit teriak, karena kali ini suaminya benar benar menambah tenaganya untuk bermain di area bawahnya.
Kenzo tersenyum melihat istrinya yang keenakan, dan tanpa lama lama Kenzo memiringkan tubuh Delima, lalu memasukkan Ono dari arah samping
"Emm....gaya baru yank?" tanya Delima di sela sela suara desahannya.
Kenzo mempercepat tempony, karena sore ini dia ingin bermain dengan gaya yang berbeda
"Abang enak..." Tanpa malu malu bibir Delima berucap seperti itu.
__ADS_1
"Ganti posisi yank"
Kenzo kemudian, menarik Ono dan membalikkan Delima dengan posisi nu**ging
Jleb
Ono berhasil masuk lagi dari belakan dengan posisi Delima yang nu**ging
"Euhhh.....rasanya beda yank, yang ini lebih enak"
Posisi seperti ini sangat menguntungkan untuk Kenzo, Kenzo dengan mudah memainkan gunung kembar dari belakang
"Sayang......" Kenzo meraskan miliknya sudah mulai berkedut langsung menambah kecepatan Ono nya, hingga akhirnya lava pijar sudah menyembur di rahim Delima.
Kenzo masih membenamkan Ono didalam, dengan tangan Kenzo masih memeluk Delima
"Gaya baru, enaka kan yank?"
Delima mengangguk, memang itu yang dirasakannya, sangat enak berbeda dari biasanya
Kenzo pelan pelan menarik si Ono, dan bukan mengecil malahan masih tetap tegak, seakan akan akan si Ono tidak ada pu as pu as nya.
Melihat itu Delima mengangguk, karena tau apa yang didinginkan suaminya.
Kenzo langsung menggendong Delima menuju lantai atas dimana disana terdapat sebuah ruangan dengan satu tempat tidur yang nyaman.
Jleb
Lagi lagi Kenzo memasukkan si Ono tanpa aba aba dan langsung melakukan aksinya.
__ADS_1
Berawal dari ciuman panas dan berkahir dengan adegan panas, hingga Kenzo lupa untuk tujuan apa Kenzo kesini.
Ya untuk menghibur Delima, menghibur dengan cara yang berbeda