Cerita Cinta Kita

Cerita Cinta Kita
Positif


__ADS_3

"Makannya pelan pelan, gak ada yang minta juga"


Delima hanya tersenyum dan meneruskan memakan seblak dengan kuah pedas dan taburan brambang di atasnya.


"Enak banget sayang?? sampe segitunya maemnya!!"


"Banget Bang, mau nyoba??" tawar Delima


Kenzo menggeleng "Enggak, liatinnya aja udah ngeri gitu yank"


"Habis" ucap Delima dengan menyerahkan mangkuk kosong di tangan Kenzo


Kenzo menatap Delima, ada sesuatu yang ingin di tanyakan, dipastikan lebih tepatnya. Tetapi dia ragu untuk mengatakannya.


"Del, abang boleh tanya?"


"Tapi, jangan marah ya!"


Ragu ragu Kenzo mengatakan pada Delima, tetapi dia juga penasaran


"Del, kamu bulan ini sudah dapet?" tanya Kenzo hati hati


Delima menoleh ke arah Kenzo "Maksud abang menstruasi??"


Kenzo mengangguk, lalu memegang tangan Delima, dia takut jika istrinya akan tersinggung, marah atau gimana


"Ini tanggal berapa Bang?"


"Tanggal sepuluh sayang"


Hening


Tidak ada percakapan diantara mereka. Delima turun dari ranjangnya dan mengambil kalender kecil yang memang digunakan untuk menandai tiap bulannya.


Delima melotot, ketika melihat tanggal yang dilingkari bulan lalu sudah lewat


"Apa aku hamil?" gumam Delima


"Alhamdulillah.....aku senang sayang" Kenzo memeluk Delima dari belakang dan mengusap perut rata istrinya


Sedangkan Delima hanya diam saja, dia tidak tau, antar senang dan juga khawatir


Merasa ekspresi istrinya yang biasa saja, Kenzo membalikkan tubuh Delima dan mengecup singkat bibir manis itu.


"Sayang....jangan pikirkan yang aneh aneh!"


Delima masih terdiam, dia mendengarkan ucapan Kenzo tetapi tidak mampu untuk menjawab pertanyaannya.


"Dia anak kita, anak aku dan kamu" ucap Kenzo lagi


Kenzo tau jika istrinya masih memikirkan kejadian satu bulan yang lalu.


"Kamu inget kan, setiap hari kita selalu membuatnya, dia anakkku sayang, anak kita" Kenzo lagi lagi menegaskan dan menyakinkan istrinya.


"Tapi abang juga inget, setelah aku lepas kontrasepsi, dia yang meyentuhku lebih dulu"

__ADS_1


Delima dengan suara pelan mengatakan itu, bukan maksud untuk membuat Kenzo bersedih, dan bukan keinginannya yang berharap kalau anak ini anak Surya, tetapi Delima coba mengatakan yang sebenarnya, sebelum semua terlambat, walaupun itu menyakitkan.


Kenzo menghela nafas, sebenarnya dia juga tau dan ingat tentang itu, tapi rasa sayang dan cinta nnya ke Delima mengalahkan segalanya.


"Sayang, dengerin abang"


"Aku tau apa yang kamu pikirkan, dan aku tau apa yang kamu rasakan"


"Dan jika itu terjadi, dia tetap akan menjadi anakku, nama belakangnya tetap menyandang nama Mahendra, apapun yang terjadi aku tidak akan melepas dia dan juga kamu" Tangan Kenzo mengusap perut rata Delima


"Semua yang ada dirimu adalah milikku, anak yang tumbuh dirahim mu adalah anakku, semua nya yang ada di kamu adalaha untukku, hanya millikku"


"Dan yakinlah, anak ini adalah anak kita, anak aku dan kamu"


"Tapi Bang??"


"Hai....apa kamu masih ragu ma abang??"


Delima menggeleng "Aku tidak ragu ma abang, sama sekali tidak, tapi aku hanya takut jika abang kecewa nantinya, makanya aku beranikan untuk mengatakan itu semua"


Kenzo memeluk Delima, istrinya benar benar sudah jauh memikirkan kedepannya


"Sudah aku bilang kan sayang, mau itu anak aku atau anak dia, aku tetap sayang ma anak ini, dia tidak bersalah, dan apapun yang ada dirimu adalah anak aku anak kita"


"Makasih Bang"


"Jangan berterima kasih padaku, ini anak aku, sudah sepantas nya aku berbuat seperti itu, dan satu pinta abang, mulai sekarang jangan berpikir macam macam, sudah ada si kecil di dalam, yang kamu ingat dia anak kita, anak kita sayang"


"Dan satu lagi, jangan berbuat macam macam"


"Sekarang mandi, kita harus periksa dedek bayi dulu, tapi abang yakin jika dia sudah ada"


Delima mengangguk dan tersenyum, lalu segera ke kamar mandi


...***...


"Bos, target menuju ke Rumah Sakit" ucap seseorang laki laki dibalik sambungan teleponnya.


Laki laki itu adalah orang suruhan Surya, walaupun Surya tidak menemui Delima, bukan berarti dia tidak tau semua aktifitas yang Delima lakukan.


Dan seperti yang dipikirkan oleh Surya, Delima hari ini ke Rumah Sakit.


****


Delima dan Kenzo kini berada di poli Kandungan, dan di sana sudah ada Dokter Tika yang menunggunya.


"Hai Del, langsung periksa aja ya?? males liatin laki kamu Del" sindir Dokter Tika, yang dari tadi melihat Kenzo senyum senyum sendiri


"Aku bukak ya"


Dokter Tika mengarahkan alatnya ke perut Delima, dan di kembali tersenyum manakala melihat satu titik di dalam layar monitor, seperti satu tahun yang lalu.


"Giman Tik?? Dua apa Satu??" tanya Kenzo


"Kamu maunya berapa? dua apa satu?"

__ADS_1


"Hemmm Dokter ditanya malahan balik nanya,"


Dokter Tika melihat ke arah Delima "Itulah Del, kenapa Mbak males lama lama lihat muka suamimu, menyebalkan"


Lalu Dokter Tika melirik ke arah Kenzo "Lihatlah di sana Bapak Kenzo yang terhormat, ada berapa gumpalan di sana??"


Seperti kata Dokter Tika, Kenzo menatap lekap di layar, lalu tersenyum "Hmm satu"


"Jadi, udah jelas kan, kalau cuma ada satu"


"Ngarep banget sih jadi dua lagi, gak kasian ma istrimu" cibir Dokter Tika


Seperti biasa, dia tak memperdulikan ocehan Dokter Tika, kini dia hanya tersenyum senang, berbeda dengan Delima.


"Selamat ya, kalian nambah momongan lagi"


"Ada keluhan Del? atau seperti dulu?"


"Sementara ini gak ada mbak, masih biasa, masih pusing dan mual" jawab Delima


"Dan seperti biasa, kalau ada apa apa langsung ke sini, dan kamu Bapak Kenzo, jangan sering sering nengokin ya"


"Hmm...aku gak janji kalau itu Tik"


Kenzo keluar dari ruangan Dokter Tika dengan perasaan senang


"Makasih ya sayang, sudah mengandung anak aku lagi"


"Dan inget, jangan berpikiran yang aneh aneh, ingat ucapan abang"


Delima mengangguk dan tersenyum, dia juga berjanji pada dirinya sendiri, mulai hari ini dia akan melupakan semua kejadian kelam yang telah dialaminya, demi suami dan anak anaknya.


Sementara di lain tempat, Surya tersenyum manakala mendengar kabar dari anak buahnya kalau Delima sekarang sedang hamil. Surya yakin jika itu adalah anaknya.


"Maafkan aku Del, bukannya aku gak mau nemuin kamu, dan bukan aku gak mau tanggung jawab, tapi aku sengaja tidak mendekatimu supaya kamu tidak aneh aneh dan berbuat sesuatu dengan anak ku, aku takut jika kamu tau kalau didalam perut kamu itu anakku, kamu akan nekad untuk menghilangkannya"


"Dan sampai waktunya tiba, aku akan mengawasi dan melihat kamu dari jarak jauh, walau itu bukan keinginanku"


"Aku akan sabar menunggu sampai dia lahir dan membuktikannya kalau dia adalah anakku"


******


Terima kasih yang sudah bersedia membaca, dan memfavorit cerita ini, dan terima kasih juga yang sudah tidak memfavoritnya, gak apa apa, semua cerita pasti ada pro dan kontranya.


Tapi saya sudah menulis cerita ini sesuai dengan alurnya nanti, jadi jika ada yang tidak berkenan, maaf, yang masih berkenan silahkan lanjut baca nya.


Disini nantinya kesetiaan Kenzo dan keseriusan Surya akan diuji, apa benar Kenzo tulus menyayangi anak yang belum tau itu anaknya siapa atau akan meninggalkan Delima dan anak itu, dan juga Surya apa dia akan menepati janjinya untuk tidak menemui Delima atau nantinya akan merebut anak itu jika memang ternyata itu adalah anaknya.


Surya bukan Mario ataupun Vano, yang sudah dengan gampangnnya bisa move on. Dan Surya juga bukan penjahat, perampok, pemerkosa ataupun seorang casanova. Sebenarnya kalau kalian mengikuti cerita dari dulu, Surya itu baik namun saking cinta dan terobsesinya pada Delima membuat dia seperti itu. Dia juga tidak pernah mempermainkan wanita, Ono nya Surya juga belum pernah masuk keluar lubang yang berbeda, dan hanya kepada Delima dia melakukannya.


Emang tindakan Surya tidak dibenarkan, dia salah, dan dia melakukan secara sadar. Tapi ya sudahlah, memang Pak Surya salah, tidak bisa move on dan lagi sudah begono in istri orang.


Gaes maaf kalau alurnya gak sesuai dengan apa yang kalian inginkan, tapi sengaja saya buat seperti ini, karena nantinya akan ada lanjutan dari cerita ini.


Terimakasih sekali lagi buat yang sudah bertahan, dan terimakasih juga buat yang sudah meninggalkan.

__ADS_1


__ADS_2