Cerita Cinta Kita

Cerita Cinta Kita
Episode 5


__ADS_3

Akhir-akhir ini Dika semakin berubah. Entah apa yang merasuki nya. Aku semakin tidak yakin dengan segala ucapannya. Sudah tidak logis, aneh pula.


Dikaaa... Aku rindu dirimu yang dulu.


Kring..kring... Bunyi ponselku berdering.


Dika. Apalagi ini? Membohongi ku lagi?


Ah! Biarkanlah tak ku angkat. Tapi berkali-kali dia meneleponku tanpa henti. Ku lihat ternyata sudah hampir 17 kali dia meneleponku.


Akhirnya Dengan terpaksa harus ku angkat. Kasihan rasanya.


"Iya ada apa Dik?"


"Kamu kok aku telpon nggak diangkat si?"


"Maaf tadi aku lagi bantuin Ibuku di dapur. Gimana?"


"Ini, aku mau ngerjain laporannya sekarang. Kamu bisa?"


"Oh.. itu, bisa Dik. Aku udah selesai bantuin ibu. Yaudah kamu datang aja ke sini."


"Oke Let."


10 menit kemudian..


Aku dan Dika mulai mengerjakan laporan itu. Bukan karena Dika tidak bisa. Ternyata laporan yang dikerjakan cukup rumit, tidak seperti laporan biasanya.


Waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore. Laporan belum masih kurang setengahnya. Dikapun bergegas pulang, dan besok mungkin dia kesini lagi.


Tidak ada perbincangan. Mun gkin hanya haha hehe yang keluar dari mulut ini. Ya, karena rasa kecewa ini masih ada.


Sudah hampir 5 hari aku tidak menghubungi Dika. Entah mengapa, rasanya aku tak ingin mendengar kabarnya. Pesan dari Dika? Ada. Banyak. Tapi tak ku balas. Aku takut jika rasa ini nantinya berakhir dengan penyesalan, takut jika Dika kembali pada masa lalunya kemudian meninggalkanku begitu saja.


Di kampus? Ah! Aku selalu menghindar darinya. Setiap Dika berjalan mendekati ku, akupun berjalan menjauhinya.


Aku terpaksa melakukan ini Dik.


__ADS_1


"Let.. kamu ada masalah apa sama Dika? Dia mengadukannya padaku." Tanya Dina padaku.



"Enggak apa\-apa kok Din."



"Let.. asal kamu tahu, setiap hari Dika menanyakan keadaanmu. Dika khawatir kamu menjauhinya."



"Gak mungkinlah. Dika kan udah balik sama masa lalu nya."



"Maya? Ya ampun Let.. Dika itu bersikap begitu sama Maya karena Dika nggak enak Let. Orang tua Maya itu Saudara dari Orang tuanya Dika. Jadi, Dika takut kalau dia diadukan yang aneh\-aneh ke keluarganya."



"Hah? Serius? Kok bisa? Tapi Din.. Dika udah bohongin aku. Bahkan beberapa kali. Tahukan rasanya?"




"Tapi... Ya udah lah, aku coba."



"Waalaikumsalam Dik.. maaf aku gak balas pesanmu.


"Letha! Ada apa sama kamu? Kenapa dari kemarin kamu menjauhiku? Ada salahkah?"


"Gak pp."


"Letha… aku tahu semua. Dina menceritakannya padaku. Maaf."


"Iya."

__ADS_1


"Aku mencintaimu."


Deg.. apakah ini mimpi? Baru kali ini dia mengutarakan. Baru kali ini!!!! Harus ku jawab apa? Benarkah? Atau mungkin hanya sebagai permintaan maafnya?


"Tak usah bercanda..." Hanya itu jawaban ku.


"Tunggu aku besok. Kumohon bukakan pintu untukku."


Apa maksudnya?


Ting tong...


Benar. Dika menepati janjinya. Dia menemuiku. Kasihan dia sudah beberapa kali tidak ku bukakan pintu.



"Masuk." Baru saja kuucapkan, tiba\-tiba dorr dorr dorr.. bunyi terompet, dan semua potongan kertas menimpaku.



"Apa ini?"



"Selamat ulang tahun Aleetha!! Maaf aku tidak mengabarimu berkaitan ini."



"Dikaaaa." Langsung ku peluk dirinya dengan tetesan air mata di pipiku.


Aku benar\-benar merasa bersalah. Mengapa aku bersikap cuek pada Dika, padahal dirinya begitu peduli padaku.



Ya, hari ini adalah hari ulang tahunku. Baru kali ini Dika merayakannya. Kebetulan sekali.



Akhirnya semua orang ku persilahkan masuk. Dan kita pun membicarakan soal kemarin. Merasa bersalah, bahagia, sedih, semua tercampur saat ini.

__ADS_1



Bersambung..


__ADS_2