
Tak terasa hari kelulusan pun tiba. Sudah hampir 3 tahun aku di SMA, tertawa, menangis, ku lalui dengan sahabatku Dina. Hari kelulusan memang sangat ditunggu oleh semua siswa. Tapi hal yang menyedihkan, aku harus berpisah dengan Dina. Dia akan melanjutkan kuliahnya di Kota Rajawali, bersama rumah neneknya. Mau bagaimana lagi, kita tidak kan bertemu.
Kabar si Dika, dia ternyata se-Universitas dengan ku. Di Kota tercinta ini. Pastinya jurusan saja yang berbeda. Bertemu mungkin masih bisa.
Hari pertama kuliah, aku pergi dengan menaiki taksi. Jika menaiki motor, aku masih belum berani, SIM saja belum ada.
"Aleetha berangkat Bu, yah, assalamualaikum." Pamitku.
Sesampainya di Kampus, aku berjalan menuju ruang kelas. Ah! Sepi! Tidak ada Dina, akupun masih sendiri. Ingin mencari teman saja aku masih canggung. Takut jika teman yang ku pilih malah mengkhianatiku.
Selesai Kuliah, aku pulang dan berniat untuk memesan taksi. Tapi terdengar teriakan...
"Lethaaa." Teriak seseorang dari belakang.
Ku tengok, ternyata Dika. Dia menghampiriku dengan menaiki motor
N\-cox nya.
"Ayo, pulang sama aku aja." Katanya.
"Eh, nggak usah Dik, aku pesan taksi online aja."
"Udah nggak usah pesan, nunggunya lama. Ayo sama aku aja." Ajaknya.
"Emm, ya udah Dik, maaf ya ngerepotin."
"Enggak ngerepotin ini."
__ADS_1
Di perjalanan pulang, Dika menanyaiku. Mulai dari Jurusan, bahkan hampir semua dia tanyakan.
"Kamu udah dapat teman baru Let?"
"Belum Dik, masih takut, akhirnya sendiri tadi ."
"Loh, takut kenapa? Takut orangnya itu hantu? Apa jailangkung yang datang tak diundang pergi tak diantar? Hahaha." Jawabnya sambil cengengesan.
"Iihhh.. Dikaaa.. beneran ini, aku tu pengennya sama Dina!"
"Iya.. aku tahu.. nggak usah marah, cepet tua."
"Iya udah, besok aku temenin kamu. Daripada sendiri, nanti digoda cowok lho." Kata Dika.
"Biarin digoda cowok, daripada pelawak tak di undang."
"Emang siapa?"
"Kamu! Ahahahaha .." Jawabku sambil tertawa.
"Berati kamu nggak mau deket lagi sama aku?"
__ADS_1
"Bukan gitu... Dika mah!"
Suatu hari di kantin kampus...
"Hey Aleetha!! Emm ternyata kamu ya yang sok Deket sama Dika? Udah! Jauhi Dika, jangan dekati dia lagi!"
Kata seorang perempuan dengan 2 temannya. Aku tidak kenal siapa mereka. Tiba-tiba saja menggertak diriku.
"Siapa kamu? Memangnya ada apa?" Jawabku kesal.
"Kamu itu ya. Pura-pura nggak tahu aja! Nih! Byurrrr... "
Perempuan itu mengguyur ku dengan minuman jeruk nya. Seketika suasana menjadi riuh.
"Heh kalian. Mau apa kalian sama Aleetha!"
Seorang laki-laki datang membelaku. Aku tak tahu siapa dia.
"Eh Lo! Emang masalah ya kalo gue ganggu Aleettha?" Jawabnya ketus.
"Aleetha nggak salah apa-apa. Lihat perbuatanmu! Dia basah kuyup karnamu!" Kata lelaki itu.
Ya ampun.. suasana jadi tambah ramai. Aku malu, bagaimana ini.
Tak lama, perempuan itu mengangkat tangan kanan nya kemudian akan mendaratkan ke pipiku, tapi terhadang oleh tubuh seseorang.. aku hanya bisa menutup mata, menahan tangis, entah siapa seseorang yang melindungi ku.
"Sudah cukup!!" Kata lelaki yang melindungiku. Kupahami suaranya, kulihat wajahnya, Dika!
"Jangan ganggu Aleetha lagi! Dia perempuan! Sama seperti kalian, bagaimana jika kalian yang diperlukan seperti ini!" Kata Dika lagi.
"Dika! Kenapa kamu bela wanita itu? Lepas dia dari pelukanmu!"
"Sudah! Pergi sana! Aku tidak membutuhkan dirimu yang kasar itu!"
Akhirnya perempuan itu pergi dengan 2 temannya. Suasana yang tadi ramai menjadi agak tenang setelah kepergian mereka. Aku masih tetap menangis, entah apa yang mereka maksud. Dika mengajakku pergi dari kantin.
Tapi lelaki tadi. Iya tadi yang membelaku, dimana dia? Tak kulihat lagi dirinya.
"Udah, gak usah nangis, mereka udah pergi."
"Tapi Dik, maksud mereka apa? Mereka bilang supaya aku menjauhi dirimu."
"Hah? Jauhiku?"
"Kamu kenal siapa mereka?"
__ADS_1
Bersambung....