Cerita Cinta Kita

Cerita Cinta Kita
Cerita


__ADS_3

"Kak Rima....Kak Rima..." panggil Cinta


"Apa?"


"Jalan jalan yuk" rengek Cinta dengan gaya centilnya


"Kemana? males ah Cin" Rima melanjutkan membaca novelnya yang sempat tertunda karena gangguan dari Cinta


"Sebentar, tak mikir dulu" Cinta membolak balikkan majalah yang ada didepannya, sekali kali memijat keningnya, yah persisi seperti ibu ibu negara yang lagi mikir nanti masak apa saja.


Rima melirik Cinta yang dari tadi sibuk dengan majalahnya "Katanya mau mikir, kenapa jadi pegang majalah?"


Cinta tersenyum "Lah ini Cinta lagi mikir kak"


"Mikir apa?" tanya Rima yang penasaran dengan apa yang dipikirkan saudara sepupunya


"Emmm....mikir gimana Kak Iyo bisa cepat ngawinin Cinta" jawab Cinta asal


Pletak....


Rima memukul lengan Cinta dengan buku yang dipegangnya "Woy....sekolah dulu Cin, kawin urusan belakangan"


Cinta tersenyum lagi "Kalau Kak Iyo mau kenapa enggak"


Rima enggan menanggapi sepupunya itu, jika dirasa rasa dan dipikir pikir, sepupunya ini memang tak.jauh beda dengan sahabat suaminya, Delima, bedanya Delima sekarang jauh lebih dewasa lagi.


"Kak Rima....Kak Rima" panggil Cinta lagi


Rima yang males menoleh hanya berdehem saja "Hem"


"Kak Delima suka ma Kak Iyo gak" tanya Cinta serius dengan posisi sekarang dihadapan Rima


Rima mendengar kalimat Cinta lalu menutup bukunya


"Sekarang gue tanya, elu cinta ma Kak Rio?" sejujurnya Rima sedikit kepo perihal kedatangan sepupunya yang tiba tiba mendadak, Rima yakin bukan karena bisnis orang tuanya sebagai alasan satu satunya.


Cinta mengangguk, pikiran gadis itu masih labil dan belum mengerti apa itu cinta, cuma namanya saja yang kebetulan orang tuanya menamainya dengan Cinta.


"Sejak kapan?" tanya Rima yang sebetulnya tidak kaget perihal saudaranya itu mendadak jatuh cinta.


"Sejak pertama kali ketemu Kak Iyo, dan Kak Iyo nolongin Cinta" jawab Cinta dengan membayangkan pertemuannya dulu dengan Mario


"Hemmm gitu" ucap Rima sambil manggut manggut, "Yakin kalau itu namanya cinta?"


Cinta lagi lagi mengangguk membenarkan ucapan Rima.


"Em...kak, Kak Iyo itu tipe ceweknya kayak gimana sih?" Cinta mengalihkan pembicaraan dari Rima, takut diberondong dengan bermacam macam pertanyaan yang membuat Cinta pusing.


"Kayak Delima" jawab Rima spontan, yang memang itu benar, karena setahu Rima, Mario suka dengan Delima sejak dulu bahkan sampai sekarang

__ADS_1


"Oh Em Ji...." Cinta menutup mulutnya, seperti apa yang dipikirkan ketika bertemu Delima pertama kali, dan juga melihat pandangan mata Mario yang beda


"Persis...persis seperti yang Cinta kira" ucap Cinta dengan memainkan rambut Rima


"Cin....tangannya itu" Rima menarik tangan Cinta yang dari tadi memainkan rambutnya


"Wush.....busyeet dah Cinta melongo ketika melihat sesuatu yang tertutup oleh rambut


"Kenapa?"


"Bang Sat ganas juga ya Kak" jawab Cinta dengan cengengesan


"Ups......mati lah aku" ucap Rima dengan menepuk jidanya sendiri. Bukan nya malu, kalau saja yang lihat mahakarya yang Satria buat itu bukan Cinta sih gak apa apa, la ini Cinta....Cinta gadis abege labil dengan tingkah centil dan juga kekepoannya.


"Cinta juga mau dibikinin kayak gitu ah ma Kak Iyo" gumam Cinta lirih tetapi masih didengar Rima


"Ngawur elu, otak elu harus dikompres pake air es biar dingin"


Cinta tersenyum, pikirannya melayang layang dan membanyangkan ci**kan dengan Mario.


"Kak Rima.....Kak Rima"


"Pertanyaan Cinta kok gak dijawab sih?"


"Bukannya elu dah tau jawabannya Cin, katanya elu tau semuanya tentang Kak Mario?"


Rima memaandang saudaranya itu, sosok Cinta kalau orang lain belum kenal pasti mengiranya dia adalah gadis yang centil dan gak tau apa apa soal cinta, walau namanya Cinta. Tapi disisi lain, Cinta mempunyai pemikiran yang bisa dikatakan lebih dewasa dibandingkan dengan umurnya, tentunya jika dia serius.


Nah masalahnya, kapan Cinta serius??


"Itu elu tau Cin" Rima melanjutkan menjawab pertanyaan Cinta tadi.


"Tapi kan Kak, Cinta ingin mendengar cerita mereka lebih lengkap"


"Kenapa gak eku tanyain langsung ke Kak Mario?"


"Sudah?" jawab Cinta dengan penuh semangat


"Terus apa jawabannya?"


"Kepo, katanya Kak Iyo bilang 'kepo' lah emang Kak Iyo pikir Cinta anak kecil ' pok ame ame belalang kepo kepo' "


Rima tertawa "Buahahahahhaaahaaa, kan emang bener elu anak kecil Cin, kagak ngaca?"


Cinta mengerucutkan bibirnya "Gak ada kaca, dah Cinta banting, percuma aja ada kaca segede gajah, tapi gak bisa lihat Kak Iyo"


"Emang ada kaca segede gajah?" Penasaran, Rima mencoba menanggapi saudaranya yang entah apa yang dipikirkannya, tak tau juga dulunya emak dan bapaknya nyidam apa hingga tumbuh anak seperti ini, bukannya ajaib lagi, tapi super ajaib langka


"Ada donk, jangankan kaca segede gajah, gajah segede kaca juga ada loh kak"

__ADS_1


Rima kemudian menepuk jidad Cinta "Gak panas tapi otak elu konslet"


"Pantesan Kak Mario gak suka ma elu, jangankan suka, ngelirik aja ogah deh" cibir Rima


"Lah Kakak ih....Cinta tau, tapi gak gitu juga kali ah"


"Mau tau gak cerita Delima ma Kak Mario?" bisik Rima


"Mau.....mau....mau donk" semangat Cinta ketika mendengar bisikan ditelinga nya


"Dengerin....kupingnya dijembreng, biar kagak tanya terus"


Cinta mengangguk


"Delima dan Kak Rio dulunya adalah teman sejak kecil, kareka sesuatu hal, Kak Rio pindah ke Amerika, tetapi saat bersama dengan Delima, Kak Rio merasa senang dan akan mengungkapkan perasaannya ketika Delima besar nantinya".


" Tetapi, bukan jodohnya...Delima dijodohkan dengan Kak Kenzo dan menikah hingga sekarang, dari dulunya benci hingga menjadi bucin"


"Cinta Kak Rio bertepuk sebelah tangan, karena Delima tidak mencintainya dan menganggap Kak Rio sebagai kakaknya saja"


"Kenapa Kak Rio gak berjuang?" tanya Cinta


"Terlambat, selain Delima sudah menikah, Kak Rio juga mengetahui kalau Delima sudah mencintai Kak Kenzo"


"Terus Kak Iyo mundur begitu saja?" tanya Cinta lagi


"Awalnya tidak.....tetapi semakin dia memaksa, semakin jauh pula Delima nya, maka dari itu Kak Rio terpaksa merelakan Delima"


"Jadi, jangan heran jika sampai sekarang masih ada nama Delima dihati Kak Mario, karena Kak Mario sudah mencintai Delima sejak kecil.,"


"O.....pantesan aja" ucap Cinta dan mengingat ingat sesuatu yang pernah didengarnya.


"Kenapa?"


"Cinta dulu pernah tanya ke Kak Iyo, tipe cewek yang disuka seperti apa? dan langsung membuka ponselnya dan menyentuh sebuah foto wanita cantik diponsel itu"


"Lalu?"


"Kalau Cinta suka ma Kak Iyo, Cinta harus seperti Kak Delima"


Rima tersenyum pasti nih Cinta mau jadi seperti Delima, karena suruhannya Kak Rio


"Elu mau?"


Cinta mengangguk "Cinta mau, makanya Cinta ingin lebih dekat dengan Kak Deli, supaya bisa seperti dia"


"Bodohhhhh"


"Elu bodoh Cinta"

__ADS_1


__ADS_2