Cerita Cinta Kita

Cerita Cinta Kita
Rencana ke Jerman


__ADS_3

12 Tahun Kemudian


Dua belas tahun sudah kini usia Adella Pradipta Mahendra atau biasa dipanggil Adel, dan sudah dua belas tahun sudah Papi Surya menepati janjinya untuk tidak membawa pergi Adel, begitu juga dengan Kenzo dan Delima yang membiarkan Surya untuk menemui Adel, putri kandungnya. Namun ada perbedaan saat Adel sudah besar, Papi Surya membawa Adel ke kediaman Gunadi jika weekend saja, dan itu tentunya dengan persetujuan Kenzo dan Delima


Tahun demi tahun sudah Delima lalui dengan hadirnya Adel dan Surya, atau lebih tepatnya Delima yang harus tiap hari melihat wajah Surya tetapi mau tidak mau dia harus berurusan dan bertemu dengan Surya setiap harinya. Delima mencoba menerima semua takdirnya, walaupun itu penuh dengan perjuangan.


Berbeda dengan Kenzo, dari awal kehamilan Adel, Kenzo sudah menganggap Adel adalah putri kandungnya walaupun kemungkinan kemungkinan terbutuk nantinya yang akan datang, bagi Kenzo, Adel, Kenzi dan Kenza adalah putra putrinya, anak kandungnya, dan keturunan Mahendra.


Seperti dengan Kenzo, Oma Nia, Opa Erik dan Opa uyut Hendra sangat menyayangi Adel, malahan kasih sayangnya melebihi sayangnya kepada Kenza dan Kenzi.


Dan Kenzo sudah menceritakan tentang siapa sebenarnya Surya, ada hubungan apa Adel dengan Surya, Kenzo memang sengaja menceritakan semuanya mengenai Surya baik itu kepada Adel maupun Kenza dan Kenzi, tidak ada maksud lain, daripada mereka mendengar itu semua dari orang lain lebih baik mendengar dari keluarga nya sendiri.


Awalnya Delima melarang, tetapi dengan pengertian yang Kenzo berikan, akhirnya Delima menyetujuinya. Dan awalnya Adel menolak dan membenci Surya, tetapi lama kelamaan dengan pengertian Kenzo akhirnya Adel bisa menerima Surya sebagai Papinya.


~


Kantor Gunadi


Terlihat dua orang laki laki yang berbeda usia sedang bersitegang dengan memijat pelipisnya masing masing


"Pah....apa gak bisa diurus ma orang kepercayaan Papah di sana?"


"Gak bisa Ya, perusahaan itu butuh kita, hanya kamu dan Papah yang bisa membangkitkannya seperti semula lagi"


"Kenapa Papah gak jual saja Perusahaan itu?? lagian kita di sini sudah mempunyai banyak cabang di mana mana"


"Tidak Ya, sampai kapanpun Papah tidak akan menjualnya, perusahaan itu kenangan Papah dengan Almarhum Opa kamu"


"Tapi Pah, bagaimana dengan Adel?? aku gak mau pisah ma dia, apalagi dengan waktu yang lama"


"Tiga tahun bukan waktu yang singkat Pah, Papah tau sendiri gimana perjuangan aku selama ini agar Adel mau menerima aku sebagai Papinya, dan setelah Adel bisa menerima ku, aku pergi meninggalkannya"


"Tidak Pah, aku tidak mau" Surya menggeleng dengan tetap tangannya memegang keningnya, dia bingung antara memilih menemani Adel atau perusahaan Papahnya yang memang membutuhkannya.


"Kita bawa Adel gimana Ya?"


Tiba tiba Papah Surya mengucapkan kata kata itu, kata kata yang sama sekali tidak ingin diucapkannya

__ADS_1


"Bawa Adel Pah??" tanya Surya sekali lagi, takut jika dia salah mendengar


"Iya Ya, kita bawa Adel, biarkan Adel sekolah di sana, lagian Papah juga mau memeriksakan Mamah kamu, kamu tau sendiri kesehatannya akhir akhir ini menurun"


Surya terdiam hingga beberapa saat, bukannya tidak mau membawa Adel, tapi bagaimana dengan Adel? apakah dia mau? bagaimana juga dengan Delima?? apakah mengijinkan?


"Aku setuju Pah, tapi Adel gimana?? dan juga apakah Delima mengijinkannya?"


"Kamu temui Adel sekarang, beri tau dia, dan juga temui Delima dan Kenzo, minta ijin membawa Adel, hanya tiga tahun saja, Papah yakin, jika kamu yang menangani, dalam waktu tiga tahun perusahaan itu akan bangkit kembali"


"Kalau begitu, aku jemput Adel dulu Pah?"


Surya keluar kantor dan langsung ke sekolahan Adel, tepat hari ini adalah hari jumat, dimana Surya selalu menjemput Adel untuk menginap di kediaman Gunadi. Dan tepat pula hari ini hari terakhir Adel ke Sekolah.


Mobil Surya sudah sampai di depan sekolah Adel. Adel yang masih memakai seragam itupun langsung menghampiri mobil Papi Surya.


"Papi..."


"Kita makan dulu ya sayang, ada yang ingin Papi bicarakan"


"Del....."


Papi Surya bingung harus bicara ini dari mana, dia takut jika Adel tidak mau ikut ke Jerman, sedangkan perusahaan sangat membutuhkannya


"Lusa Papi mau ke Jerman"


"Perusahaan yang disana mengalami masalah sayang" lanjut Papi Surya dengan mencoba berbicara setenang mungkin


Adel diam, begitu juga dengan Surya yang masih menunggu reaksi dari Adel, dia tidak mau memaksa Adel tentunya


"Berapa lama di sana Pi??" tanya Adel dengan menatap mata Papinya


"Paling lama 3 tahun sayang, ya 3 tahun"


"Tiga tahun?? lama sekali?" ucap Adel


Aku tau Pi, arah pembicaraanmu kemana, Papi mau kan kalau aku ikut dengan Papi, tapi Papi bingung mau ngucapinnya, batin Adel

__ADS_1


Adel masih memandang wajah Papi Surya, apalagi mata Papinya, tidak ada kebohongan di sana, yang ada hanya rasa khawatir dan rasa bingung yang menyelimuti Papinya


Apa aku ikut Papi saja, sekalian aku mau buktiin kalau omongan Papi itu bisa di percaya, hanya tiga tahun....


Adel menarik nafas kasar, dia masih menatap wajah Papi Surya, dan kini tangannya terulur untuk memegang tangan Papi Surya


"Adel ikut Papi" ucap Adel dengan penuh keyakinan, karena tau pastinya akan mengajaknya juga


Surya bengong seakan akan tidak percaya dengan ucapan Adel barusan, karena belum juga Surya mengatakan keinginannya untuk membawa Adel, gadis cantik itu sudah lebih dulu mengetahuinya


"Bener sayang, Adel mau ikut Papi?" tanya Surya sekali lagi


"Bener Pi, tapi janji hanya tiga tahun ya?"


"Pasti sayang, pasti...Papi janji"


Papi Surya lalu berdiri dan memeluk Adel, "Makasih Adel, udah mau nemenin Papi, jujur Papi gak bisa jauhan ma kamu"


Papi Surya kemudian mencium kening Adel "Kita kerumah Mami ya, Papi mau minta ijin"


"Bukan Mami Pi, tapi Mams...." kesal Adel menjelaskan pada Papi nya itu


"Ih Papi gak ngerti ngerti juga dan kayaknya sengaja malahan"


Andai saja Mami Delima mau jadi istri Papi Del, betapa bahagianya hidup Papi nak, punya kamu dan juga punya Mami Delima, wanita yang tak akan pernah hilang dari hati Papi


"Papi...." teriak Adel yang sengaja membuyarkan lamunan Papinya


"Apa Del??"


"Papi jangan mikir yang iya iya ya, pokoknya Mams Delima hanya milik Paps Kenzo aja, awas sampai Papi merebutnya dari Paps aku" ancam Adel


Surya tersenyum sinis "Del....Adel....Papi ini Papi kandungmu dan Mams Delima itu adalah Mami kandungmu, jadi sudah sewajarnya jika Papi ma Mami mu bersatu Del" ucap Surya menggoda


"Gak....Adel gak bakalan ijinin itu, cukup Adel saja yang Papi punya, biar Paps Kenzo ku tersayang sama Mams Delima" ucap Adel dan langsung meninggalkan restoran itu.


Adella anak kandung Papi Surya, usia yang masih belia tapi sudah mempunyai pemikiran yang dewasa, kata orang dewasa sebelum waktunya. Adella, walaupun anak kandung Papi Surya, tapi dia lebih sayang Paps Kenzo daripada Papi Suryanya. Karena antara Paps Kenzo dan Papi Surya mempunyai dua sisi yang berbeda, ya berbeda....sama sama sayang tapi perlakuan yang berbeda.

__ADS_1


__ADS_2