
sudah seminggu Vannya setiap hari muntah2...
Nathan merasa kasihan melihat istrinya. Tapi istrinya selalu meyakinkan dia bahwa memang hal ini wajar ketika hamil muda.
N: sayang... kamu resign aja y dari kantor.
V : iya... aq kan juga udah janji.
N : aq akan mencari sekretaris saja.
V : terserah mas, yang penting nyaman dan mas cocok
N : gimana kalo Dean yang aq angkat jadi sekretarisku?
V : kalau mas cocok gak masalah. aq lihat Dean cukup kompeten dan gesit
N : baiklah, aq akan mengangkat Dean mrnjadi sekretarisku dan menyuruh HRD mencari pengganti Dean.
V : iya sayang...
N : kamu masih mual dek?
V : udah gak terlalu. hanya pagi dan menjelang siang.
N : usahakan makan sedikit2 dek, biar ada nutrisinya buat kamu dan anak kita (memegang perut vannya)
V : iya Daddy....
N : (mencium perut Vannya) jangan menyusahkan mommymu ya nak, kasihan mommy muntah terus.
V : (senyum) (mengelus rambut Nathan) iya daddy...
Esoknya di kantor...
N : Dean, ikut ke ruanganku ya
D : baik pak. (mengikuti Nathan)
N : duduklah..
D : (duduk)
N : begini Dean. istriku harus resign karena sedang hamil. otomatis aq harus mencari pengganti posisi istriku. aq membutuhkan sekretaris. dan mulai hari ini kamu yang akan menjadi sekretaris menggantikan istriku. apa kamu bersesia?
D : saya akan berusaha tidak mengecewakan bapak.
N : baik, bawa surat ini ke bagian HRD. lalu bilang kalau saya menyuruhnya untuk mencari pengganti posisimu.
D : baik pak.. kalau begitu saya permisi.
beberapa hari kemudian bagian HRD sudah mendapatkan pengganti Dean di bagian Pemasaran.
__ADS_1
tok..tok... (pintu ruang Nathan)
N : masuk
Hrd : maaf pak mengganggu, saya ingin memperkenalkan pegawai baru yang akan menggantikan pak Dean.
N : oh. ya.. suruh masuk...
tiba2....
N : (kaget) kamu???
S : selamat pagi pak, perkenalkan nama saya Stevani
N : (membuang nafas kasar) kenapa kamu melamar kerja di perusahaanku vani?
S : saya tidak tahu kalau ini perusahaan milikmu.
N : baiklah, saya harap kamu bisa profesional dalam bekerja.
S : saya akan bekerja dengan sungguh2 pak.
N : ok kembali ke ruangan kamu.
S : permisi pak (melihat Nathan sekilas)
Stevani PoV
Nathan Pov
kenapa dia malah bekerja di kantorku. tapi jika aq memecatnya tanpa kesalahan aq tidak profesional. apa aq harus bicara pada Vannya tentang ini, tapi dia sedang tidak sehat. aq akan merahasiakan stevani untuk sementara, toh aq hanya menganggapnya karyawan biasa. hubungan ku dengan dia hanya sebatas bos dan bawahan. aq akan memberi tahunya ketika dia sudah lebih sehat.
Vannya di rumah mulai merasa bosan, ia pun memutuskan untuk membantu bi sumi di dapur. Bi sumi adalah pembantu Nathan sejak Vannya hamil.
B : non, jangan bibi aja. non duduk aja nanti kecapean
V : aq bosan bi, aq hanya akan mengerjakan yang ringan2.
B : hm.. baik nona,, kalau begitu nona duduk di meja makan saja sambil memotong sayuran ini ya
V : siap bi...
bi sumi hanya tersenyum melihat majikannya.
V : oh ya bi, bibi rumahnya deket sini ya?
B : iya non, rumah bibi di desa dekat perumahan sini.
V : sebelum di sini bibi kerja dimana?
B : bibi kerja serabutan non, kalau ada yang membutuhkan bibi untuk setrika, atau bersih2 rumah, baru bibi di panggil.
__ADS_1
V : bibi punya anak?
B : dua non, tapi semua sudah bekerja. yang satu di balikpapan, yang satu di surabaya.
V : wah,, hebat...
B : hanya kerja sebagai karyawan biasa non
V : bukan jabatannya bi, tapi semangat dan kerja kerasnya
B : iya non,, (tersenyum)
tak berapa lama Nathan pulang...
N : (memeluk istrinya) sayang mas pulang
V : (memeluk Nathan) bau asemmmmmm ..... (ketawa)
N : wangi gini...
V : iya suamiku memang sangat wangi, tapi walaupun wangi karena bekerja seharian suamiku ini harus mandi sekarang. sebentar lagi masakannya matang, qt makan.ok?
N : aq tidak akan mandi kalau tidak di cium
V : mas.. bau asem,, mandi dulu
N : cium dulu
Vannya pun mencium Nathan dengan terpaksa, Nathan yang berhasil mengerjai istrinya hanya senyum2 lalu beranjak ke kamar untuk mandi. selesai mandi Nathan melihat istrinya masih berada di dapur, ia memeluk Vannya dari belakang.
V : hmmm wanginya suamiku
N : (mengusap2kan wajah di punggung Vannya)
V : mas... awas aq mau naruh ini ke meja l.
N : (mengeratkan pelukan)
V : mass.... ih, lihat daddymu nak, manja sekali sama mommy (mengusap perutnya)
N : (menarik vannya menghadap nathan) biarin... daddy akan puas2 in sebelum kamu lahir nak. karena jika kamu sudah lahir daddy akan kalah sama kamu nak (mencium bibir vannya)
V : (senyum) mas ada bi sumi malu.
N : ok dehh... tapi nanti malam tidak akan mas lepaskan kamu
V : baiklah..... adek mengalah...
merekapun makan bersama. Nathan terlihat sedang memikirkan sesuatu. ia bingung harus mengatakannya pada Vannya atau tidak. ia takut mood Vannya berubah. karena akhir2 ini sejak kehhamilannya, mood Vannya benar2 tidak bisa ditebak.
Akhitnya Nathan memutuskan untuk tidak memberitahukan dulu tentang Stevani menunggu sampai mood Vannya stabil. ia tidak mau ada pertengkaran.
__ADS_1