
"Aku turun dulu ya Bang"
"Hati hati, maaf abang gak bisa nemenin, kalau ada apa apa tinggal lambaikan tangan saja, anak buah abang ada di empat titik restoran itu"
"Kayak uji nyali aja" cibir Delima
"Lebih parah dari uji nyali sayang, karena yang dihadapi bukan makhluk ghoib lagi apalagi manusia"
Delima tersenyum, karena memang benar, jika yang dihadapi bukanlah manusia lagi.
Delima melangkah kaki disebuah restoran, disana nampak Surya sudah duduk dan melambaikan tangannya.
"Maaf jika lama Kak"
"Gak masalah, aku juga belum lama"
"Mau pesan apa? makan? minum atau mau apa?"
"Jus alpukat aja Kak" jawab Delima
Hening, tidak ada percakapan diantara mereka, Delima sibuk mengaduk aduk minumanya , sedangkan Surya asik memandang wajah Delima
"Aku akan merindukan mu Del"
"Jika saja kamu bilang jangan pergi, maka aku akan tetap bertahan disini" lanjutnya lagi
Delima menatap Surya dan menggeleng "Pergilah kak, mungkin jodoh kakak ada disana"
Deg
Seketika Surya terhentak, dia yang tadi menginginkan Delima untuk menahannya pergi, tetapi malahan kenyataannya Delima lah yang menyuruh dirinya pergi
"Masih ada wanita lain yang lebih baik dari aku"
Surya menggeleng "Tak semudah itu melupakanmu Delima, melupakan kenangan kita"
"Hah?? kita aja gak punya kenangan loh kak, kenangan dari mana kemana, jangan bercanda!" tegasnya
"Kamu memang gak pernah nyimpen kenangan kita, tapi aku akan selalu menyimpannya didalam hati"
Duh dah kumat lagi ni gilanya
__ADS_1
"Kapan kakak berangkatnya?" Delima mencoba mengalihkan pembicaraan Surya yang nantinya akan semakin ngawur
"Nanti sore, mau ikut?"
Delima menggeleng "Terima kasih, tapi aku gak mau"
"Kenapa?"
"Cihh....pertanyaan yang konyol sekali, dan apa aku juga harus menjawabnya?"
"Oh ya, tentu harus dijawab donk"
"Hemmm, pertama aku sudah bersuami, kedua aku tidak ada urusannya ma kakak, dan ketiga aku juga tidak di perbolehkan bepergian jauh untuk saat ini"
"Alasan ketiga diterima, tetapi alasan pertama dan kedua ditolak" ucap Surya
"Terserah!!"
"Oh ya Kak, mbak Alenka gimana?"
"Kita udah resmi bercerai, dan Alenka sudah memutuskan untuk kembali ke Jerman saja"
"Kakak akan menyesal meninggalkan wanita secantik dan sebaik mbak Alenka" cibir Delima
"Bukankah Kakak dan Mbak Alenka adalah teman, dan memang sudah dijodohkan dari kecil?"
"Iya...aku dan Alenka berteman dan kami sudah dijodohkan, lagian aku juga sudah memenuhi keinginan orang tua ku kan, menerima perjodohan ini"
"Buat apa diterima kalau akhirnya juga kakak lepaskan juga kan"
"Karena aku gak cinta, buat apa juga diteruskan kalau juga gak cinta, lagian aku belum pernah menyentuhnya"
Delima sudah kehabisan kata kata lagi, laki laki didepannya ini punya banyak cara dan alasan untuk menjawabnya
Tiba tiba suara ponsel Delima berbunyi
"Mbak Alenka, pesan apa ya?" penasaran Delima langsung membuka pesan dari Alenka
"Del, aku pamit, aku nanti sore akan kembali ke Jerman dan mungkin akan selamanya berada disana, maaf aku tidak menemuimu, aku tau kamu saat ini sedang bersama Surya, sebenarnya dia orang yang baik, tapi caranya yang salah, dan jangam benci dia"
Setelah membaca pesan dari Alenka, Delima kemudian berdiri dan mencari cari dimana Alenka berada
__ADS_1
Ting
Sebuah pesan masuk lagi diponsel Delima
"Jangan mencari ku Del, bukannya aku gak mau ketemu ma kamu, tapi maaf...maaf sekali lagi., jujur Del, aku iri ma kamu, kamu yang baru datang dikehidupan Surya tetapi Surya lebih memilih kamu, menempatkan hati dan cintanya untuk kamu, sedangkan aku....aku yang sudah lama kenal dia, bahkan dari kecil , aku dan Surya bersama, tetapi dia tidak melirik aku sama sekali, aku yang berusaha sekuat tenaga untuk membuat Surya jatuh cinta, tetapi sia sia saja, tetapi...kamu yang bahkan dari awal bertemu sampai sekarang tidak ada rasa cinta untuk Surya, Surya masih begitu mencintaimu dan masih begitu mengharapkanmu"
"Tapi aku sadar, cinta bukanlah sesuatu yang dipaksakan, dan maaf..aku gak bermaksud apa apa....selamat tinggal, mungkin kita akan bertemu dilain kesempatan
Delima menarik nafasnya dan menghembuskannya kasar, ternyata cinta Surya untuk ny telah membuat seseorang terluka, padahal dirinya juga tidak membalas cinta Surya.
Surya dari tadi melirik ke arah Delima "Kenapa? pesan dari siapa?"
Tanpa menjawab Delima menyerahkan ponselnya kepada Surya "Baca aja kak" pinta Delima
Surya mengambil ponsel Delima, kemudian membacanya, terlihat ada kesedihan di matanya
"Kasian mbak Alenka" ucap Delima dengan sengaja, mungkin hati Surya akan tergerak kemudian
"Tapi cinta gak bisa dipaksakan Delima...dan Alenka pun tau"
"Dan apakah aku salah jika selama ini mencintaimu?apakah cintaku salah?"
"Kak....kita itu tidak akan tau cinta kapan datang dan juga pergi, kita mencintai untuk siapa, rasa cinta kakak tidak salah, tetapi yang salah adalah kakak salah telah mencintai aku, mencintai wanita yang sudah bersuami, wanita yang sudah menikah"
"Kak...aku harap, setelah kakak kembali ke Jerman, kakak akan menemukan kebahagiaan kakak disana"
Surya diam, dia tidak tau lagi harus berkata apa apa, disatu sisi, ucapan Delima benar, tetapi disisi lain dia tidak bisa menghilangkan rasa cinta itu sendiri.
Sedangkan Delima melihat jam ditangannya, sudah siang, dan sudah lama dirinya dan Surya berada ditempat ini berdua
"Kak...aku pulang ya, kakak hati hati, salam buat mbak Alenka dan Om Tante disana"
Delima beranjak dari tempat duduknya, namun pergelangan tangannya dipegang oleh Surya
"Del..maafkan aku jika selama ini sering mengganggumu, tapi rasa cintaku tulus padamu, jika kamu mengijinkan, aku ingin menjadi bagian dari hidupmu, tidak apa jika aku menjadi suami kedua untukmu, dan maaf jika kamu minta untuk aku melupakanmu, itu tidak akan pernah aku lakukan"
"Dan aku janji, aku akan kembali ke Indonesia dan menetap selamanya disini, setelah urusanku disana selesai, dan jaga diri kamu"
Surya melepaskan tangan Delima, tapi sebelumnya mengecup manis punggung tangan itu.
Tunggu aku kembali Delima, kita akan mulai kehidupan bersama setelah aku kembali nantinya
__ADS_1
Surya menatap kepergian Delima yang semakin menjauh, ada rasa sedih meninggalkan wanita yang masih sangat begitu dicintainya, tetapi dia tak tau harus bagaimana, dia harus ke Jerman untuk mengantarkan Alenka ke rumah orang tuanya, walau bagaimanapun, mereka bersama dengan baik, berpisahpun juga harus secara baik baik, dan juga mengurusi perusahaan Papah Surya supaya bisa segera pindah dan menetap kembali ke Indonesia, tentunya dengan harapan dan keinginan Surya yang hanya Surya sendiri yang tau