Cerita Cinta Kita

Cerita Cinta Kita
#19


__ADS_3

Hari sabtu pagi...


Vannya membuka matanya...


ia melihat suaminya masih tidur pulas,,


segera Vannya membuka jendela kamar yang ia tempati. ia dan Nathan memutuskan pergi ke puncak, untuk menikmati weekend mereka. karena beberapa minggu kemarin mereka tidak memiliki waktu untuk menikmati weekend mereka...


Vannya keluar, ia melihat pemandangan di sekitar kamarnya...


pemandangannya sangat indah.. udaranya juga sejuk.


memberikan ketenangan bagi siapa saja yang melihatnya....


menjadikan kita lupa akan penatnya kehidupan sehari2...



hamparan pohon Teh membentang luas....


Vannya tersenyum,,


tiba2 Nathan yang sudah bangun memeluknya dari belakang..


N : selamat pagi istriku.... (memeluk vannya dari belakang)


V : pagi suamiku....


N : kamu suka gak sayang sama pemandangannya?


V : bangettttt..... makasih ya sayang....


N : qt memang harus sering menikmati weekend yang seperti ini ya.


V : hm.... boleh juga,, hahaha..


N : sayang...


V : hm...?


N : kalau aq minta kamu untuk berhenti bekerja apa boleh?


V : (membalikkan badan ke Nathan) kenapa?


N : aq ingin kamu fokus di rumah aja. gak kerja berat.


V : tapi aq pasti bosan kalau aq selalu dirumah. kalau aq sudah hamil aq akan resign. tapi jangan sekarang ya. (wajahnya memelas)


N : hm... baiklah. janji ya kalau sudah hamil kamu resign


V : lagi pula aq tidak kuat menahan rindu...


N : rindu sama aq kan?? (senyum)


V : sama pak satpam... (ketawa)


N : (mencubit pipi istrinya....)


Sebenarnya Nathan ingin istrinya tidak bekerja. Agar tidak kelelahan karena mengurus rumah dan kantor. Tapi Vannya memang bukan wanita yang hanya suka diam di rumah. Ia memang pekerja keras.


Beberapa minggu kemudian....

__ADS_1


"huekk... huekk... "


suara itu membangunkan Nathan..


N :(menghampiri Vannya) sayang... kamu kenapa?


V : (matanya merah) (pucat) gak tau mas, aq mual dan pusing.


N : kita ke dokter ya..


V : (menggeleng) aq baik2 aja. hanya masuk angin. istirahat sebentar pasti sembuh.


N : ya udah aq bikinkan teh jahe ya biar hangat perutnya


V : (mengangguk)


sebenarnya Nathan tidak tega meninggalkan istrinya sendiri. Tapi hari ini ada rapat penting proyek barunya di Padang. mau tidak mau Nathan harus berangkat ke kantornya.


N : sayang, kamu tidak apa mas tinggal sebentar?


V : pergilah mas... aq tidak apa2 kok. jangan kawatir


N : bener2 gak apa2?


V : (mengangguk)


N : ya sudah kalau ada apa2 tlp mas ya dek...


V : iya mas


Nathan mencium kening Vannya, lalu berpamitan untuk pergi bekerja.


setelah selesai semua pekerjaannya Nathan buru2 pulang. Ia ingin segera bertemu istrinya.


di rumah....


N : (membuka pintu kamar) sayang...


V : (tidur)


N : (mendekati Vannya) (mengelus kepala Vannya) syukurlah dia bisa tidur.


Nathan pun memutuskan untuk mandi, lalu memasak makanan untuk Vannya. Nathan sangat lihai memasak. karena ia sudah terbiasa memasak untuk dirinya sendiri saat kuliah dulu. itu pun karena ia tak memiliki cukup uang untuk membeli makan di luar. hingga akhirnya ia terbiasa sampai sekarang.


Tak berapa lama semangkuk sup ayam dan bubur sudah terhidang di meja. ia membawa mangkuk itu ke kamar.


N : (mencium kening Vannya) sayang... bangun yuk,,


V : (menggeliat) (membuka mata) (senyum)


N : bangun sebentar, makan dulu. aq suapin.


V : mas udah pulang?


N : (mengangguk) makan ya sayang


V : aq gak lapar mas.


N : jangan gitu, kamu pasti seharian g mau makan.


V : hm....

__ADS_1


N : (Menyuapi Vannya) ( satu suapan.... dua suapan.... dan.....)


"huekk.... huekkk...." Vannya kembali berlari ke kamar mandi dan memuntahkan semuanya. melihat istrinya muntah Nathan sangat khawatir.


Ia lalu menelepon dokter Ryan.


tak berapa lama dokter Rayn datang.


dr. R : selamat sore pak Nathan.


N : basa basi lu...


dr. R : ada apa?


N : istri gue sakit. muntah2 dari pagi. gue jadi khawatir.


dr. R : ok, gue periksa istri lo dulu ya.


N : ok...


dr. R : (memeriksa Vannya) oh iya, kapan terakhir kamu datang bulan Nya?


V : bulan kemarin.


dr. R : coba test pack ini sekarang.


V : iya... (vannya menuruti apa yang dr Ryan suruh)


beberapa menit kemudian....


V : (keluar dari kamar mandi) (senyum)


dr. R : gimana?


V : garisnya dua dok.


dr. R : berarti dugaan ku benar. besok segera cek ke dr. kandungan ya


N : be..berarti istriku...


dr. R : iya nat... lo jangan pura2 ****... istri lo kayak gini karena perbuatan lo.. (terkekeh)


N : (berkaca2) memeluk istrinya... kamu hamil sayang?


V : (mengangguk)


dr. R : ehmm... ehmm... gue masih disini plis jangan mesum.


N : hahaha.... maaf gue lupa ada manusia jomblo abadi disini


dr. R : ya.. baiklah, gue sadar diri. oh ya nat elo musti bawa istri lo ke dr. kandungan secepatnya agar vannya mendapatkan vitamin yang dibutuhkan selama kehamilan. jaga istri lo jangan biarkan dia kecapean dan stress. dia juga harus banyak makan yang bergizi. ok?


N : siap.... thanks yaa


sepeninggal Ryan, Nathan segera memeluk istrinya lagi, menghujaninya dengan ciuman. lalu ia menggendong vannya ke kamar.


N : terima kasih ya sayang....


V : (mengangguk) (memeluk Nathan)


akhirnya mereka sama2 terbuai di alam mimpi......

__ADS_1


__ADS_2