Cerita Cinta Kita

Cerita Cinta Kita
#9


__ADS_3

V : baju mas di kasur.. adek mau keluar sebentar membeli keperluanku di minimarket bawah (datar)


N : iya sayang.. hati2.. jangan lama2


v : (tidak menjawab )(pergi)


Vannya berjalan sendiri.. dia hanya butuh menenangkan diri sejenak.. vannya memutuskan untuk duduk di cafe hotel sebentar sebelum kembali ke kamar menemui nathan.


Di kamar hotel...


N : kenapa vannya lama sekali, aq harus menyusulnya...


Nathan mencari vannya di mini market hotel... tapi tidak menemukan vannya disana...


Nathan mulai kawatir...


Dia mencari vannya di lobi... tapi tidak menemukan vannya disana...


Nathan bertanya pada resepsionis hotel... tapi lagi2 tidak ada yang melihat vannya...


Akhirnya nathan mencari vannya di cafe hotel....


Nathan melihat sekeliling dan menemukan vannya sedang duduk di meja dekat jendela sendiri....


Nathan menghampiri vannya...


N : sayang.... kemana aja.. aq mencarimu kemana mana...


V : maaf aq tadi tiba2 pengen minum kopi. Makanya aq ke sini...

__ADS_1


N : (duduk) sayang... mas tau kamu masih bertanya2 tentang siapa wanita itu. Mas akan jelaskan.. mas mengenalnya dulu jauh sebelum mas mengenal adek. Dia adalah teman dekat mas saat SMA di Bali. Mas tidak pernah jadian atau mengungkapkan mas cinta sm dia dek, tapi dia yang menganggap mas itu pacarnya karena memang qt dekat. Mas saat itu tdk memiliki banyak teman. Karena mas hanya orang biasa.. yang bersekolah karena dapat bantuan dari pemerintah. Gak banyak yang mau berteman dg mas. Hanya dia yang mau berteman dg mas. Mas sudah bilang berkali2 dengan dia. Mas tidak ingin pacaran. Mas hanya ingin mengubah nasib mas. Menjadi orang yang memiliki masa depan. Makanya saat lulus SMA mas mengikuti tes program beasiswa di kampus kita. Alhmadulillah mas keterima. Mas pamit dengan dia. Mas tidak ingin membuat siapapun menunggu mas. Karena memang prioritas mas saat itu hanya mas ingin sukses. Mas menyuruh dia untuk melupakan mas dan tidak menunggu mas. Mas berani bersumpah demi apapun dek. Mas tidak ada hubungan apapun dengan stevani kecuali hanya teman. Mas mohon.. adek percaya sama mas.


V : (tersenyum dan memegang tangan nathan) insha Alloh adek percaya sama mas.


N : adek gak marah??


V : (menggelengkan kepala)


N : tapi adek kenapa mendiamkan mas dari tadi malam


V : (merengut) mas ga peka sih... (menjewer telinga nathan lembut)


N : g peka gimana maksudnya dek?


V : tu kan... g peka... adek diem karena mas juga diem. Adek pikir mas akan menjelaskan semua sesampainya di hotel.. ternyata mas malah diem aja. Y udh deh adek juga diem aja.


N : mas hanya tidak mau km semakin marah dek... makanya mas menunggu perasaan adek membaik dl baru mas jelaskan pelan2


N : mas janji.. mulai sekarang mas akan selalu menjelaskan apapun jika qt ada masalah tanpa nunggu besok2


V : lucunya suamiku... aq jd gemes... (mencubit pipi nathan)


N : sakittt dek.... (memeluk vannya)


V : mas malu ih...di tempat umum kok peluk2...


N : biarin ini balasan dari cubitan kamu tadi.... wkwkwk


V : mas...... adek malu....

__ADS_1


N : mas sayang km dek


V : ayo ke kamar.... adek mau ganti baju


N : disini aja...


V : (mencubit lengan suaminya lalu bergegas pergi)


di kamar hotel....


N : dek sini.... (menepuk nepuk sofa di samping ia duduk)


V: (duduk)


N: mas akan jelaskan semuanya... supaya adek gak salah paham lagi ok


V : (mengangguk) (menyandarkan kepala di pundak nathan)


N : mas dulu tumbuh dan besar di Bali. tanpa orang tua karena mas kehilangan mereka saat banjir itu datang. mas berusaha sekuat tenaga mas untuk sekolah. dalam hati mas,, mas hatus bisa sekolah apapun mas akan lakukan agar mas bisa sukses kelak. karena mas laki2, tentu akan menanggung tanggung jawab yang besar. saat itu mas bisa bersekolah karena mendapatkan bantuan dari pemerintah, satu2nya teman mas ya hanya stevani. karena teman2 sekolah mas dulu semua memnjauhi mas karena mas anak panti asuhan. mas tidak punya uang untuk sekedar ikut bergabung dengan mereka dikantin. tapi stevani dulu yang selalu memberikan mas bekal yang ia bawa dari rumah. mas hanya sebatas sahabat dengan dia, mas tidak punya keinginan untuk pacaran saat itu, karena memang mas hanya ingin fokus sekolah. mungkin karena kedekatan kita, dia menganggap mas adalah pacarnya. tapi demi apapun sayang... mas tidak memiliki perasaan apapun sama dia. kamu percaya kan sama mas?


V : iya mas... adek percaya, adek hanya butuh penjelasan. adek gak suka ada wanita yang meluk2 mas kaya dia kemaren. adek gak suka. adek takut mas pergi lagi. (menangis)


N : (memegang wajah vannya dengan kedua tangan nathan) (menghapus air mata di pipi vannya) mas janji, mas hanya akan pergi jika mas mati dek... jangan takut lagi,, mas gak akan ninggalin adek seperti dulu. (memeluk vannya)


V : (menangis) janji ya mas...


N : janji sayang.... udah ya,, gak boleh sedih2 lagi... kita kan mau honeymoon


V : ih.. mas genit,, (memeluk erat nathan )

__ADS_1


Akhirnya masalah terselesaikan.


Vannya berjanji utnuk selalu percaya suaminya begitupun suaminya berjanji untuk selalu menjelaskan apapun tanpa menunda2nya....


__ADS_2