
"Lalu apa mau kamu kemari? kalau hanya sekedar ingin memberitahukan selembar kertas itu, sudah kan?? sebaiknya kamu pergi!!" ucap Kenzo sengaja mengusir Surya
"Aku tidak akan pergi dari sini sebelum aku membawa putriku" jawab Surya tak mau kalah dari Kenzo
"Jangan mimpi kamu Surya untuk membawa anakku" giliran Delima yang ikut bersuara
Surya menatap Delima, walau jarak nya tidak terlalu dekat, tapi bisa melihat bagaimana ekspresinya
"Jangan lupa dia juga putriku, apa kamu sudah lupa kalau aku sudah mem-"
"Stop....Surya stop!! mau kamu apa??" Delima sengaja memotong ucapan Surya yang dia yakini akan kemana mana nantinya
"Aku cuma mau putriku!!" ucap Surya tegas
"Tidak!!! sampai kapanpun aku tidak akan memberikan Adel untukmu"
Surya melirik sekilas putri cantiknya yang masih terlelap di gendongan Mami nya Delima
"Adel?? namanya Adel?" tanya Surya
"Adella" jawab Kenzo singkat
Surya tersenyum "Adella Gunadi"
'Tidak....jangan pernah kamu memberikan nama belakang untuk cicitku!" ucap Opa Hendra yang sudah berdiri dan ada Satria di sebelah Opa Hendra
"Sampai kapanpun Adella adalah cicit ku, dan sampai kapanpun nama nya tidak akan berubah Adella Mahendra, dia keturunan Mahendra sampai kapanpun"
"Jadi, kamu jangan coba coba untuk menggantinya" ucap Opa Hendra dengan sedikit berteriak
"Tapi...Opa dia...!!"
"Sudahlah Surya tidak perlu diributkan lagi, yang penting Adel" ucap Mamah Surya yang mencoba agar tidak berdebat dengan Opa Hendra
Sementara Delima yang mendengar itu merasa bersalah dan langsung memeluk Opa Hendra
"Opa...maafkan Delima Opa, Delima tidak bisa menjaga diri, andai saja waktu itu Delima tidak pulang sore, ini semua tidak akan pernah terjadi"
Delima mengucapkan kata kata itu sambil menangis di pelukan Opa, terlihat juga Opa juga meneteskan air matanya kala mendengarkan Delima menyalahkan dirinya sendiri
Opa Hendra melepaskan pelukan Delima, kemudian menatap wajah Delima yang sudah bertabur dengan air mata
"Delima cucu Opa, jangan menyalahkan diri kamu sendiri, itu bukan salahmu, semua itu musibah dan salah si bereng*ek itu"
"Dan sampai kapanpun Adel tetap menjadi cicit Opa dan bagian dari keluarga Mahendra"
__ADS_1
"Terimakasih Opa, Delima sayang ma Opa" Delima kembali memeluk Opa Hendra dan menangis di pelukan Opa"
"Sudah sudah jangan menangis, kamu sudah banyak menderita setahun terakhir ini, dan Opa tidak mau melihat kamu menangis lagi"
Delima kemudian tersenyum, dia sangat bersyukur sekali berada di dalam keluarga Mahendra.
"Kenapa elu gak cerita ma gue Del?? apa elu gak nganggep gue sahabat elu lagi?? saudara elu lagi??" ucap Satria yang langsung memeluk Delima
"Maaf...maaf, buka maksud gue seperti itu, ini aib Bang...gak seharusnya gue ceritain"
"Tapi, elu pendam sendiri dan bikin elu menderita"
"Udah gue gak apa apa, tolong jangan benci Adel ya, elu boleh benci Surya tapi jangan benci Adel"
Delima seakan akan tau apa yang akan dikatakan oleh Satria mengenai Surya.
"Tidak akan...gue gak akan benci Adel, seperti kata Opa, dia adalah keluarga Mahendra, sampai kapanpun"
Delima kemudian meninggalkan Opa dan Satria, kini dia beralih menuju Surya
"Kamu sudah liat kan?? Adel di sini baik baik saja, dan banyak yang menyayangi Adel, jadi sebaiknya kamu pergi saja, Adel juga tidak butuh kamu" ucap Delima tegas di depan Surya
Surya menggeleng "Aku tidak akan pergi sebelum membawa Adella dengan ku"
"Aku tidak akan membawa Adel pergi, tetapi ada syaratnya!!" ucap Surya dan tersenyum menatap Delima
"Apa syaratnya??" buka Delima yang bertanya, melainkan Kenzo
"Ijinkan aku untuk menemui Adel setiap hari, setiap saat, dan aku gak akan membawanya"
"Tidak...tidak akan...aku tidak akan mengijinkannya" Delima kembali menjawab dengan nada yang tinggi
Sementara Kenzo, yang sedari tadi masih di samping Delima, ekor matanya melirik ke arah Papah Erik, Papi Jovan, Kakek, dan juga Opa Hendra, dan semuanya mengangguk, karena Kenzo tau keputusan dari keluarga besarnya sekarang sangat berpengaruh, terutama untuk istri dan anaknya.
Kenzo menghela nafas, sebenarnya dia berat sekali untuk menyetujuinya, tetapi demi Delima dan juga Adel
"Baiklah....kamu boleh menemui putriku, asalkan kamu jangan mengambil Delima dan juga Adel dalam hidupku, mereka adalah istri dan anakku"
"Bang....."
"Shutt.....abang lakuin demi kamu dan Adel, abang agak mau kehilangan kalian"
Delima seketika langsung memeluk Kenzo, dirinya tau kalau suaminya itu terpaksa melakukannya.
"Oke, aku setuju" Surya juga sementara menyetujui ucapan Kenzo, untuk kali ini yang penting dia bisa melihat Adel setiap hari itu sudah cukup, dan melihat Delima tentunya
__ADS_1
Oek....oek...oek...
Adel kecil yang tadi tidur di gendongan Omanya, kini terbangun dan menangis, Surya yang mendengar putrinya menangis langsung menghampiri Mami nya Delima
"Boleh Surya gendong Tan?" tanya Surya yang melihat Adel masih menangis di gendongan
Mami Delima tidak langsung menyerahkan Adel ke Surya, tetapi beliau menatap ke arah Kenzo, untuk mendapat persejuan dari Kenzo, dan Kenzo dengan segera mengangguk
Mami Delima tersenyum, kemudian menyerahkan Adel ke tangan Surya
"Hati hati" Ucap Mami nya Delima
Surya mengangguk, kemudian membawa Adel kedalam dekapannya "Adel, ini Papi sayang, jangan nangis lagi, ada Papi di sini"
Dan seketika Adel kecil langsung diam, dia tidak menangis lagi, dan tangan mungil itu langsung bergerak menyentuh wajah Surya
"Adel, putri Papi" Surya mencium kening dan pipi Adel, dengan air mata yang dibiarkan mengalir begitu saja, air mata bahagia tentunya.
Surya kemudian melirik ke arah Mamah dan Papahnya
"Mah, Pah, ini putri Surya, cucu Mamah dan Papah, apa Mamah dan Papah tidak ingin menggendongnya?"
Mamah Surya seketika langsung menangis, dan menghampiri Surya
"Biar Mamah gendong ya, Adel cantik banget, benar benar cantik"
Sedangkan Papah Surya juga ikut melihat cucu cantiknya yang baru saja beliau ketahui
"Cucu Opa, pewaris kekayaan Gunadi"
Surya, Mamah dan Papah Surya begitu senang dengan hadirnya Adel, walaupun tidak bisa membawa pulang Adel, tetapi setidaknya mereka sudah mengijinkan untuk Surya dan kedua orang tuanya melihat Adel
Mamah dan Mami Delima kemudian menghampiri Delima, kemudian memeluk Delima "Sayang, kenapa gak cerita ma Mamah, kenapa gak cerita juga sama Mami, dan kenapa kamu memendamnya sendiri nak?" ucap Mamah Nia, Mamah mertuanya Delima
"Delima gak apa apa Mah, Mi...dan maaf telah membuat malu kalian"
"Jangan bilang begitu, semua sudah terjadi, dan semua sudah takdir, Mami harap kamu tidak benci Adel ya nak"
Delima menggeleng "Gak mungkin Mi, Adel anakku dan aku gak mungkin membencinya, aku yang melahirkannya"
Kenzo menghampiri Delima "Kenzo juga Mi, sampai kapanpun Adel anak Kenzo, anak kandung Kenzo Mi, dan gak ada yang bakalan misahin kita"
Sementara Surya, dia masih asyik bermain dengan Adel, menciumi serta memeluk erat Adel.
"Terima kasih sayang, hadirmu membuat hidup Papi jadi bahagia, Papi janji akan menjadi lebih baik lagi, demi Adel"
__ADS_1