Cerita Cinta Kita

Cerita Cinta Kita
Cocok


__ADS_3

Satu Bulan telah berlalu, dan satu bulan inilah penantian panjang yang di tunggu tunggu oleh Surya. Surya begitu menanti nanti hari ini, hari di mana setelah 10bulan dia lalui tanpa kepastian dan kejelasan.


Di sini lah, di Rumah Sakit, tepat 2hari setelah baby girl Delima lahir, Surya sudah menyerahkan guntingan rambut baby cantik itu untuk di tes DNA, bukan Surya tidak percaya kalau si cantik itu adalaha putri kandungannya, hanya saja ucapan tanpa pembuktian hanyalah hoak belaka.


Dan bukan hanya bukti hasil DNA saja yang akan di berikan untuk Delima, tetapi juga rekaman video dimana dia menggunting sedikit rambut baby cantik itu yang Surya sendiri belum tau namanya, sampai dia menyerahkannya ke bagian yang bertugas mengidentifikasi dari pihak Rumah Sakit.


Semua, semua sudah Surya persiapkan jika Delima dan Kenzo masih mengelak jika kemungkinan itu adalah anak nya.


Dan hari ini, sesuai dengan yang Dokter janjikan ke Surya, hasil tes DNA itu akan segera dia ketahui.


"Bagaimana hasilnya Dok?" tanya Surya yang sudah sekitar setengah jam yang lalu sudah berada di ruangan Dokter itu.


Dokter itu lalu membuka sebuah amplop yang didalamnya tentunya berisi tentang hasil dari tes DNA yang diinginkan oleh Surya.


Dokter itu mengamati selembar kertas putih dan membaca isinya, lalu kemudian tersenyum


"99,9% dia adalah putri Anda" ucap Dokter itu dengan menjelaskan secara rinci mengenai kecocokan antara Surya dengan baby girl nya itu


"Alhamdulillah" ucapan singkat tapi penuh makna yang diucapkan tulus bukan hanya dari mulut saja tetapi juga dari hati.


"Terima kasih Dok" Surya menyalami Dokter itu kemudian pamit meninggalkan sang Dokter


Surya keluar dari Rumah Sakit dengan perasaan lega dan juga bahagia, penantiannya bertahun tahun lamanya untuk memiliki keturunan dari Delima akhirnya terwujud, bahkan apa yang sudah Surya inginkan dan Surya idam idam kan mempunyai seorang anak yang berjenis kelamin perempuan sudah terwujudkan.


"Sayang, papi datang....Papi akan beri tau semuanya kalau Papi ini adalah Papi kandungmu, dan di dalam tubuhmu mengalir darah Papi, keturunan dan pewaris tunggal keluarga Gunadi" gumam Surya dengan memeluk sebuah amplop hasil tes DNA itu.


Surya kemudian mengambil ponselnya dan menelpon asisten pribadinya


"Roy, kamu sudah siapkan semua yang aku perintahkan tadi?? satu jam lagi aku tunggu di sana"


Tanpa mendengar jawaban dari Asistennya, Surya langsung memutuskan sambungan teleponnya. Tetapi kemudian dia lanjut lagi untuk menelpon seseorang

__ADS_1


"Mah, Mamah di mana?? Di rumah kan?? siap siap dandan yang cantik, lima belas menit lagi Surya sampai rumah, kita akan ke suatu tempat"


"Klik" lagi lagi Surya mematikan sambungan teleponnya tanpa menunggu jawaban dari Mamahnya.


"Masih ada satu lagi" gumam Surya tersenyum senang


"Hallo Pah, Papah jangan kemana mana, setengah jam lagi Surya sampai di sana, batalkan semua meeting dan acara Papah, karena ini sangat penting, lebih penting dari apapun"


Surya sudah selesai menghubungi kedua orang tuanya, karena berita baik ini harus disaksikan oleh orang tuanya. Tapi sebelum ke rumah Delima, Surya sudah merencanakan untuk berkunjung ke sebuah Panti Asuhan.


Lima belas menit telah berlalu, dan kini Surya sudah sampai di rumah mewahnya, dan terlihat Mamah Surya sudah menunggu di ruang tengah, sedang menanti kedatangan putra nya dengan rasa penasaran.


"Ya, sebenarnya Mamah mau di bawa kemana?" tanya Mamah menyelidik dan juga gemas dengan putra nya yang dengan seenaknya menyuruh untuk dandan yang cantik


"Nanti Mamah juga tau, ayok berangkat kita ke kantor Papah"


Mamah Surya memukul lengan putra nya itu "Kamu suruh Mamah dandan cantik kayak gini hanya untuk ke kantor Papah Ya? tau gitu Mamah gak ikutin ucapan kamu" ucap Mamah Surya dengan cemberut


Mamah Surya mengangguk tetapi juga penasaran, sebenarnya mau dibawa kemana dirinya oleh Surya


Mobil Surya sudah berada di depan kantor Papahnya "Mah, mamah tunggu di sini saja, aku ke dalam dulu"


Surya kemudian membuka mobilnya kemudian berlari agar segera ke ruangan Papahnya.


"Pah ayok" tanpa menunggu lama, Surya sudah bersama Papahnya dan sekarang sudah sampai di depan kantor


Surya mengemudikan mobilny, sengaja dia tidak menggunakan supir nya siang ini. Tak menunggu waktu lama, mobil Surya juga sudah berhenti di sebuah Panti Asuhan dan bersamaan dengan mobil Roy dan sebuah pick up yang membawa barang barang kebutuhan Panti Asuhan


Mata Papah dan Mamah Surya saling pandang, karena heran mengapa Surya tiba tiba mengajak ke Panti Asuhan


"Ya??" ucap Mamah Surya yang sudah ikut turun dan berada di samping putra nya.

__ADS_1


Seakan mengerti ucapan dari Mamahnya, Surya akhirnya berbicara ke intinya "Aku cuma ingin mengucap syukur atas sesuatu yang selama ini aku inginkan dan akhirnya terwujud, Mah"


Mamah Surya masih menatap lekat wajah anaknya, beliau masih bingung dengan apa yang disampaikan oleh putranya itu.


"Nanti Mamah dan Papah akan tau sebenarnya, kita masuk saja dulu" ucap Surya kemudian


Surya masuk ke sebuah Panti Asuhan dan di sana sudah disambut baik oleh Ibu pengurus Panti, karena Surya memang sudah menghubungi Ibu Panti itu.


Setelah berbincang bincang dan menyerahkan barang barang keperluan panti, akhirnya Surya dan orang tuanya pamit meninggalkan Panti Asuhan, kemudian pergi ke suatu tempat lagi.


"Ya, tidak kusangka, anak Mamah bisa melakukan itu" puji Mamah Surya, dan hanya mendapatkan senyuman dari Surya


"Kita mau kemana lagi Ya?" ucap Papa Surya yang melihat laju mobilnya tidak mengarah ke rumahnya dan juga tidka arah ke kantornya


"Rumah Delima" jawab Surya dengan tersenyum senang


"Mamah dan Papah jangan tanya tanya dulu, nant aku jelasin disana" ucap Surya yang mengerti seakan akan kedua orang tuanya ingin menginterogasinya.


~


Di Rumah Delima


Barisan mobil mewah sudah berjejer rapi di halaman rumah Delima. Ya tepat hari ini, satu bulan baby Adel melihat dunia, dan keluarga Pradipta dan Keluarga Mahendra ingin mengadakan syukuran kecil kecil an yang tentunya hanya di hadiri oleh keluarga inti saja.


Delima nampak cantik dengan balutan dres maroon nya, begitu juga baby Adel yang sudah terlihat semakin cantik di usianya yang baru menginjak satu Bulan.


Tanpa ditanya lagi Paps tiga orang anak juga tidak kalah gantengnya, dan juga si kembar yang sudah berusia dua tahun ikut memeriahkan acara syukurannya.


Acara syukuranpun selesai, mereka yang hadir di sana memanjatkan doa untuk Adel tentunya dan juga untuk seluruh keluarga besar Pradipta dan Mahendra. Mereka saling ngobrol dan bercanda, hingga tawa mereka di hentikan oleh ucapan salam dari seseorang


"Assalamualaikum"

__ADS_1


__ADS_2