
Kring....
Alarm ponsel Delima berdering, sengaja menyetel agak pagi karena suaminya hari ini sudah berangkat ke kantor.
Delima mematikan alarm itu, kemudian menyingkirkan tangan Kenzo pelan pelan.
"Mmm.....mau kemana sayang? di sini aja!" ucap Kenzo yang tidak rela jika tubuh istrinya menjauh dari tangan nya.
"Udah pagi Bang, aku mau siapin sarapan dan keperluan abang dulu, sebelum si kembar bangun"
"Ada Mbok Nah, Mbok Yun dan Mbok Siti di bawah, kamu ngerjain yang ini dulu" tangan Kenzo menarik tangan Delima dan menuntun nya ke bawah
"Hmmm.....mau di kerjain gimana? di oseng atau di cincang?"
"Aishh....jangan donk....nanti habis, dan kamu gak kebagian"
"Kalau aku gak kebagian ya cari lain yang lain, gampang kan"
Kenzo menggenggam erat tangan Delima dan matanya menatap tajam mata Delima, tanpa berkata kata sudah membuat Delima takut
"Iya...iya...maaf, aku cuma punya abang aja, mau di kerjain model gimana?? tapi tatapannya jangan gitu, nyeremin"
Delima begitu ngeri ketika Kenzo menatap nya, tatapan mata yang susah diartikan, antara mesum dan marah, semua nya membuat Delima gagal fokus.
"Seperti biasa sayang, di itu in, bener bener candu abang, kamu benar dahsyat dan memabukkan yank"
Delima nampak malu malu tapi sebenernya juga pengen mukul kepala suaminya, bisa bisa nya pagi pagi dah minta lagi, padahal semalam aja udah, sampe kebas bibir Delima.
"Lama...." ucap Kenzo langsung menyambar bibir Delima, dan tangan Delima di tuntun Kenzo untuk memegang Si Ono.
Delima memposisiskan dirinya senyaman mungkin, agar usaha nya cepat selesai
Delima memulai aksinya, merangkak ke bawah, dengan cepat tangan Delima memegang si Ono, karena dari semalam Kenzo masih p*los, Delima mulai menarik turunkan tangannya dengan tempo dari lambat hingga cepat, dan dengan cepatnya Ono sudah bereaksi,.
Melihat Ono yang semakin kenceng dan sudah mengeluarkan sesuatu, tangan Delima dengan sigap langsung menambah kecepatan.
"Sayang...." Kenzo terus me**mas gunung kembar Delima, dan tangan satunya memegang kepala Delima
__ADS_1
"Tambah kecepatan sayang" ucap Kenzo yang dirinya sudah mulai keenakan.
Kini giliran bibir Delima yang bekerja, seperti hal.nya dengan tangannya tadi, bibir Delima sudah me***lum Ono yang semakin tak terkendali, me***sap dan sesekali meng gigit nya.
"Ah....." Kenzo sudah tidak tahan lagi, ditarik nya istrinya itu untuk berbaring di kasur, dan lagi lagi Kenzo mengarahkan si Ono untuk masuk ke mulut Delima.
Seperti ikan mendapatkan umpan, Delima langsung menerima dan melahap habis sampai ke ujung ujung nya
Si Ono menggeliat, lalu Kenzo menarik Ono dari mulut Delima, dan kemudian menggesek gesekkan nya di belahan gunung kembar Delima, dengan tangan Delima ikut menuntun Ono supaya cepat memuntahkan lahar panas nya
"Ah......."
Kenzo lalu mengecup bibir manis Delima "Makasih, sangat p*as dan nikmat"
Delima tersenyum, merasa dirinya juga senang bisa melayani suami nya dengan cara yang berbeda.
"Mau mandi bareng, tapi mandi aja ya" tawar Delima, karena dia sudah melihat waktu sudah hampir pukul enam pagi, dan sebentar lagi anak anaknya pasti akan mencari nya
Kenzo mengangguk lalu menggendong istrinya.
Setelah mandi yang hanya mandi saja, Delima menyiapkan pakaian untuk suaminya, dan membantu memakaikannya, tentunya dirinya sendiri sudah rapi
Delima mengangguk, dan bertepatan dengan suara tangisan baby Z
"Kok barengan sih nangisnya sayang" ucap Delima, lalu mengambil baby girl terlebih dahulu
"Abang, tolong gendong Kenzi dulu, susunya udah aku siapin di meja, sementara aku minumin Kenza dulu Bang, nanti gantian"
Kenzo mengangguk dia tau betul kalau anak anak nya nangis barengan pastinya Delima sangat repot.
"Anak Paps, minum ini dulu ya, ini juga sama kok isinya punya nya Mams, gantian ma adeknya dulu ya"
Ajaib, Kenzo dengan cepat langsung bisa menenangkan baby boy nya, dia memang sudah bertekad sejak mengetahui istrinya hamil kembar, Kenzo sudah mulain belajar menggendong bayi dan juga menenangkan jika rewel.
Dan setelah baby Z lahir, Kenzo juga berkeinginan untuk membatasi aktivitasnya di kantor, dan berniat untuk mencari sekertaris tambahan yang akan meringankan tugas Dimas dan juga Danis.
"Abang udah siap?"
__ADS_1
"Udah sayang, ayo turun" ajak Kenzo dengan menggendong Kenzi dan juga membawa tasnya.
Kegiatan ini akan dilakukan Kenzo dan Delima setiap harinya, Kenzo dan Delima akan membawa anak anak nya satu satu dan turun ke bawah, baru itu diserahkan kepada Mbok Yun dan Mbok Siti.
"Pagi Mbok, maaf gak sempet bantuin"
"Gak apa apa Non, udah selesai juga"
Mbok Yun dan Mbok Siti mengambil Baby Z, dan memandikannya
"Mau pake apa Bang?"
"Pake kamu aja yank, gemes aku, punya baby, kamu malahan semakin cantik dan tambah dewasa"
"Dan juga tambah hot" bisik Kenzo
"Hemmmm.....mulai deh ngrayunya"
"Em abang jadi nambah sekertaris lagi?"
"Iya yank, kenapa?"
"Cewek atau cowok?" selidik Delima jika takut nantinya sekertaris barunya perempuam, centil lagi
"Cowok sayang, udah dapet, lagian abang gak mungkin nyari yang perempuan, disamping gak bisa gerak cepat, istriku yang cantik nanti cemburu"
"Dan kalau sudah cemburu, terus marah marah gak jelas, terus ngambek, dan yang lebih parahnya abang gak di kasih jatah" lanjut Kenzo
"Nah itu abang tau"
"Ya udah, abang kerja dulu, baik baik dirunah, jangan terlalu capek, abang akan pulang cepat sayang"
Muahh
Satu kecupan berhasil mendarat di kening Delima dan
Cup
__ADS_1
Satu lu**tan di bibir manis Delima