
Amanda Calling
Mendengar istrinya menyebutkan nama Amanda, Kenzo semakin gelisah,
"Angkat aja yank" ucap Kenzo dengan mencoba pura pura agar Delima tidak curiga
Sementara Delima, dengan malasnya mengangkat ponsel Kenzo
"Hallo....."
Hening tak ada suara.
"Hallo......" ucap Delima lagi kali ini dengan nada yang agak keras
Masih tidak ada jawaban dari sebrang. Dan akhirnya Delima menjauhkan ponselnya "Yank...udah aku angkat, tapi orangnya diam saja"
Kenzo yang didalam kamar mandi tambah gelisah, dia baru ingat kalau semalem dia mengirim pesan ke Amanda untuk mengajaknya ketemua, karena hari ini dia akan tiba di Indonesia.
"Udah matiin aja yank kalau gak mau ngomong, mungkin orang iseng" Kenzo kembali menyerukan suaranya dari dalam kamar mandi
"Orang iseng?? yang benar saja....orang iseng kok ada namanya"
"Awas kamu Bang, jika kamu selingkuh dibelakang aku"
Telpon kemudian dimatikan oleh Amanda, niat hati Delima ingin mematikan panggilan teleponnya tetapi sudah keduluan oleh Amanda dan kebetulan Delima masih memegang ponsel Kenzo, tampaknya pagi ini suatu keberuntungan atau musibah buat Kenzo.
Ting
Sebuah pesan masuk diponsel Kenzo yang masih Delima pegang.
"Aku udah di Indo, nanti siang kita bisa ketemu" bunyi pesan yang dikirmkan oleh Amanda.
Delima membulatkan mata ketika dengan sengaja membaca pesan yang dikirimkan oleh seseorang yang bernama Amanda
Curiga? pastinya, istri mana yang tidak curiga bila pagi pagi sudah ada wanita yang menelpon suaminya dan mengirimkan pesan untuk mengajak ketemun
"Klien?? Bukan" Setau Delima segala sesuatu yang menyangkut urusan kantor apalagi jadwal ketemuan dengan klien, pastilah sudah dihandel oleh Dimas.
"Teman? maybe...."
Walaupun Delima curiga tetapi dia juga masih mempunyai akal sehat untuk berpikir, selagi belum ada bukti, Delima tidak akan mempercayainya.
Ceklek
Kenzo keluar dari kamar mandi dengan handuk yang dililitkan pada bagian pinggang ke bawah. Kenzo memeluk Delima dari belakang, menenggelamkan dagunya dileher jenjang Delima
"Sayang....." panggil Kenzo dengan mesranya. Kenzo tau kalau istrinya kini sedang tidak baik baik saja.
__ADS_1
Kenzo membalikkan tubuh Delima, mata Kenzo bertemu dengan mata Delima
"Amanda, dia teman aku, seorang model Internasional, seniornya Marisa, dia menetap di Jerman, tetapi hari ini dia ada pekerjaan di Jakarta, jadi dia ngajakin ketemuan abang".
Kenzo mengatakan panjang lebar, bukan sepenuhnya berbohong tetapi kenyataannya memang benar, dia dan Manda dulunya adalah teman, dan kedatangan Manda di sini memang tujuan utama nya karena ada pemotretan di Jakarta.
"Abang tau kamu pasti cemburu, percaya sama abang ya, didalam hati abang cuma ada nama kamu sayang, i love u istriku cantik"
Delima mengangguk, kemudian dengan erat memeluk Kenzo "Aku percaya ma abang, jangan sia siakan kepercayaan yang aku berikan"
Kenzo meraih dagu Delima kemudian mencium bibir Delima dengan sangat lembut namun juga penuh ha*rat.
Kring....Kring
Bunyi ponsel Delima mengagetkan sepasang suami istri yang sedang melakukan adegan 18+ nya.
"Sial.......ada ada aja yang ganggu"
Delima tersenyum "Bisa dilanjut nanti malam, aku mau angkat telepon dulu yank"
Delima mengambil ponselnya dan tertera nama Tante Lina calling
"Huff pasti masalah anaknya, si Duda yang manja"
Kenzo mendekat, karena melihat istrinya belum mengangkat teleponnya "Siapa yank? kok gak diangkat"
"Tante Lina" jawab Delima singkat
"Emaknya si Vano yank"
Kenzo mengangguk "Ya udah angkat aja, sapa tau penting"
Delima mengangakat telepon dari Tante Lina, sambil tangan satunya menyiapkan baju untuk suaminya pakai.
"*Hallo Tan" sengaja Delima loudspeker
"Hallo sayang....tante minta tolong bisa*?"
"Cieh....pake sayang sayangan....bini gue itu mak, jangan tempelin ke anakmu" ucap Kenzo pelan tapi Delima masih mendengarnya
"Sayang, diem"
Cup
Delima menjauhkan ponselnya sebentar lalu mengecup bibir Kenzo sekilas "Dah anteng dulu"
"*Delima sayang, hallo masih disitu nak" ucap Mamah Vano diseberang sana, ketika tidak mendengar suara dari Delima
__ADS_1
"Oh iya Tan, masih, minta tolong apa?"
"Kamu bisa gak siangan nanti jenguk Vano, Vano masuk masuk Rumah Sakit, kondisinya masih belum stabil akibat sengaja ujan ujanan kemarin*"
"Modus yank modus jangan mau" lagi lagi Kenzo sengaja mengganggu obrolan Delima dan Tante Lina.
"*Gimana Del, Vano dari semalam nanyain kamu terus, kamu bisa kan?" suara Tante Lina kedengaran memohon
"Aduh giman ya Tan...." Delima melirik Kenzo sekilas, dan Kenzo pun menggeleng
"Maaf Tan, aku gak bisa"
Hening, tiba tiba Tante Lina diam
"Kamu gak kasian ama Tante Del, tolongin Tante ya, jagain Vano bentar aja" pinta Tante Lina
Delima lagi lagi menatap suaminya, dan lagi lagi Kenzo juga menggeleng
"Maaf Tan" ucap Delima lirih
"Tante bisa gak bicara ma suami kamu Del, pasti sekarang lagi disamping kamu kan?"
Kenzo yang mendengar perkataan Tante Lina langsung mengambil ponsel Delima
"Hallo Tan...aku Kenzo suami Delima" dengan agak sedikit kasar dan galak, Kenzo memperkenalkan diri*
Delima yang mendengar suara Kenzo yang kasar lalu berbisik "Jangan galak galak, nanti kalau emak itu kena serangan jantung abang yang repot, kalem aja, selow kayak dipulau, sante kayak dipante"
"Nak Kenzo, Tante minta tolong ya, tolong ijinin Delima untuk jenguk Vano anak Tante, apa nak Kenzo tidak kasian ma Tante, Vano anak Tante satu satunya dan sekarang masih terbaring lemas di Rumah Sakit, dia mengigau terus dari semalam, anggap aja Tante ini Mamah nak Kenzo yang sedang memohon demi kesembuhan anaknya"
Deg
Kenzo seakan seperti diingatkan oleh Tante Lina tentang Mamah Nia, selama ini dia belum bisa memberikan yang terbaik untuk Mamahnya, hati Kenzo mulai tersentuh Hem pinter juga emak yang satu ini membuat alasan, kalau sudah urusannya dengan sang emak, hati Kenzo luluh juga
Kenzo melirik ke Delima, Delima pun mengangguk, bukan apa apa, karena yang menyebabkan Vano masuk Rumah Sakit adalah dirinya, jadi mungkin dengan kedatangan Delima, bisa menyembuhkan Vano dan mengurangi rasa bersalah Delima.
"*Yah Tante, tapi jangan tempelin istriku ma anak Tante loh, Delima cuma milik aku Tan, aku gak mau berbagi, apalagi dengan anak Tante"
"Haaaaa....Tante Lina tertawa, makasih nak Kenzo, Tante tidak akan nempelin Delima ke anak Tante, tapi Tante akan mengikat Delima agar tetap disamping anak Tante haaaaa"
Klik dan ponsel pun dimatikan oleh Tante Lina*
"Gila tuh emak emak, malahan tertawa sendiri, udah dikasih hati malahan minta jantung"
Delima yang melihat suaminya menggerutu sendiri kemudian mencium kedua pipi Kenzo dan berakhir di bibir Kenzo "Udah gak baik nggunjingin orang tua"
"Sayang tapi bener ya, nanti jangan lama lama jengukin si Panu itu, dan jangan dekat dekat, jaga jarak yank, kalau dia macem macem teriak aja, atau kalau perlu kamu bawa senjata apalah gitu, atau bisa kamu pukul dengan sendal kamu"
__ADS_1
Delima mengangguk dengan tangannya memasangkan dasi untuk suaminya, Kenzo yang melihat Delima pagi ini yang kelihatan cantik jadi gemas, lalu menarik pinggang Delima sehingga hidung Delima dan hidung Kenzo saling bertemu
"Aku mau satu ronde pagi ini" bisik Kenzo