
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam" jawab semua yang ada di sana kompak
Deg
Delima yang tadinya menggendong baby Adel dan bercengkerama dengan keluarganya sontak kaget ketika mendengar suara salam dari seseorang
Mata Delima dan Surya bertemu, Surya seketika langsung tersenyum menatap Delima, tetapi dengan cepat Delima memalingkan wajahnya.
Kenapa dia muncul lagi? sudah baik baik dia tidak melihatkan batang hidungnya itu, tapi sekarang....
Kenzo yang melihat Surya dan ekspresi istrinya, langsung segera menghampiri istrinya dan memeluknya.
"Ada abang di sini jangan takut" bisik Kenzo di telinga Delima
Kenzo kemudian melepas pelukan Delima, kemudian menghampiri Surya yang masih berdiri didepan pintu bersama dengan kedua orang tuanya.
"Ada apa kamu ke sini?" tanya Kenzo dengan tatapan mata membunuh
"Aku kesini hanya ingin bertemu dengan anakku" jawab Surya dengan menatap kembali mata Kenzo
Kedua laki laki itu saling menatap, ke empat matanya seakan sama sama mengisyaratkan kebencian dan permusuhan. Apalagi Kenzo, tangannya sudah terkepal dan siap untuk membogem kembali wajah Surya
Sementara Surya hanya tersenyum, dia saat ini merasa senang dan menang karena sesuatu yang akan dia katakan untuk semuanya.
Sedangkan yang lainnya, hanya bisa melongo mendengar ucapan Surya, begitu juga dengan Delima, yang rasanya sudah campur aduk tak karuan
"Anak?? anak apa maksudmu??"
Kenzo kembali manatap Surya, kali ini rasanya ingin menguliti hidup hidup laki laki itu.
"Anak aku, baby girl yang baru saja di lahirkan Delima"
Semua kembali menatap Surya ketika mendengar ucapan Surya, lalu dengan serempak mereka berdiri.
"Maksud kamu apa Ya?" tanya Mamah Surya yang juga kaget mendengar ucapan putranya
Begitu juga dengan Papah Surya "Kamu jangan macam macam Surya"
Surya menyerahkan sebuah amplop dari tangannya untuk Mamahnya
"Mamah bisa baca dulu" ucap Surya
Mamah dan Papah Surya membuka amplop itu, kemudian membaca setiap kata yang ada ada didalam kertas itu
"99,9% cocok"
__ADS_1
"Maksudnya apa Surya?"
Surya kembali mengambil kertas yang baru saja di baca kedua orang tuanya, lalu tersenyum "Anak yang dilahirkan Delima satu bulan yang lalu adalah anak kandung aku, Pah, Mah"
Jederrr
Bagai di sambar petir di siang hari, tubuh Delima tiba tiba lemas tak bertenaga, untungnya ada Kenzo yang berada di samping Delima. Delima kembali meneteskan air matanya, dia teringat kejadian sebelas bulan yang lalu, dengan tanpa busana berada satu kamar dengan Surya, walau Delima sendiri tidak tau apa yang sudah terjadi.
Sementara Mami Delima yang melihat Delima lemas langsung saja mengambil Baby Adel dari gendongan Delima
"Biar Mami gendong Adel" ucap Mami Delima
Delima masih diam terpaku di pelukan suaminya, untuk sekarang Kenzo hanya ingin istrinya tenang dan tidak kembali menangis.
"Anak kandung??? maksud kamu gimana Ya?? Mamah tidak mengerti" lagi lagi Mamah Surya yang bertanya kepada putranya, sementara Keluarga Kenzo dan Keluarga Delima memilih untuk diam dulu sembari mendengarkan ucapan dari Surya
"Iya Mah, itu anak aku dan Delima" ucap Surya dengan matanya melirik ke arah Delima
"Bohong....bohong....itu tidak benar" teriak Delima yang mencoba melihat Surya dengan tatapan membunuhnya
"Coba kamu ceritakan Surya?"
Surya kemudian menceritakan secara detail kejadian sebelas bulan yang lalu, dari dirinya membius Delima, hingga membawa Delima ke Apartemennya.
Plakkk
Mamah Surya menampar wajah Surya "Mamah tidak pernah mengajarkanmu untuk berbuat seperti itu"
Plakkk
Surya hanya diam saja, Surya akui dirinya memang salah, tetapi kesalahannya adalah kebahagiaannya.
Bugh
"Breng*ek kamu" Satu pukulan dilayangkan oleh Papi Jovan "Tega kamu ya berbuat seperti itu pada putriku
Papi Jovan geram, dia sama sekali tidak menyangkan jika Surya, putra dari teman baiknya itu tega melakukan sesuatu yang menyakiti hati putri kesayangannya. Papi Jovan ingin kembali melayangkan pukulan ke Surya, namun tanganyya di cekal oleh Papah Erik
"Biar aku saja" dan
Bugh
Surya kembali mendapatkan bogeman, kali ini dari Papah Erik, Papahnya Kenzo "Kamu bukan manusia Surya, kami menjaga Delima dan memperlakukan dia dengan kasih sayank, sedangkan kamu....hanya karena obsesi semata tega menyakiti Delima"
"Apa itu yang kamu sebut cinta?" ucap Papah Erik yang tangannya sudah menarik kerah Surya
"Aku tidak terobsesi Om, tapi aku bener bener mencintai Delima, aku ingin memiliki keturunan dari dia Om"
__ADS_1
Bugh
Papah Erik melayangkan bogemannya kembali, dan kali ini Surya jatuh tersungkur.
Semua orang di sana kaget ketika melihat Surya jatuh akibat pukulan dari Papah Erik, tetapi baik Papah ataupun Mamah Surya tidak ada yang membantunya, karena kali ini putra nya itu sudah sangat sangat keterlaluan.
Kenzo sendiri dari tadi sudah mencoba untuk tidak menghampiri Surya lagi, tetapi mendengar ucapan terakhir Surya itu darahnya seakan mengalir dan dengan cepat melepaskan genggaman tangannya dari tangan Delima, lalu menghampiri Surya
"Ba**ngan kamu, bangun!!" ucap Kenzo yang sudah menarik kembali kerah kemeja Surya
Surya bangun dengan matanya juga menatap tajam ke arah Kenzo
"Kamu" tunjuk Surya dan langsung menghempaskan tangan Kenso dari kerah kemejanya
"Terserah kamu memaki maki aku dan memukulkan ku, tapi satu hal yang harus kamu tau, baby yang baru dilahirkan Delima adalah anakkku, anak kandung aku, darah daging aku"
Dan Bugh...Bugh
Pukulan bertubi tubi diterima oleh Surya, hingga akhirnya Delima yang tidak tahan segera menghampiri suaminya
"Sudah...cukup Bang, tangan abang tidak pantas memukul ba**ngan itu"
Delima menatap Surya tajam dengan tangannya menggenggam tangan Kenzo
"Surya kamu sebaiknya pergi dari sini, dan jangan pernah menampakkan wajahmu lagi" ucap Delima
Surya tertawa dan menggeleng "Jangan harap aku akan pergi dari rumah ini tanpa membawa anakku, baby yang baru kamu lahirkan itu adalah anakku, anak kandungku"
"Bohong...bohong...kamu bohong Surya"
Surya kembali menyerahkan sebuah kertas yang tadi di baca oleh kedua orang tuanya itu ke Delima "Lihat dan baca lah, tanpa aku menceritakan, kamu pasti sudah tau artinya"
Delima mengambil kertas itu dan di bacanya, dengan hati hati dan pelan pelan Delima memahami kata perkata hingga menemukan sebuah tulisan yang membuat dia shok
"Ini tidak mungkin, kamu telah merekayasa semuanya, ini pasti akal akalan kamu"
Kertas yang di pegang Delima kini dipegang dan dibaca oleh Papi Jovan dan Papah Erik. Dan beliau berdua tidak berkomentar, karena tau ini asli dari Rumah Sakit.
Surya kembali menatap Delima, dia menyerahkan ponselnya yang berisi rekaman video dimana dia mengambil rambut baby Adel.
"Sudah kuduga, kamu pasti tidak percaya dan mengira itu hanya rekayasa saja, dan kamu lihat sendiri video itu"
Delima dan Kenzo membuka video dari ponsel Surya, dan mata mereka bertemu, disana terlihat seorang Dokter laki laki yang memeriksa baby Adel, tapi sayang nya Dokter itu menggunakan masker.
"Jadi kamu???"
Surya mengangguk "Iya, aku yang menyamar jadi Dokter anak dan menggunting rambut putriku" ucap Surya tanpa berdosa
__ADS_1
Delima seketika menjatuhkan ponsel Surya, dia kembali menangis di pelukan suaminya, suatu kenyataan, kenyataan yang pahit yang harus dia terima, kenyataan bahwa Baby Adel adalah anak kandung Surya.
Sementara Kenzo hanya bisa memjamkan mata, dan memeluk erat istrinya, dia tau istrinya saat ini sangat rapuh dan membutuhkan pelukannya. Dan untuk Baby Adel, sejak awal Kenzo sendiri sudah menganggap Adel adalah anak kandungnya sendiri walaupun apa yang akan terjadi nantinya, meskipun akhirnya kenyataan yang tidak memihaknya