
"Ayok sayang, kasian si kembar kalau kehabisan ASI nya"
Delima dan Kenzo langsung bergegas meninggalkan apartemennya, dan menuju ke rumah baru yang sudah disiapkan oleh Kenzo.
"Sebenarnya kita mau ke mana sih yank?"
"Aku jadi penasaran!" lanjut Delima lagi
Kenzo terdiam, lalu menatap wajah istrinya
"Em sayang, ada gak keinginan kamu yang belum terpenuhi?"
Delima berpikir, mencoba mencari cari apa keinginannya yang belum terpenuhi
Delima menggeleng "Kayaknya udah gak ada yank" bohong Delima karena gak enak dengan suaminya mengenai sesuatu yang dia impikan sejak dulu
"Yakin??" tanya Kenzo
"Huum....aku punya abang dan anak anak kita itu aja sudah lebih dari cukup sayang"
Sudah abang wujudkan impian kamu yank, abang tau kamu tidak mau mengatakannya pada abang
"Aku juga senang dan sangat bersyukur punya kamu sayang, dari aku yang dulu seorang casanova, hingga sekarang aku berusaha untuk lebih baik lagi"
Sementara Delima hanya tersenyum, karena memang ada satu impian nya yang belum terpenuhi.
Aku ingin memiliki rumah impian, dengan desain yang sudah aku buat, sederhana, gak begitu mewah, rumah yang nyaman untuk kita dan anak anak, ada taman bermain di belakang rumah, ada kebun sayur dan juga kebun bunga, dan satu lagi ada kolam ikan nya, jadi kalau sewaktu waktu pengen bakaran ikan biaa cus langsung ke belakang.
"Jangan melamun sayang"
Kenzo kemudian menghentikan mobilnya dan mengambil sesuatu untuk istrinya
"Loh...udah sampe sayang?" kata Delima yang kaget tiba tiba Kenzo menghentikan mobilnya, dan melihat lihat di sekitar .
"Belum, pake ini dulu"
Kenzo mengeluarkan sebuah penutup mata, dan ditutupkan di mata istrinya
"Loh buat apa yank? kenapa pakai beginian segala?"
"Udah, diam aja, dan nurut"
Setelah mengucapkan itu, Kenzo lalu melajukan mobilnya, dan memang tidak berapa lama mereka sudah sampai di sebuah rumah mewah dengan desain sesuai dengan impian Delima.
"Bentar, jangan di buka dan jangan ke mana mana!" perintah Kenzo dan mendapat anggukan dari Delima
Kenzo keluar dari mobilnya, lalu dengan senyum senang menatap rumah yang sudah di desain apik .
"Pelan pelan, ikutin Abang kalau gak mau jatuh"
Delima menurut, tangannya memegang erat lengan suaminya. Dan kemudian langkah kaki mereka berhenti
__ADS_1
"Tutup mata dulu, sebelum abang suruh untuk membukanya, walaupun sudah dibuka penutup nya"
Delima mengangguk dan tak ingin mengecewakan suami nya walaupun dirinya juga sangat penasaran.
Kenzo perlahan lahan membuka penutup mata Delima, dan sesuai perintahnya Delima masih memejamkan mata
"Siap ya sayang, satu...dua....tiga"
Delima membuka matanya perlahan lahan, dia tak percaya dengan apa yang ada di depannya saat ini
"Bang......" Delima menoleh ke suaminya, dan Kenzo mengangguk
"Untuk kamu" ucap Kenzo dengan merangkul pinggang istrinya
Delima masih mengedarkan pandangan matanya, menelisik ke setiap desain rumah yang baru dia lihat penampakannya dari luar
"Untuk aku?"
Kenzo mengangguk "Sebagai ucapan terima kasihku padamu sayang, walau ini tidak seberapa jika di bandingkan dengan pengorbananmu selama ini ke abang"
"Dari awal, kamu sudah mengorbankan masa muda mu, hanya untuk menikah dengan abang, dan di awal pernikahan kita, abang juga masih sempat bermain dengan perempuan, hingga sampai detik ini, kamu telah melahirkan anak anak abang dan memaafkan kesalahan kesalahan abang, abang tidak tau lagi harus mengungkapkan perasaan abang betapa abang sangat dan sangat bersyukur memiliki kamu sayang"
"Berjanjilah apapun yang terjadi, kamu tidak akan meninggalkan abang, abang takut kehilangan kamu"
"Aku janji Bang, dan makasih banget, ini sudah lebih dari cukup buat aku, dengan abang sayang dan perhatian ma aku aja, itu sudah bikin aku senang"
"Dan satu lagi, jangan bohongin aku lagi"
"Ehem....di tunggiin dari tadi malahan asik pelukan, di sini lagi, kayak gak ada tempat" ucap Mario yang sedari tadi melihat keromantisan Kenzo dan Delima
"Syirik aja!" ucap Kenzo langsung membawa Delima masuk
Delima nampak kaget dan menutup mulutnya ketika melihat desain di dalam rumah baru nya itu, bahkan sampai perlengkapan, warna cet nya, bahkan susunan isi didalam ruangan itu sama persis dengan apa yang dia impikan
"Sayang ini??"
"Sudah aku bilang sayang, just for you"
"Persis benar benar persis, kalau di sini seperti ini berarti?" gumam Delima dan memandang wajah suaminya
"Semuanya seperti yang kamu inginkan, mau lihat ke belakang?"
Delima menggeleng "Aku mau lihat baby Z dulu yank, kamar mereka di mana?"
Kenzo menghampiri Delima lalu menggenggam erat tangan istrinya itu, menaiki tangga satu persatu hingga mencapai ujungnya
Kenzo membuka satu persatu kamar yang ada di lantai atas
"Ini untuk kamar Kenza jika dia besar nanti, warna pink dengan banyak boneka dan pernak pernik berbau wanita"
Kenzo lalu membuka satu lagi kamar di sebelah kamar putrinya
__ADS_1
"Yang ini buat Kenzi, sementara abang cet dengan warna putih dulu, karena laki laki susah di tebak, disana juga lengkap mainan khas laki laki"
Delima semakin dibuat tidak percaya dengan suaminya, karena Kenzo benar benar mempersiapkan ini semua, bahkan kamar untuk anak anak nya ketika dewasa juga sudah siap.
"Kita menuju kamar panas kita sayang"
Kenzo melangkah menuju ke sebuah kamar dimana posisinya tidak jauh dari kamar anak anak nya
Ceklek
Delima semakin tertegun melihat desain kamar panasnya, benar benar sesuai dengan apa yang dia gambarkan di kertas impiannya
Di dalam kamar itu, sudah ada 2 box bayi, yang komplet dengan mainan nya
"Ini semua abang yang nyiapin?"
Kenzo mengangguk, dan mendekati istrinya yang berada di samping box itu, tetapi tidak ada baby Z
"Jangan panik, mereka ada di kamar bawah, kalau siang mereka ada di bawah dengan Mbok Yun dan Mbok Siti, kalau malam mereka sama kita di sini"
"Tapi....?"
"Jangan kawatir, di bawah juga ada 2 box nya, dan fasilitas di dalamnya juga gak kalah dengan kamar kita, abang ingin anak anak abang juga nyaman di sana"
Delima masih melongo dan menggeleng, ternyata suaminya benar benar sudah memikirkan semuanya
"Kenapa mereka kalau siang di bawah sayang? karena abang tau, bulan depan kamu pasti sudah masuk kampus, dan pastinya siang harinya waktumu sudah tersita, belum lagi harus ngurusin abang, abang gak mau loh...setelah kamu punya baby z abang jadi terlantar" goda Kenzo
"Dan kamu gak usah khawatir sayang, dan pastinya kamu sudah kenal dengan Mbok Yun dan Mbok Siti, bahkan semua yang ada yang membantu kita di rumah ini adalah dari Rumah Utama Mahendra semua, jadi mereka bisa dipercaya"
Delima seketika langsung memeluk suaminya dan tanpa terasa meneteskan air matanya " Hey kenapa istriku yang cantik jadi nangis gini? apa ada yang salah dengan ucapan abang?"
Delima menggeleng, bukannya berhenti menangis malahan semakin kencang
"Aku bahagia Bang, hingga membuat aku menangis, bahkan aku sendiri belum sempat memikirkan apa apa tentang baby Z, tetapi abang dengan begitu detailnya mempersiapkannya"
"Jangan nangis lagi, kamu bahkan belum meliat semuanya"
Kenzo menggandeng tangan Delima untuk keluar dari kamar panas nya itu.
"Bentar bentar yank" Delima menghentikam langkahnya, karena melihat ada sesuatu yang menarik.
Delima mendekati sesuatu itu dan menatap tajam ke arah nya
"Kursi....? untuk apa?"
Delima menoleh ke arah suaminya, tetapi suaminya malahan tersenyum ceria, dan seakan tau apa yang akan ditanyakan oleh istrinya
"Kursi panas, buat bikin debay lagi"
__ADS_1
Kursi panasnya Bang Kenzo