Cerita Cinta Kita

Cerita Cinta Kita
Rencana Mario


__ADS_3

Setelah berdebat cukup panjang dengan istrinya, Kenzo kemudian ke kantor dengan perasaan tak menentu. Diruangannya Kenzo sudah mendapati Dimas yang sudah berada di dalam


"Kenapa muka elu kusut gitu??"


Gak ada jawaban dari Kenzo, laki laki ini masih teus melamun dengan menyandarkan punggungnya ke kursi kebesarannya


"Gue harus gimana lagi Dim? sampai sekarang Delima masih begitu begitu aja, malahan kemarin dia sempat lihat kita berdua lagi makan dengan Sofi"


"Terus cemburu tuh anak?"


"Bukannya cemburu lagi, tapi udah marah marah gak jelas, dia sudah ngira yang enggak enggak, dia sudah mikir kalau gue selingkuh juga"


"Gila...punya istri satu aja gak habis habis malahan mau nambah" lanjut Kenzo


"Haaaa....sapa tau jiwa casanova elu balek lagi, secara elu udah sebulan lebih gak dapat jatah dari bini elu"


"Ngawur!! elu tau sendiri Ono udah gak doyan ma yang lain, mau on cuma ma Delima saja"


"Siapa tau pindah haluan Ken....!"


Ceklek


Tiba tiba pintu dibuka oleh seorang laki laki tampan tetapi dingin.


Mario


Mario duduk disofa, bergabung dengan Dimas dan juga Kenzo


"Gimana? udah baikan?" tanya Mario dengan wajah dinginnya


Mario sudah tau dari sebulan yang lalu perihal masalah Kenzo dengan Delima, namun dia tau sifatnya Delima. Bukannya tidak mau untuk membantu meluruskan, tetapi sifat Delima yang keras kepala dan punya prinsip teguh itu membuat Mario cukup memantau saja dari kejauhan, sampai bener bener dititik terendah dan mereka tidak mampu mengatasinya.


"Masih sama seperti satu bulan yang lalu, belum ada perubahan"


"Gue bingung harus gimana? sebulan lagi anak gue lahir, tapi masih gini gini aja!" lanjut Kenzo


Mario menghela nafasnya, dengan situasi seperti ini seharusnya dia senang, karena dia begitu mudahnya dapat langsung mengambil hati Delima dan membawa Delima pergi. Tetapi Mario masih punya hati, percuma dia menikahi Delima dan membawa Delima, jika wanita itu tidak mencintainya bahkan untuk belajar mencintainya saja rasanya tidak mungkin.

__ADS_1


"Kamu masih mencintai Delima? atau jangan jangan hatimu sudah bercabang ke yang lain?"


Kenzo menatap tajam mata Mario "Kalau gue udah gak cinta, gue gak mungkin seperti ini, elu tau kan seberapa besar perjuangan gue buat ngeluluhin hati Delima?"


"Dan gak mungkin gue akan ninggalin dia, sekalipun dia yang memintanya, enggak akan!!"


Merio menepuk bahu Kenzo "Aku tau, tapi kamu harus berusaha ekstra keras lagi"


"Saat sakit hati, Delima sangat sulit untuk sembuh"


"Bahkan untuk menyembunyikan masalahnya sendiri dia sangat pintar, terbukti walaupun sekarang sedang ada masalah ma kamu, tapi dia tetep tinggal di apartemen, dia gak meninggalkan apartemen itu, walau kalian tidur terpisah, itu apa? karena dia tidak ingin orang lain tau masalahnya dan akan mengasihinya"


"Dan satu lagi, aku juga yakin kalau Delima juga masih mencintaimu, karena dia tidak gampang jatuh cinta dan tidak mudah pula untuk meninggalkan"


Kenzo tersenyum lega, dengan ucapan Mario pagi ini membuat mood dirinya sangat baik, dia percaya dengan omongan Mario, karena tidak bisa dipungkiri kalau Delima dan juga Mario sudah mengenal sejak lama, lebih lama dari dirinya mengenal Delima.


"Terus gue harus gimana Mar?"


"Kita harus mempunyai strategi untuk mengetahui gimana perasaan Delima saat ini" ucap Dimas


"Elu bener Dim, tapi sumpah otak gue buntu untuk saat ini!"


Kenzo memijit pelipisnya pelan, pusing yang dirasa karena masalah dengan istrinya belum juga menemukan titik terangnya sama sekali.


"Gue punya ide!!" ucap Mario


Mario lalu mengucapkan ide itu, dan langsung disetujui oleh Kenzo dan Dimas


"Elu yakin ide itu bro??"


"Yakin aku sejuta persen yakin, aku tau Delima"


"Oke...gue akan lakuin apa yang elu rencanakan!!" ucap Kenzo dengan tersenyum senang.


...******...


Delima kini berada di kantin Kampusnya, setelah mengurusi surat cutinya.

__ADS_1


Ting


Sebuah pesan masuk diponselnya


"Nomer siapa?" gumam Delima yang melihat sebuah pesan tanpa nama


"Aku bukak saja, sapa tau penting"


Delima membuka pesan itu, dan sedetik kemudian matanya melotot setelah membaca pesan dan mengetahui siapa pemiliknya.


"*Delima, bisakah kita ketemuan? aku sudah di Jakarta dan aku harap kamu mau menemuiku"


Manda*


"Manda?? untuk apa dia ingin bertemu dengan aku?"


"Apa?? dia ada di Jakarta? jangan jangan dia ketemuan juga dengan Bang Kenzo" gumam Delima


Delima kemudian membaca ulang pesan dari Manda dan langsung membalasnya.


"Gimana kalau sekarang Mbak, aku kebetulan gak ada kegiatan mbak, gimana kalau kita sekalian makan siang di restoran Casablanka, aku tunggu"


Delima mengirimkan pesan itu kepada Amanda, memang dia masih penasaran dengan cerita selengkapnya dari mulut Manda langsung.


Delima meninggalkan kantin Kampus dan langsung menuju ke restoran Casablanka. Suasana restoran ini masih sama tidak ada yang berubah, bahkan pegawai disana juga masih sama, tetapi kali ini Delima memilih di privat room karena akan bercerita panjang lebar dan juga rahasia.


Delima langsung menuju ke privat room, menunggu Manda dengan menikmati segelas jus alpukat. Dan dia juga sudah mengirimkan pesan ke Manda kalau dirinya sudah berada di privat room.


Dari kejauhan, Vano memperhatikan wanita yang sampai detik ini masih menempati hatinya dan masih belum ada yang menggantikannya


Vano melihat dengan jelas Delima, tetapi untuk mengahampirinya rasanya tidak mungkin, Vano sudah tau kalau Delima dan Manda berada diprivat room untuk ketemuan. Karena sebenarnya Vano lah yang menyuruh dan memaksa Manda untuk ke Jakarta dan menemui Delima.


Vano tidak tega melihat wanita yang dicintainya tidak bahagia, walapun kebahagiaannya bukan dengan dirinya. Seperti halnya dengan Mario, situasi seperti ini sangatlah menguntungkan untuk Vano menarik perhatian Delima, menikahinya dan membawa Delima pergi. Tetapi Vano tidak mau egois, sudah cukup lama dia merenungkan diri dan hatinya mencoba menerima hatinya dan mencoba menerima takdir yang mengharuskan dirinya dan Delima hanya sebagai teman, tidak lebih.


"Aku lebih senang melihat kamu bahagia dan tersenyum walaupun itu bukan dari aku sumber kebahagianmu"


"Dan aku yakin, kamu bisa mengatasi masalahmu beby, karena kamu wanita yang kuat"

__ADS_1


__ADS_2