
~Sebelumnya siapkan Tisu terlebih dahulu~
Ceklek
Kenzo memasuki apartemennya. Rasa lelah dan rasa bersalahnya kini menghantui dirinya. Diliriknya jam ditangannya, sudah pukul 3 dini hari. Kenzo langsung menuju kamar nya, disana terlihat istrinya yang maasih terlelap bersama mimpinya. Kenzo menghampiri istrinya, masih terlihat dengan jelas bekas air mata yang mengering dipipinya dan juga kedua matanya.kelihatan sembab
Cup
Cup
Kenzo mencium kening Delima dan juga perut Delima.
"Maaf sayang"
"Abang mandi dulu"
Kenzo berbicara sendiri seolah olah istrinya mendengarkannya.
Tanpa berlama lama dikamar mandi, Kenzo yang hanya berte lan jang dada tetapi memakai bo xer tentunya, kemudian ikut naik dan berbaring disamping Delima, menarik Delima dan membawanya kedalam pelukannya.
**
Jam 5 pagi, Delima yang terbangun karena merasa lapar seketika kaget, karena adanya tangan kekar sedang memeluknya.
Deg
Jantung Delima berdetak kencang ketika dia memandang wajah suaminya yang semakin hari semakin tampan
Cup
Delima memberanikan diri untuk mengecup bibir manis suamainya, dan memandangi wajah suaminya
"Aku tau, pasti abang punya alasan sendiri meninggalkan aku kemarin tanpa kabar" Delima mencoba bersikap dewasa, menangis semalaman telah membuat dia sadar, kalau dia bukan lagi gadis remaja yang jika punya masalah merengek dan main kabur.
Delima pelan pelan menyingkirkan tangan kekar Kenzo, lalu turun dari tempat tidut untuk memasak, tetapi sebelumnya Delima mengambil ponselnya dan tepat, satu pesan yang dari semalam ditunggu untuk Delima baca.
"Tuan Kenzo tidak selingkuh disana Nona, dia hanya menghadiri acara doa bersama di sebuah Panti Asuhan"
Senyum manis terpancar di waajah Delima, dia begitu lega begitu membaca pesan dari orang suruhannya. Walaupun ada sedikit kebohongan dan masih ada yang mengganjal dibenak Delima, tetapi untuk kali ini dia sudah cukup senang, karena suaminya tidak main gila dengan perempuan lain.
"Sayang....mari buat sarapan, maafkan mams yang sudah buat kamu tertekan dan kelaparan" ucap Delima dengan mengusap lembut perutnya, seakan akan berbicara dengan anak anaknya.
Delima begitu telatan menyiapkan bahan masakan dan mengolahnya, dia sengaja untuk urusan makanan, Delima menginginkan masak sendiri, dan tugas Mbok Nah hanya bersih bersih apartemen saja.
Didalam kamar, Kenzo yang tangannya mulai meraba raba sesuatu tetapi tidak dia dapatkan, dan perlahan lahan mengerjap ngerjapkan matanya, mencari seseorang yang telah membuatnya gila.
__ADS_1
"Delima....." Kenzo berteriak, dia takut jika Delima meninggalkannya
"Delima....." Kenzo lalu turun kemudian membuka lemari baju milik istrinya, dia tersenyum senang manakala semua pakaian Delima masih utuh didalam lemari.
"Aku bener bener susah gila"
Kenzo mencium aroma masakan yang sangat menggugah selera, seketika langsung menebak kalau istrinya sedang berada didapur
Dan benar, Kenzo melihat Delima masih berkutat didapur, dan sengaja menghampirinya dan memeluknya.
"Sayang...."
Kenzo menyandarkan dagunya di pundak Delima, menghirup wangi tubuh dan rambut Delima yang masih basah, karena sebelum memasak Delima mandi dulu.
"Eh....abang, lepasin...aku masak!"
Tetapi bukanny dilepaskan, Kenzo malahan semakin erat memeluk tubuh berisi istrinya, mengecup lehernya juga dan menggigit kecil telinga Delima
"Bang....." Delima berbalik menghadap suaminya, tetapi sebelumnya mematikan kompornya dulu.
"Maaf sayang...abang kemarin gak bisa hubungi kamu, ponsel abang mati"
Delima masih memandangi wajah Kenzo, bukan untuk mencari kebenaran dari pernyataan suaminya barusan, tetapi hanya untuk memandang wajah suaminya yang entah sangat sangat dia rindukan.
"Maaf pulangnya telat, setelah bertemu dengan klien, abang diajak teman abang dulu untuk menghadiri acara doa bersama di sebuah panti asuhan"
Deg
Kenzo mendekatkan wajahnya, menarik dagu Delima, dan Delima pun sama, seketika bibir Kenzo sudah menempel dibibir Delima, Delima memejamkan mata, menikmati sentuhan sentuhan yang diberikan oleh suaminya.
Dirasa istrinya tidak menolak, Kenzo semakin memperdalam ci*mannya, dan menekan tengkuk Delima.
"Emmp....Bang"
Kenzo menghentikan aktivitasnya karena baru menyadari kalau ada sesuatu yang berbunyi tetapi sangat pelan.
Kenzo berjongkok, supaya wajahnya bisa menyentuh perut buncit istrinya.
"Sayang..kalian lapar??" mengelus perut Delima dan mengecupnya.
"Maaf.....maaf saking kangennya, sampai tak sadar Paps jika kalian lapar"
"Oke...kita makan dulu sayang, makan yang banyak, habis makan Paps akan tengokin kalian, kangen.."
Delima yang mendengar itu hanya tersenyum dan geleng geleng kepala.
__ADS_1
Kenzo berdiri, mengecup kening Delima setelah itu berbisik "Makan yang banyak, setelahnya aku ingin tengokin anak anakku"
Lalu beranjak meninggalkan Delima , dan mencari dua buah gelas, satu untuk susu dan satu lagi untu kopi. Sedangkan Delima menyiapkan makanannya diatas piring
**
Semua makanan yang diatas meja sudah habis tak tersisa. Kini Kenzo melirik istrinya yang masih sibuk untuk membersihkan meja dan juga menyingkirkan piring piring kotor
"Taruh saja yank...." ucap Kenzo yang menahan tangan Delima untuk tidak menyentuh piring kotor
Tatapan mata Kenzo beralih ke bibir manis milik Delima dan tanpa lama lama, Kenzo langsung membungkam bibir manis itu dengan ci*man penuh dengan na*su, kemudian menggendong Delima menuju ke kamarnya tanpa melepaskan tautan diantara mereka
Merebahkan pelan pelan tubuh istrinya di kasur panas, dan perlahan Kenzo susah berada diatas Delima, dengan posisi yang aman untuk ibu hamil tentunya
Kenzo membuka kancing Delima satu persatu sampai selesai, setelah itu melemparnya piyama Delima ke sembarang tempat, mata Kenzo terbelalak ketika melihat dua mainan yang menantangnya, dan yang sebentar lagi dirinya harus berbagi dengan anak anaknya.
Kenzo melirik Delima, dilihatnya Delima yang sudah memejamkan matanya dengan tangannya memegang rambut Kenzo, Kenzo mencium kening Delima dan membisikkan sesuatu
"I want you"
Delima mengangguk, jujur saja dia juga sama, menginginkan sesuatu yang labih dari sekedar ci* man saja. Dan walaupun masih ada rasa jengkel tapi tetap dia harus memberikan hak suaminya
"Seperti biasa, abang akan pelan pelan"
Delima tidak membalas, matanya sudah mulai terpejam kala bibir suaminya sudah menyentuh bibirnya. Tak cukup puas hanya disana, Kenzo turun kebawah, menci*m leher Delima dan membisikkan sesuatu lagi ditelinganya "Maen Oreo an ya yank, kangen ma yang ba*wah"
Tanpa berlama lama lagi, Kenzo sudah berada di bawah, Kenzo membulatkan matanya ketika sesuatu yang sudah lama dirindukan ada didepannnya, tangan Kenzo tidak tinggal diam, dia mulai menyapu seluruh isi bagian inti Delima,,setelah dirasa cukup pu as, Kenzo mendekakatkan bi birnya di bagian inti Delima, dan mulai menelusuri jalanan yang berliku liku dan berkelok kelok itu,
"Emphh......" Delima mengerang, menjambak rambut suaminya, ketika cairan kental keluar dari bagian intinya,
Dirasa permainan oreo nya sudah sangat pu as, Kenzo langsung mengarahkan si Ono nya untuk kembali menjelajah bukit yang sudah basah itu.
Dengan pelan dan gaya yang aman, Si Ono berhasil masuk ke dalam, sedangkan mulut Delima tidak berhenti mengeluarkan nyanyian nyanyian merdu yang membuat ha*rat Kenzo semakin menggebu gebu
"Sayang......" Delima meracau, entah sudah ke berapa kali dirinya keluar dulu, padahal suaminya masih belum ada tanda tanda untuk menyudahi adegan itu.
"Emphhb......." Kenzo me**mat bibir Delima, memberikan sensasi yang luar biasa, dan mempercepat gerakan si Ono nya, karena dilihat istrinya sudah kelelahan.
"Ahhhhhh......" Sesuatu keluar dari si Ono, dan Kenzo langsung tiduran disamping istrinya
Cup
Mengecup kening dan bibir Delima "Terima kasih sayang, sangat me**askan"
Setelah itu, rutinitas seperti biasanya, membersihkan bagian inti Delima lalu mengecupnya singkat "Hanya milikku"
__ADS_1
****
Tisunya buat lap ileer yang netes ya, atau buat nutup mata sebelah saja.