Cerita Cinta Kita

Cerita Cinta Kita
Nekad


__ADS_3

Delima mendorong tubuh Kenzo dan


PLAKK


Satu tamparan mendarat dipipi Kenzo, bekas tamparan yang tadi aja masih terasa panas, sekarang ditambah yang ini.


"Delima....." panggil Kenzo dengan nada sedikit membentak dan memegangi pipinya yang sudah kemerahan.


"Kenapa?? abang gak terima? mau marah?? silahkan!!" Delima berkata dengan memandang mata Kenzo


Kenzo mencoba meredam emosinya, dia berpikir dengan ci*uman panas yang baru saja dia lakukan itu akan meluluhkan hati Delima, tetapi kenyataannya, Delima malahan semakin marah, dan semakin kesal


Ah....aku salah langkah


"Denger ya abang!! tadi adalah terakhir kalinya abang nyentuh aku!!


"Tidak!!! kamu halal bagiku sayang, dan abang adalah suamimu, abang berhak atas tubuhmu"


Delima tidak mendengarkan perkataan suaminya, yang ada dibenaknya, bagaimana caranya agar dirinya bisa lepas dari Kenzo untuk saat ini dan segera merebahkan tubuhnya yang sudah sangat lelah


Delima lalu menyeret kopernya dan membawa nya keluar dari kamar mereka. Seketika Kenzo yang sadar kalau Delima akan pergi dari kamar ini, lalu menghalanginya


" Stop sayang!! abang gak akan biarin kamu pergi!"


Mata Kenzo sudah berkaca kaca, dirinya tidak tau harus bagaimana lagi menghadapi dan menjelaskan kepada istrinya, kalau dia benar benar menyesal dan meminta maaf.


"Minggir Bang!!"


Delima mencoba menarik tubuh Kenzo yang dari tadi berdiri menghadang pintu, dengan tangan sengaja direntangkan


"Gak....abang gak akan pergi dari pintu ini, sebelum kamu memaafkan abang dan kamu tarik lagi kata kata menakutkan itu"


Jujur dari lubuk hati yang paling dalam, Delima senang dan sudah melihat bagaimana ketulusan cinta suaminya terhadapnya, tetapi Delima adalah Delima, wanita yang tidak segampang itu untuk melupakan kejadian yang membuat dirinya sakit hati, walau sebetulnya Delima sudah sedikit memaafkan Kenzo.


Aku sudah sedikit memaafkanmu Bang, walaupun sedikit, tapi maaf Bang untuk seperti dulu lagi rasanya begitu sulit


"Gak....sampai kapanpun, aku gak akan memaafkan abang, lebih baik abang minggir, biarkan aku pergi!"


"Del...apa kamu udah gak sayang lagi ma aku?? apa kamu udah gak cinta lagi ma aku?? apa kamu sudah tidak perduli lagi dengan anak anak kita?"

__ADS_1


Delima terdiam, dia masih menatap Kenzo yang berdiri didepannya dengan beruraian air mata


"Delima...jawab Del, jangan diam saja!!"


Kenzo mengguncang guncangkan bahu Delima, dengan air mata yang menetes di pipi nya, Kenzo kembali menanyakan sesuatu yang tak perlu ada jawabannya


"Yang seharusnya bertanya seperti tu adalah aku Bang, bukannya abang!!!"


"Apa abang mencintaiku?? Apa abang juga memikirkan perasaanku?? apa abang juga memikirkan mereka, anak anak kita? enggak kan Bang!"


"Kalau abang mencintaiku dan memikirkan perasaanku, abang tidak akan membohongiku, apalagi dengan kondisiki yang seperti ini"


"Aku tidak masalah dengan masa lalu abang, walau aku sendiri shok ketika mengetahui kebenarannya, tapi yang aku sesali bahkan aku membenci abang, karena kelakuan abang, karena abang tega membohongiku, menutupi kebohongan dengan kebohongan baru"


"Justru karena abang paham akan kondisi dan keadaanmu sayang, makanya abang putuskan untuk menyimpan kenyataan ini dulu, hingga kondisi kamu memungkinkan untuk abang bercerita"


"Tapi sebelum abang menjelaskan ke kamu, kamu sudah tau duluan, abang menyesal sayang, abang menyesal"


"Del....maaf, abang bener bener minta maaf, abang janji gak akan mengulangi nya lagi"


Delima menggeleng "Enggak....sekali abang membohongiku, maka abang akan melakukannya berulang ulang"


"Arghhhh" Kenzo menjambak rambutnya sendiri


"Menyesal??? kenapa abang baru menyadarinya!! kemana abang dulu ketika sengaja menyembunyikan semua ini dari aku"


"Sudah cukup Bang, aku lelah jika harus berdebat terus dengan abang"


"Setelah anakku lahir, aku akan mengurus perceraian kita, dan aku akan membawa pergi anak anakku menjauh dari abang, dan akan aku pastikan abang tidak bisa menemuinya"


Deg


" Tidak....tidak...sampai kapanpun aku tidak akan mengucapkan kata kat keramat itu"


"Kamu jahat Del, kamu jahat kalau sampai kamu memisahkan abang dengan anak anak abang, kamu egois sayang"


"Dan jangan pernah berpikir untuk meninggalkan aku, ataupun menjauhkanku dari anak anak ku, aku gak mau, dan gak akan aku biarkan sayang"


"Apapun akan abang lakukan, agar kalian tidak meninggalkanku, sekalipun harus mengurung kamu diapartemen ini, akan abang lakukan, atau bahkan.membuat kamu hamil lagi abang sanggup dan siap"

__ADS_1


Kenzo berkata itu dengan berlinangan air mata, menyesal itu pasti, kenapa dulu dia tidak jujur dengan Delima seperti apa yang dikatakan Dimas dulu, kenapa harus membohongi istrinya sampai sampai istrinya mencari tau sendiri.


"Minggir Bang!!"


Delima mendorong tubuh Kenzo, dan berhasil. Delima menyeret kopernya lalu meninggalkan suaminya yang terduduk dan mengeluarkan air mata


"Sayang....jangan pergi, abang mohon" pinta Kenzo dengan wajah memelas


Delima tidak mendengarkan ucapan Kenzo, dirinya terus berjalan, hingga akhirnya Kenzo berdiri dan langsung menghadang istrinya.


"Berhenti sayank,....kalau kamu keluar dari rumah ini,, kamu tidak akan melihat abang lagi, abang akan mengakhiri hidup abang, abang gak sanggup jika harus melihat kamu pergi meninggalkan abang"


"Terserah, lakukan saja yang abang mau lakukan, aku gak peduli"


Lalu Delima mendorong lagi tubuh Kenzo dan meninggalkan Kenzo yang masih mematung mendengar ucapan istrinya


Ya Tuhan, haruskah aku melakukan itu


Delima kembali mendorong kopernya, dan berjalan menuju ke kamar kosong yang sengaja telah dibersihkan sebelumnya


Ceklek


Kenzo yang tadinya mematung dengan airmata yang menetes dipipinya, tiba tiba tersenyum, manakala dirinya melihat istrinya masuk ke kamar sebelah itu


"Sayang abang tau, kamu masih mencintai abang dan gak mau meninggalkan abang"


Senyum Kenzo kembali terbit, walaupun kedepannya dia harus lebih keras lagi berusaha untuk menarik perhatian Delima dan membuat istrinya percaya


Didalam kamar, Delima meratapi dirinya sendiri. Didepan cermin Delima sekarang berada, memandang perutnya yang semakin membuncit


"Apa yang aku lakuin ini salah? apa aku terlalu egois?"


"Sayang...Mams minta maaf, kita lihat dulu seberapa usaha Paps mu untuk menginginkan kita untuk kembali"


Delima kemudian mengambil vitamin yang ada ditasnya, dan meminumnya. Rasa lelah kini sudah bercampur dengan rasa kantuk yang mendera.


Delima merebahkan tubuhnya dikasur dan memejamkan mata, berharap ketika bangun, semuanya akan baik baik saja dan kembali seperti semula.


Sementara Kenzo, berjalan mendekati kamar yang ditempati oleh istrinya

__ADS_1


"Sayang, abang tau...kamu bisa mendengarkan abang, abang tau kamu kecewa sama abang, dan abang pun juga tau, kalau kamu juga masih masih dan masih sangat mencintaiku, abang tau sayank"


"Tidurlah....malam ini abang biarkan kamu tidur sendiri, tetapi tidak untuk besok dan hari hari berikutnya"


__ADS_2