Cerita Cinta Kita

Cerita Cinta Kita
Kesal


__ADS_3

Delima merasa plong, karena telah berhasil mengeluarkan dua bayi yang begitu menggemaskan


"Bagaimana anak anak aku mbak?" tanya Delima yang sedikit khawatir, karena bayinya lahir belum masuk sembilan bulan


"Alhamdulillah, kalian pantas bersyukur, semuanya sehat dan normal, bahkan mereka sangat menggemaskan dengan pipinya yang chuby"


"Terus mereka di mana mbak?"


"Tuh, lagi di adzan i ma Papahnya" Dokter Tika menunjuk ke arah Kenzo


Delima mengangguk "Lalu yang satunya lagi?" tanya Delima, karena memang dia sudah mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan ini namun tidak ditemukan bayi yang satunya


Ceklek


"Ada sama Mami Del" jawab Mami Delima yang baru masuk sehabis ikut membersihkan bayi perempuan yang cantik itu


"Mami? kapan datang? aku kangen Mi?"


"Udah semalam Mami datang, rencana hari ini mau buat kejutan ma kamu, e tau taunya Mami malahan yang terkejut"


"Iya Mi, cucu Mami gak mau lama lama di perut aku, maunya pengen keluar"


"Itu yang cewek Mi? sini Mi aku mau gendong!" pinta Delima dan diangguki kepala oleh Mami nya


"Tunggu sayang! kamu pegang yang ini, biar si cantik abang adzani dulu"


Kenzo memberikan bayi laki lakinya ke Delima, dan menggendong bayi perempuannya.


"Kenapa kamu cantik sekali sayang?" lirih Kenzo yang kemudian langsung meng adzani putri kecilnya.


...***...


Delima kini sudah berada di kamar perawatannya, seperti kata Vano tadi siang sebelum Delima lahiran. Vano telah menyiapkan ruangan Delima, ruangan ini sebenarnya hanya untuk anggota keluarga Vano saja, tetapi tidak untuk Delima, Delima adalah orang spesial buat Vano, bahkan Vano membebaskan semua biaya perawatan Delima


Awalnya Kenzo menolak, tetapi Vano berdalih ini untuk kado buat Delima karena kelahiran putra putrinya, dan Tante Lina juga memaksa agar Kenzo menerima nya, hingga akhirnya mau tidak mau dengan berat hati Kenzo menerima pemberian dari keluarga Vano


"Aku akan membalasnya nanti" ucap Kenzo di depan Vano, karena sekarang Kenzo berada di ruangan Vano dan hanya berdua


"Kalau kamu butuh apa apa, jangan sungkan sungkan untuk meminta bantuan padaku, apapun itu, asal jangan kamu minta istri dan anak anakku saja"


Vano tersenyum, ingin rasanya dia mengucapkan kalau dirinya ingin meminta istri dan anaknya, tetapi Vano adalah laki laki dewasa, laki laki yang sudah cukup umur dan cukup bisa berpikir secara jernih, bahwa yang dia minta dan dia inginkan bukanlah hak nya, orang itu sudah menjadi milik orang lain, dan Vano tidak berhak merebutnya. Merebut Delima dari tangan Kenzo itu sama aja dengan merebut kebahagiaan Delima


"Bahagiakan dan sayangi dia, itu sudah cukup untuk kamu membalasnya"


Kenzo mengangguk "Pasti, tanpa kamu minta, aku akan melakukannya, dan sekali lagi terima kasih, aku permisi"


Kenzo keluar dari ruangan Vano, kemudian langsung ke tempat di mana istri dan anak anaknya berada

__ADS_1


Ceklek


"Sayang...." panggil Kenzo


"Shuttt" Mama Nia, memberikan kode agar Kenzo diam


"Diam Ken, istri dan anak anak kamu lagi tidur" ucap Mama Nia


Kenzo mengangguk lalu mendekati Delima dan juga anak anaknya


Cup


Satu kecupan mendarat di kening Delima "Terima kasih sayang, kamu pasti sangat lelah"


Kemudian dia beralih menatap dua buah hatinya


Cup


Kenzo mencium kening putra nya, dan menoel pipinya gemas


"Ken...jangan usil, biarkan dia tidur"


Kenzo beralih lagi ke box satunya, wajah cantik dan pipi chuby membuat Kenzo juga tambah gemas


Cup


Satu kecupan lagi mendarat di kening putri cantiknya


"Habisnya mereka nggemisin Mah, pengen Kenzo uyel uyel deh"


"Istriku sudah makan Mah? anak anakku juga gimana?"


"Istrimu sudah makan, anak anakmu sudah minum Asi tadi"


"Kamu liat sendiri kan dia anteng" lanjut Mamah Nia


Asi?? berarti udah gak ada lagi jatah untuk aku dong


Papah Erik menghampiri Kenzo "Rumah yang kamu desain khusus untuk istrimu sudah siap Ken? gak mungkin kan kalian akan tinggal diapartemen"


Kenzo tersenyum "Sudah siap Pah, setelah Delima keluar dari sini, kita langsung kesana"


"Oh ya Ken, nanti Pak Toni dan juga Pak Jono akan ikut kalian beserta istrinya, istri mereka sudah Mamah tugaskan untuk membantu Delima mengurusi kedua anakmu, dan juga Mbok Nah dia juga akan ikut kalian"


"Mamah gak bisa percaya, selain sama mereka, karena mereka sudah ikut kita lama, dan tentunya kita sudah tau sifat mereka"


"Kenzo setuju Mah, tadinya aku juga berpikiran seperti itu, daripada kita cari yang lain, lagian dirumah Mamah udah kebanyakan yang ngurus, sampai mereka bingung mau ngapain"

__ADS_1


"Nah itulah Ken, hebatnya Mamah kamu, dia tidak tega an jika ada orang yang meminta pekerjaan, jadinya di rumah rame banyak yang mengerjakan"


"Mamah gak tega Pah, kan kasian" jawab Mamah Nia


"Euhhhh...sayang aku haus"


Kenzo yang mendengar itu langsung menghampiri istrinya "Bentar, abang ambilkan minum dulu"


"Makasih, mereka mana Bang?"


"Lagi bobok, bentar lagi juga bangun" jawab Kenzo asal dan ternyata benar, terdengar suara bayi perempuan menangis


"Ambil yank, dia haus"


Kenzo menggendong bayi cantik itu lalu meletakkannya di pangkuan istrinya


"Cantik haus ya? sini nen dulu ma Mams"


Delima membuka kancing bajunya dan langsung mengeluarkan sumber kehidupan untuk bayinya itu, kemudian mengarahkan mulut bayi cantik itu ke pu**ng su su Delima


Kenzo menelan ludahnya ketika satu mainan yang semalam masih menjadi favoritnya, kini sudah berpindah.


"Abang....awas ilernya" goda Delima ketika melihat Kenzo yang menatap pu**ng su su Delima


"Enggak ngiler yank, cuma pengen aja"


Delima tersenyum, lalu memandangi wajah cantik putrinya, kemudian beralih memandangi wajah suaminya


"Bang....aku kesel abang"


Kenzo mendekati Delima dan mengusap lembut rambut istrinya itu "Kenapa?"


"Kenapa mereka mirip abang semua"


"Lihatlah Bang! matanya, hidungnya dan bibirnya, semuanya persis ma abang"


Kenzo memperhatikan apa yang disebutkan istrinya tadi, dan memang benar, putra pertama sangat mirip dengan Kenzo, dan ini putrinya malahan persis banget.


Kenzo tersenyum seraya menatap istrinya "Iya e sayang, aku juga baru bener bener melihatnya dengan jelas, apalagi si cantik ini, kenapa dia begitu mirip ma abang sih?"


"Karena abang curang, aku cuma numpang lewat aja, sedangkan mereka begitu mirip banget ma abang, padahal, abang gak hamil dan gak mengeluarkannya"


"Tapi kan abang yang membuatnya sayang, tiap hari abang selalu nengokin mereka, makanya mereka mirip banget ma abang"


Delima semakin cemberut, bukannya menghibur malahan suaminya asik menggodanya


"Jangan cemberut gitu, gimana kalau setelah masa nifasmu seleesai kita langsung bikin baby yang mirip ma kamu sayang, jika gak berhasil coba lagi dan coba lagi sampai mirip ma kamu"

__ADS_1


"Hah???" Delima melongo mendengar ucapan dari suaminya


Emang aku dikira kucing, seenak jidadnya tinggal bikin nglahirin, bikin lagi nglahirin lagi


__ADS_2