
"Emmphhhhhhh" seseorang membius Delima dari belakang
Melihat Delima sudah pingsan, laki laki itu langsung memindahkan Delima ke samping dan dia yang berada di belakang kemudi. Entah bagaimana caranya pokoknya bisalah, dan tak lupa memasangkan sabuk pengaman
Tidak ada yang tau tentang kejadian itu, karena kebetulan memang sudah sepi, apalagi hujan yang mengguyur sore itu membuat suasana menjadi mencekam dan sunyi.
Surya Gunadi
Ya pelaku itu tak lain dan tak bukan adalah Surya, yang memang sudah lama mengincar Delima.
Surya melajukan mobilnya keluar dari DenZo butik dan langsung menuju ke apertemen yang sudah disiapkannya.
Sesekali Surya melirik Delima yang sudah terlelap karena obat biusnya. Senyum senang tergambar dari wajah tampan Surya walaupun dirinya sudah tidak muda lagi.
Tidak memerlukan waktu lama, mobil Surya sudah sampai di parkiran apartemen mewah. Surya membuka sabuk pengamannya. Kemudian melihat ke arah Delima, lalu membuka sabuk pengamannya juga.
Setelah semua nya beres, Surya keluar dari mobil kemudian menggendong Delima. Surya memejamkan matanya sesaat ketika wangi tubuh Delima tercium oleh hidungnya
"Hmmm.....benar benar memabukkan kamu sayang"
Tak menunggu lama, Surya langsung membawa Delima menuju ke apartemen di lantai 10. Dengan susah payah Surya membuka pintu apartemen nya karena posisi Delima yang masih dalam gendongannya.
Ceklek
Pintu itu sudah berhasil di buka oleh Surya, dan bergegas membaringkan Delima ke kamar yang sudah di desain sedemikian rupa untuk malam panas nya.
"Aku mandi dulu sayang" ucap Surya yang sudah membaringkan Delima di ranjang lalu mengecup kening Delima singkat.
Sedangkan Delima, dia tidak bergeming karena masih terlelap akibat obat bius yang diberikan Surya tadi.
"Aku gak peduli apa yang aku lakukan ini salah atau tidak, yang pasti aku cuma ingin dirimu saja, aku ingin keturunan dari kamu Delima"
__ADS_1
Dua puluh menit telah berlalu, dan Surya sudah selesai mandinya dan hanya menggunakan bathrob saja.
Surya melihat ke arah ranjang nya, Delima masih ada di sana dengan posisi yang masih seperti tadi. Surya mengambil sesuatu dari laci, sebuah benda runcing. Kemudian berjalan mendekat ke arah Delima, dan menyuntikkan obat tidur dengan dosis tinggi.
"Tidurlah sayang, malam ini kamu milikku"
Semua sudah di rencanakan oleh Surya, mulai dari pembiusan hingga menyuntikkan obat tidur dengan dosis tinggi supaya Delima tertidur hingga pagi.
Tak lupa Surya mengambil ponsel Delima, dan mengetikkan pesan kepada pengasuh baby Z jika malam ini dia tidak pulang dan meminta si mbok pengasuhnya untuk menemani tidur baby Z.
Tanpa menunggu lama, Surya yang sudah On dari tadi langsung merangkak untuk menindih tubuh Delima. Surya mulai membelai wajah Delima dan menciumi Delima dari kening, mata, pipi dan beralih ke bibir manis Delima.
Dengan mata terpejam, Surya menyentuh bibir manis Delima dan menciumnya, Surya menikmati sentuhan bibir Delima walaupun Delima tidak meresponnya.
Surya mencium dan juga me**mat bibir manis itu, dan kemudian setelah puas bermain main di bibir Delima, Surya beralih ke leher Delima, me***sap dan menciumi nya dengan penuh na*su. Sehingga menimbulkan bekas tanda cinta di sana
Tidak hanya sampai di sana, Surya kemudian membuka seluruh pakaian Delima, hingga tak tersisa sedikitpun. Tubuh Delima benar benar po**s tanpa sehelain benangpun
"Bentar, ada yang kelupaan" ucap Surya yang langsung turun dari ranjang itu.
Surya memposisikan benda itu supaya sekiranya pas dengan posisinya saat nanti melakukan itu kepada Delima
"Aku ingin mengabadikan nya, ini pengalaman pertama untukku, dan nantinya akan aku kirimkan ke kamu Kenzo, agar kamu tau kalau istrimu juga sudah menjadi milikku"
Surya berjalan dengan tubuh nya yang sudah po**s dan tentunya senjata Surya sudah berdiri tegak dari tadi.
"Aku tidak akan menyia nyiakan kesempatan kali ini, aku mencintaimu Delima"
Tangan nya Surya memegang dua gunung kembar Delima, me**masnya, dan juga sesekali memainkannya, begitu juga dengan bibir Surya yang sedari tadi sudah meng**sap dan juga menggigit pu**ng Delima.
Tangan dan bibir Surya bekerja secara bersamaan, jika bibir Surya meng**sap, maka tangan Surya me**mas dan me**lin pu**ng Delima.
__ADS_1
Tidak ada suara lenguhan dari bibir Delima, tetapi tetap bisa meningkatkan ga*rah Surya. Sudah lama dia menginginkan tubuh Delima, dan sekarang semua akan didapatkannya, walaupun dengan memberikan obat tidur dulu
Bagian bawah Surya sudah meronta ronta dan ingin segera dituntaskan, tetapi Surya masih ingin menikmati tubuh Delima dengan berbagai macam cara
Surya merosot ke bawah, dan langsung merentangkan kaki Delima. Lagi lagi Surya menelan salivanya, melihat pemandangan yang begitu indah di depannya.
Tangan Surya reflek langsung memegang bagian inti Delima, menelisik ke dalam sehingga menemukan biji kacang yang tersembunyi itu. Surya memejamkan matanya ketika jari nya itu menyentuh biji kacang dan memainkannya sebentar.
Tak puas hanya di situ saja, Surya lalu mendekatkan wajahnya dan bibir nya langsung menyentuh bagian inti Delima. Dengan penuh na*su, bibir Surya masuk untuk menyapu seluruh bagian inti Delima tanpa ada satu pun yang terlewati.
Puas memainkan bibirnya, Surya kemudian memainkan lidahnya, menggerak gerakkan dan sesekali meng**sap biji kacang Delima.
Sama seperti tadi, tak ada suara de**han dari mulut Delima, rupanya obat tidur itu sudah bekerja dengan baik.
"Sayang.....kenapa begitu ni*mat, aku ingin memilikimu seutuhnya, selamanya"
"Aku gak rela kamu bersama Kenzo"
Surya semakin membenamkan wajahnya di bagian bawah Delima, terutama bibir Surya. Tangan Surya membuka bagian inti Delima lali bibir Surya meng**sap dan menggigit kecil biji kacang itu, kemudian jari tengah Surya beralih ke bawah, ke lu**ng ke***matan Delima. Jari tengah Surya bermain apik di tempak itu, keluar masuk keluar masuk yang berirama dan di barengi denagn i**pan pada biji kacang Delima.
"Ah......Delima, kamu membuat aku gila, tubuhmu membuat aku candu"
"Setelah ini aku tidak akan melepaskanmu"
"Bukan hanya hatimu yang sudah buat aku gila segila gilanya, tetapi juga tubuhmu...bukan hanya buat aku gila tapi sudah buat aku kecanduan"
Surya bermonolog sendiri sebelum memasukkan senjata perdana nya ke sarang Delima
***
Jangan kecewa atas tindakan Surya, semua akan indah pada waktunya
__ADS_1