Cerita Cinta Kita

Cerita Cinta Kita
Misi Berhasil


__ADS_3

Seperti ide Jeje kemarin, Surya hari ini mulai melancarkan aksinya, ya aksi yang bermanfaat tentunya, bukan aksi gilanya. Niatnya nanti setelah sarapan langsung menuju restoran dengan menu makanan favorit Delima dan langsung mengantarkannya.


Pagi pagi sekali Surya sudah bangun, kemudian bergegas turun untuk segera berjumpa dengan Mamahnya. Surya tau jika pagi pagi begini Mamah nya sudah ada di dapur untuk menyiapkan sarapan


"Pagi Mah" sapa Surya dengan mengecup pipi Mamahnya


"Pagi juga Ya, tumben udah bangun?"


Mamah Surya heran, kenapa pagi pagi begini putra tunggalnya sudah bangun dan bersikap romantis, tidak biasa biasa nya seperti ini.


"Kamu kenapa??"


"Kenapa gimana Mah?" tanya Surya balik


"Aneh aja, tumben!"


"Surya laper Mah" ucap Surya yang masih berdiri di samping Mamahnya


"Tunggu sana aja, bentar lagi siap sarapannya" ucap Mamah Surya yang dengan sengaja mengusir Surya.


Surya menggeleng dan matanya mencari sesuatu yang diinginkan


"Kamu caria apa Ya?" tanya Mamah Surya yang memandang gelagat Surya sedang mencari cari sesuatu


"Mie instan" jawab Surya santai masih dengan melihat ke sekeliling dapur untuk mencari sebuah mie instan


"Mie instan??"


"Kamu kan gak suka makan mie instan, katanya gak baik buat kesehatan!"


"Lupa kalau aku pernah bilang gitu, tapi ada gak Mah mie instannya??"


"Aku pengen??" lanjut Surya lagi


"Ada"


"Mau dibuatin apa buat sendiri??" lanjut Mamah Surya sembari mie instan di laci atas


"Bikinin ya Mah, dua bungkus yang rasa soto"


"Rasa Soto??"


Lagi lagi Mamah Surya bingung, pasalnya putra nya itu tidak begitu menyukai makanan yang namanya soto, padahal enak banget.


"Iya Mah, ada kan?? Aku mau dua bungkus rasa soto, dan cabe setannya 10biji, terus diatasnya nanti dikasih telur setengah matang tapi telurnya direbus aja"


Mamah Surya menggeleng, lagi lagi beliau di buat heran dengan tingkah anaknya


"Kamu aneh"

__ADS_1


Surya mendengar ucapan Mamahnya tetapi dia hanya tersenyum saja "Aku tunggu di meja makan ya Mah"


Mamah Surya hanya mengangguk, tanpa harus bertanya lagi


Dia kenapa, kayak orang ngidam aja, dari kemarin kelakuannya aneh, apa mungkin dia ngehamilin anak orang


Tidak membutuhkan waktu lama, mie instan rasa soto itu sudah ada dihadapan Surya


"Pesenan kamu Ya" Mamah Surya menaruh mie instan kuah pedas itu didepan Surya, dan mata Surya langsung berbinar binar melihat kuah mie yang sudah berubah warna jadi merah.


"Oh ya Mah, ada mangga??"


"Aku ingin jus mangga" ucap Surya lagi


Mamah Surya melotot tatkala mendengar permintaan anaknya yang satu ini. Tetapi tetap saja, beliau akan membuatkannya.


"Tapi Mamah yang buatin ya, aku gak mau dibuatin bibi"


Tanpa rasa bersalahnya, Surya mengatakan itu kepada Mamahnya, dan Mamahnya hanya tersenyum, lalu ke dapur lagi untuk membuatkan jus mangga permintaan anaknya itu.


"Hmm enak, tapi kok gak pedes ya?"


"Mah...mamah....ini tadi cabenya bener sepuluh atau gak sih?" teriak Surya karena Mamah nya masih si dapur


Mamah Surya tidak menjawab, tetapi hanya diam saja


"Dan makan apa tuh kamu, kuahnya sampe merah gitu"


Papah Surya menunjuk ke mangkuk mie didepan Surya dengan menutup mulutnya. Papah Surya yakin dengan penampilan seperti itu rasanya pasti sangat pedas sekali.


"Ini gak pedes pah, coba aja dikit"


Papah Surya yang penasaran langsung mengambil sendok dan mengambil sedikit kuah itu


"Kamu ini makan mie apa makan cabe, pedes banget seperti ini, kamu bilang gak pedes"


"Itu katanya tadi cabe nya kurang banyak Pah!" ucap Mamah Surya yang dari belakang dengan membawa segelas jus mangga


"Kurang banyak gimana?? Papah ambil kuah dikit aja udah ngoweh ngoweh ni bibir Papah"


Sementara Surya dengan rasa tak bersalahnya terus menikmati mie instan setan itu dengan tenangnya. Dan tak membutuhkan waktu lama, mie itu kandas juga hanya menyisakan mangkuknya saja.


Mamah dan Papah Surya saling memandang, bener bener tingkah Surya di luar kebiasaannya.


"Surya apa kamu sedang menghamili wanita?"


Deg


Uhuk....uhuk..

__ADS_1


Surya yang tadi minum jus sempat tersedak mendengar pertanyaan dari Mamah nya. Karena pertanyaan Mamahnnya itu benar, tetapi Surya tidak mau mengiyakannya dulu sebelum ada bukti yang nyata, takut kalau Mamah nya kecewa


"Gak Mah, Surya hanya pengen saja" ucap Surya dan langsung buru buru untuk meninggalkan meja makan itu, takutnya banyak pertanyaan pertanyaan lagi.


"Surya pergi dulu Mah, Pah"


...****...


Surya kini sudah berada di sebuah restoran mewah dengan sepesial menu seafoodnya. Ya setelah dari rumah, Surya langsung ke restoran itu dan memesankan makanan untuk Delima dan juga calon anaknya tentunya.


Tak lupa juga untuk Pak satpam dan juga karyawan di butik Delima. Bagi Surya uang tidak masalah, yang penting dia bisa memberikan apa yang seharusnya di kasih untuk ibu dan calon anaknya. Dan tak lupa juga Surya membelikan susu hamil dan juga buah buahan.


Seperti ucapan Jeje, Surya sudah sampai di depan butik Delima dan langsung menurunkan makanan dari mobilnya itu


"Buat Non Jeje kan?" tanya Pak Satpam dan langsung diangguki kepala oleh Surya. Rupanya Jeje sudah memberi tahu kepada Pak Satpam


"Non Jeje sudah tau, dan sebentar lagi kesini, Bapak langsung pulang saja" ucap Pak Satpam itu lagi yang secara langsung mengusir Surya.


Jeje yang sudah dikasih tau Pak Satpam langsung saja mengambilnya


"Makan dulu Del"


Delima melihat jam di tangannya "Baru jam segini Je, dan itu makanan banyak banget"


"Itu dari Mas Andre, dia sengaja ngirimin makanan untuk kita" ucap Jeje berbohong, karena Jeje tau kalau Delima tidak mungkin menanyakan soal pemberian makanan itu kalau tidak dengan suaminya sendiri.


Mata Delima berbinar ketika melihat cumi asam pedas di atas meja, makanan yang dari awal kehamilan dia tolak, tetapi kali ini dia menginginkannya lagi


"Aku makan ya? lihat mereka mereka jadi pengen ngabisin deh"


Jeje mengangguk dan dia sengaja duduk di depan Delima, dan mengambil ponselnya untuk mem video Delima, tentunya dengan pura pura bermain game, dan itu juga atas permintaan Surya.


Surya tidak main main, bukan hanya makanan yang ada diatas, tetapi buah buahan, susu dan juga cemilan.


Jeje selesai memvideo Delima dan langsung mengirimkannya kepada Surya


Maafkan gue Del, tapi gue gak tega lihat muka Pak Surya yang melas kemarin, dan dia begitu yakin kalau elu dah hamil anaknya.


****


Di kantor Surya


Mata Surya berbinar ketika melihat Delima di dalam video itu, dan bibir Surya seketika tersenyum. Video yang dikirimkan Jeje barusan membuat suasana siang hari Surya menjadi bahagia. Yah walaupun sekedar video tetapi itu sudah biaa sedikit meredakan rasa kangennya.


"Aku sebenarnya ingin banget memeluk dan mencium anak aku Del, aku juga ingin menyuapimu dan menemanimu makan, tetapi itu tidak mungkin, bahkan kalau kamu tau itu makanan dari aku, kamu juga gak mau makan, atau bahkan jika kamu tau itu bayi aku, kamu juga tidak akan menerimanya"


"Maafkan aku jika aku menjadi pengecut untuk sekarang ini, tetapi hanya itu yang bisa aku lakukan, dan aku akan bertahan sampai dia lahir kedunia dan akan aku buktikan kalau dia benar benar anak aku"


"Karena aku benar benar yakin jika memang anakku"

__ADS_1


__ADS_2