Cerita Cinta Kita

Cerita Cinta Kita
Makanan Dari Trio Sableng


__ADS_3

Kenzo masuk ke ruangan Delima, sedangkan Delima mencoba untuk pura pura tenang


"Sayang...ayok abang antar"


Delima mengangguk, perasaannya kini berubah, ada sebuah rasa penasaran sedang menyelimutinya.


"Kamu kenapa?" tanya Kenzo yang melihat istrinya begitu murung


"Gak apa apa bang"


"Kalau gak enak badan, abang anter ke apartemen aja ya"


"Gak usah Bang, aku gak apa apa"


**


Delima kini sudah sampai di DenZo butik, walau perasaannya kacau tetapi dia harus terlihat bahagia didepan teman temannya. Delima teringat sesuatu, kemudian tangannya terampil mengetikkan sebuah pesan


"Cari tau tentang Amanda, secepatnya"


Kemudian Delima mengirimkan itu kepada seseorang


"Hai......" sapa Delima ketika melihat Jeje dan juga Rima yang baru saja masuk


"Yang lain mana?"


"Gak tau,....tapi pasti datang"


Tak berapa lama, sebuah mobil mewah berhenti didepan, kemudian wanita cantik keluar dari mobil itu.


"Assalamuailaikum"


"Waalikumsalam"


Laura masuk dengan menenteng sebuah paperbag.


"Bawa apaan itu Kak?" tanya Jeje


"Ada deh....kepo"


Laura duduk disamping Delima


"Hai Del, kenapa kok mukanya ditekuk?"


"Eh gak mbak....aku cuma lelah saja" Delima bener bener tidak fokus siang ini, apalagi setelah orang suruhannya mengirimkan sebuah pesan padanya


"Ada sesuatu yang terjadi antara Tuan Kenzo dan Nona Amanda sekitar dua tahun yang lalu"

__ADS_1


Delima mengernyit, "Dua tahun yang lalu? berarti itu terjadi sebelum atau pas aku dan Bang Ke nikah"


"Ada apa ini sebenarnya?" gumam Delima


Laura yang melihat Delima geleng geleng kepala dengan wajah yang tanpa ekspresi itu langsung menepuk pundaknya


"Ada apa? jangan ngelamun, gak baik!" ujarnya


"Gak ada apa apa mbak"


Delima kemudian mengetikkan sesuatu lagi


"Cari tau segera kejadian dua tahun yang lalu, aku mau detail, dan jangan laporan dulu sebelum aku meminta, kumpulkan saja info sebanyak banyaknya"


Rasanya jika itu kenyataan yang buruk, Delima tidak bisa atau lebih tepatnya belum bisa menerimanya, terlebih dirinya kini tidak lagi sendiri, ada dua nyawa yang harus dipikirkan, masa depan anak anaknya terutama


Oke....berpikir positip Del positip, sebelum semuanya jelas jangan berpikiran buruk dulu, ingat kondisimu


"Cinta yang cantik datang" teriak Cinta yang masih berada di pintu itu, sama seperti Laura, Cinta juga datang dengan menenteng paperbag nya.


"Bawa apa Cin?" tanya Rima


"Ada ada deh"


Rima melongo dengan jawaban Cinta, kenapa jawabannya sama dengan jawaban Mbak Laura.


Baru saja Cinta duduk, datang lagi satu anggota grup somplak itu


Alenka yang datang dengan membawa tentengan di tangannya kali ini tidak ada yang menanyainya, mereka begitu kesal jika ditanya dan jawabannya akan selalu sama.


Keeenam wanita cantik itu kini sudah saling bercerita, bercanda dan menghabiskan waktu siang ini tanpa ada gangguan dari siapa pun juga.


"Ini untuk kamu Del, Kak" ucap Alenka, Laura dan juga Cinta bersamaan


"Untuk aku??? kok bisa?"


Mereka bertiga mengangguk


"Sebelum kesini aku makan siang dulu dengan Vano dan dia nitip ini buat kamu, katanya kamu harus menghabiskannya karena ini makanan favoritmu" ucap Laura


Delima melongo, jujur dia tidak enak sama sekali dengan Laura, apalagi Delima tau kalau Laura dan Vano dulunya adalah sepasang kekasih, dan Delima juga tau kalau Laura sampai sekarang masih mencintai Vano


"Tapi mbak, aku jadi gak enak"


Delima menerima sesuatu yang diberikan oleh Vano melalui Laura, dan membukanya


Cumi dan udang asam manis pedas, makanan favorit Delima.

__ADS_1


"Sante aja Del, aku gak apa apa, lagian aku dan Vano tidak ada hubungan, toh Vano juga sudah tidak mencintaiku lagi"


Delima semakin kaget mendengar ucapan Laura, lalu menggenggam tangannya "Karena aku mbak?"


Laura menggeleng "Bukan...memang dari dulu Vano tidak mencintaiku, jauh sebelum kamu hadir"


Mereka semua terdiam, karena terhanyut dengan cerita Laura


"Sudah sudah....kini giliran aku" Alenka menyodorkan sesuatu untuk Delima


"Untuk bumil yang makin cantik" ucap Alenka


Delima menerimanya dan membuka isinya "Ayam bakar wijen" mata Delima menjadi berbinar binar ketika melihat makanan satu itu, memamg rencananya setelah pulang dari sini Delima ingin mampir untuk membeli ayam bakar wijen


"Makasih mbak, dan jangan bilang ini dari --?"


Alenka mengangguk "Iya itu sepesial buat kamu dari Surya, habiskan ya Del"


"Mbak......!!!!"


"Udah gak usah gak enak gitu, aku gak apa apa, emang kenyataannya kalau masalah hati itu tidak bisa dipaksain"


"Kak Del...ini juga ada titipan dari Kak Iyo, pizza sepesial" ucap Cinta langsung tanpa basa basi lagi.


Lagi lagi mereka berenam dibuat melongo dengan Trio Sableng itu, bisa bisanya mereka menitipkan sesuatu untuk Delima melalui perantara orang lain, dan orang itu tidak sekedar orang lain


"Udah jangan bengong, ayok kita makan rame rame" ucap Delima


"Gak bisa Del....ini semua kan punya kamu, sepesial for you" jawab Alenka


Delima tersenyum dan menatap kelima wanita cantik itu satu persatu "Ya kali, gue habisin makanan ini sendiri, sudah gila apa?? lagian mana muat ni perut, walau ada dua didalam sini tapi ya gak gitu gitu juga kali"


Mereka masih bengong,.mencerna ucapan Delima yang memang ada benarnya juga, apalagi ketiga makanan itu porsinya sangat sangat besar, bahkan untuk dimakan ber enam rasanya masih tersisa banyak, apalagi sebagian besar mereka sudah makan siang duluan


"Jangan dipikirkan dan jangan dilihatin aja, lagian kalau gak habis kan juga mubadir, lagian ya lagian, aku kan juga udah makan ni semua, jadinya secara langsung aku udah makan"


Mereka mengangguk dan langsung keenam wanita itu dengan cepat memakan makanan yang ada didepannya dengan perasaan senang.


***


Sementara itu, Kenzo dikantor sedang memijit pelipisnya, dia teringat dengan sikap Delima yang mendadak aneh tadi setelah keluar dari ruangannya ini. Dan juga Kenzo tadi sempat melirik ke laptopnya yang masih menyala, seperti habis digunakan oleh seseorang


"Apa jangan jangan Delima sudah curiga? atau sudah tau semuanya?"


"Tidak....itu tidak akan terjadi...aku tidak ingin kehilanganmu sayang"


Lalu tangan Kenzo dengan terampil membuka email yang masuk, karena disinilah semua bukti bukti itu ada, tanpa berpikir panjang, Kenzo kemudian menghapus semua pesan masuk dari Amanda, tanpa tersisa sedikitpun

__ADS_1


"Beress..." Kenzo sudah berhasil menghapus pesan masuk dari Amanda, itu berarti salah satu bukti terkuatnya sudah hilang.


"Maafkan aku sayang, bukan maksud aku untuk membohongimu, biarlah ini semua menjadi sebuah rahasia dan akan aku pendam sendiri tanpa kamu harus tau, karena aku dan dia sudah tidak ada lagi hubungan apa apa, dan aku juga sudah putuskan kemarin, aku tidak akan mengunjunginya lagi, apapun alasannya"


__ADS_2