Cerita Cinta Kita

Cerita Cinta Kita
Kenzo Galau


__ADS_3

"Kak......" panggil Delima yang kini sudah berada di dalam mobil Mario.


Ya setelah Vano dibawa oleh Pak Satpam ke Rumah Sakit, Delima menghubungi suaminya Kenzo, namun sayang ponsel Kenzo sedang tidak aktif.


Beruntung Mario menelponnya setelah dia tau keadaan di depan DenZo, Mario sama seperti Dimas yang ditugaskan oleh Papi Jovan untuk menjaga Delima, selain suaminya tentunya, dan Mario juga sama mengerahkan semua anak buahnya untuk mengikuti Delima dan melaporkan semua kegiatan Delima.


"Kak...." panggil Delima lagi, karena sedari tadi Mario fokus melihat jalanan yang masih hujan walaupun tidak sederas tadi.


Mario menoleh, menatap wajah Delima yang seakan akan ingin mengatakan sesuatu "Kita makan dulu ya Del, sambil nunggu Kenzo menjemputmu"


Delima tersenyum dan mengangguk,seakan apa yang dikhawatirkan dirinya tidak terjadi, Delima tidak mungkin membawa Mario ke Apartemennya, walaupun dia sudah menganggap Mario sudah seperti kakak nya sendiri, namun itu tidaklah benar jika seorang laki laki dan perempuan berada dalam satu ruangan.


"Kakak tau apa yang kamu pikirkan" ucap Mario tersenyum lalu mengacak rambut Delima.


"Sok tau....kayak dukun aja" cibir Delima


Delima mencoba menghubungi Kenzo "Jangan dihubungi dulu, nanti dia gagalin kencan kita" ucap Mario dengan terkekeh


"Oh iya benar juga kak, nanti malahan ganggu lagi" Delima ikut ikutan bercanda, dia berpikir kalau Mario mengucapkan itu hanya bercanda saja, tetapi sejujurnya tidak didalam lubuk hati Mario yang paling dalam masih ada nama Delima.


Mario berhenti disebuah restoran mewah


"Tunggu sebentar, jangan keluar dulu" perintah Mario dan langsung mendapat anggukan dari Delima.


Mario membuka pintu mobilnya dan keluar, menerobos hujan yang masih turun dan dinginnya suasana sore ini. Laki laki itu kemudian masuk ke dalam restoran, dan tidak berapa lama kemudian keluar dengan membawa sebuah payung.


Delima yang melihat adegan itu hanya geleng geleng kepala.


Mario mengetuk kaca mobil, dan Delima yang melihatnya langsung membukakan pintu, karena sudah tau maksudnya.


"Gak baik bumil kehujanan" Mario langsung membawa Delima masuk ke dalam restorana dengan menggunakan payung agar tidak kehujanan.


Delima melirik sekilas ke Mario, ah andai saja ini yang melakukan adalah suaminya, pastilah akan lebih menyenangkan. Tapi sayang ponsel suaminya tidak bisa dihubungi


Mereka masuk kedalam restoran dan menempati meja yang batu saja dipesan oleh Mario, sekaliam memesan makanan kesukaan Delima. Dan memang benara jika semua makanan yang ada diatas meja adalah kesukaan Delima


Delima membulatkan matanya, ketika mendapati menu menu istimewa berada di didepannya "Banyak sekali Kak?" Delima heran, bukan sekedar menu favoritnya yang ada, tetapi jumlahnya yang sangat banyak, bahkan untuk dimakan berdua aja tidak habis


"Disana ada dua nyawa, tambah kamu jadi tiga, makanya porsinya tidak dobel lagi tapi tripel" Dengan jari telunjuknya mengarah ke perut Delima.Kemudian Mario dengan tangannya sendiri mengambil makanan dan diletakkan di piring Delima

__ADS_1


Delima melotot mendapatkan perlakuan yang manis dari Mario "Kak jangan berlebihan, aku bisa ambil sendiri"


Mario tersenyum, dia tau apa yang Delima ucapkan "Jangan Ge er dulu, aku melakukan ini untuk mereka, untuk keponakanku, dan bukan untuk Mamahnya"


Delima mengangguk "Makasih uncle tampan" dan senyum cantik Delima dia berikan kepada Mario ssbagai rasa terimakasihnya


Mario juga mengangguk, dirinya masih menikmati senyuman yang terpancar dari bibir Delima, mungkin senyuma itu akan dia rindukan beberapa saat lagi, karena Mario juga sudah tau masa lalu Kenzo yang sekarang menjadi badai untuk Delima. Dan Mario juga tidak bisa bayangkan jika Delima harus menelan pahitnya kehidupan atas kebohongan yang sengaja suaminya tutupi rapat.


Kakak harap, jika kamu kelak sudah mengetahui semuanya, kamu akan terus tersenyum manis seperti ini Delima, kakak tau kau adalah wanita yang kuat.batin Mario


"Kak....jangan ngelamun, bantuin aku menghabiskan makanan ini" pinta Delima yang melihat Mario dari tadi hanya memandangi dirinya saja.


"Sayang kalau gak dilihatin wajah kamu Del, gak baik wanita cantik harus dianggurin " jujur Mario sambil terkekeh


"Sebentar kakak hubungin suamimu dulu, nanti takutnya dia ngira aku nyulik kamu" dan Mario mengambil ponselnya lalu berniat menghubungi Kenzo.


"Biar aku aja kak" Delima menahan tangan Mario yang akan mnghubungi suaminya


"Gak usah....kamu makan saja, aku yang membawamu pergi, jadi jika aku tidak bisa mengantarkanmu pulang, setidaknya aku akan menyerahkan kepada yang berhak atas kamu"


Mario lalu menekan nomor Kenzo dan segera menghubunginya


<,>


"Delima ada ma aku di restoran Melati, kesini saja*"


Setelah mengucapkan itu, Mario langsung menutup ponselnya


"Udah" Mario kemudian melanjutkan makannya yang tadi sempat tertunda.


Tak berapa lama, Kenzo datang lalu menghampiri istrinya dan juga Mario


"Sayank, maaf tadi ponsel abang mati" Kenzo langsung memcium kening Delima


"Udah maem?"


Kenzo menggeleng "Aku suapin ya" lanjutnya ketika melihat Delima masih menyendokkan makanannya


"Abang juga makan" lalu Delima juga menyendokkan makanan ke mulut Kenzo

__ADS_1


"Ehem.....aku dilupain nih"


Kenzo melirik Mario sekilas "Jangan ngiri...nganan aja"


Lalu ketiganya tersenyum ceria, seolah olah tidak ada beban didiri mereka masing masing


"Ya Tuhan, jangan engkau hilangkan senyuman dan keceriaan istriku, aku tidak sanggup jika harus melihatnya terluka, sayang maafkan aku, aku gak bermaksud membohongimu, jika waktunya tiba dan semua sudah selesai, aku janji akan menyeritakan semuanya," batin Kenzo


"Aku ke toilet bentar" Delima kemudian meninggalkan kedua laki laki tampan itu.


"Ehem...." Mario membuyarkan lamunan Kenzo


Memang dari tadi tubuh Kenzo ada disini tapi pikiran Kenzo ada disana


"Kamu tega membiarkan Delima menunggumu?"


"Apa kamu sudah tidak sayang lagi ma dia, dan lebih memilih wanita masa lalumu?"


Deg


Kenzo kaget, kenapa semua orang yang mendekati Delima tau tentang masa lalu Kenzo. Kenzo masih terdiam, tidak tau lagi harus berkata apa.


"Tinggalkan Delima, jika kamu masih punya rasa sama wanita itu"


Kata kata Mario begitu menusuk dihati Kenzo


"Sampai kapanpun, aku gak akan pernah meninggalkan Delima, jika kamu tau semuanya, berarti kamu juga tau apa yang akan aku lakukan" ucap Kenzo tegas


Mario melirik ke arah toilet dan benar saja Delima sedang menuju ke arahnya "Beritahu Delima secepatnya, atau kamu akan menyesal"


Ketika Kenzo ingin membalas omongan Mario, tiba tiba Delima sudah ada di sampingnya


"Sudah yank?"


Dan dijawab Delima dengan anggukan kepala


"Kak...aku pulang dulu ya, makasih traktirannya"


Mario mengangguk "Hati hati, jika butuh apa apa, jangan sungkan sungkan untuk meminta bantuan ke kakak, jika butuh sandaran, kakak siap untuk mendengarkan keluh kesahmu, jangan dipendam sendiri, kakak akan selalu ada untukmu" Mario melirik sekilas ke Kenzo

__ADS_1


Delima mengangguk dan tersenyum.


__ADS_2