Cerita Cinta Kita

Cerita Cinta Kita
Puasa...Puasa..Puasa


__ADS_3

"Pagi sayang" Kenzo mengecup kening Delima


"Abang udah lama bangunnya?"


"Udah dari tadi, ayok turun, susu dan sarapannya sudah siap" ajak Kenzo


Tidak langsung turun, Delima malahan menatap wajah suaminya "Kenapa malahan abang yang nyiapin semuanya?"


Kenzo tersenyum dan mengambil tangan Delima lalu mengecupnya "Karena abang sayang ma kamu dan anak anak kita"


Lalu Kenzo menggendong tubuh Delima dengan hati hati


"Bang, turunin...aku berat loh!"


"Enggak sayang, kapan lagi coba abang bisa menggendong kalian bertiga"


Delima lalu menautkan tangannya ke leher Kenzo, takut jatuh karena berat badannya yang naik sangat derastis.


"Duduk manis dan diminum susunya"


Delima mengambil susu itu lalu meminumnya, kemudian Kenzo dari arah dapur membawa sarapannya.


"Abang yang masak ini semua?"


"Iya...gini gini abang juga jago masak loh, cobain sayang, aku suapin"


Delima membuka mulutnya dan terkejut dengan rasa dari masakan ini


"Ini enak banget yank, buat aku aja, abang yang lain ya" Delima merebut satu piring ayam panggang wijen dari suaminya


"Pake nasi, biar tambah kenyang, ingat kamu makan bukan untuk kamu saja, tapi untuk bertiga"


"Siap pak Bos"


Ting


Ponsel Delima berbunyi menandakan adanya pesan masuk


"Buka aja sayang" pinta Delima


Kenzo langsung mengambil ponsel Delima diatas meja, dan disana terdapat satu buah pesan dari "Pak Surya"


"Siapa yank?"


"Surya..., aku buka ya?"


Delima mengangguk dan membiarkan suaminya untuk membuka pesan dari Surya, dan Kenzo pun langsung membuka dan membacanya


"Aku ingin ketemu siang nanti, aku cuma mau pamit, aku ke Jerman mengurus perusahaan Papah disana, dan sekalian aku mau anterin Alenka"


Kenzo membacakan pesan dari Surya, lalu mengangguk tanda dia memberi ijin


"Aku gak apa apa sayang, temui Surya, lagian dia juga mau pamit doang, tapi direstoran deket kantor abang aja" Kemudian Kenzo menyerahkan ponselnya ke Delima


"Balas dulu yank"

__ADS_1


Delima kemudian mengetikkan sesuatu


"Baiklah, tapi di restoran dekat kantor Bang Kenzo ya Kak, nanti aku kabari lagi, setelah aku kontrol ke Rumah Sakit"


"Makasih ya Bang" ucap Delima dengan mengecup pipi Kenzo


"Untuk?"


"Semua yang abang berikan, termasuk pengertian abang"


"Maksudmu Surya?"


Delima mengangguk "Abang kan tau kalau Kak Surya kayak gitu, tapi abang masih ngijinin dia nemuin aku nanti"


"Gak apa apa, kasian juga, lagian ditempat umum, dan anak buah abang akan mengwasimu, gak boleh nolak, karena maaf, abang gak bisa nemenin, setelah nganter kamu kontrol, abang ada meeting yang harus abang selesaikan sebelum abang bener bener ambil cuti nemanin kamu lahiran"


...****...


Setelah sarapan, Delima dan Kenzo langsung menuju ke Rumah Sakit, Rumah Sakit milik Papahnya Vano dan tentunya akan diwariskan ke Vano.


Ceklek


Kenzo membukakan pintu ruangan dimana Dokter Tika berada., yang sebelumnya Kenzo sudah janjian dulu dengan temannya itu.


"Hem....seneng banget kayaknya Ken? aku jadi curiga" sindir Dokter Tika


"Kayak gak pernah muda aja elu Tik"


"Hallo cantik gimana kabarnya?" Dokter Tika langsung menyapa Delima daripada nantinya mendengarkan ocehan ocehan yang tak berfaedah.


"Udah, ayo mbak periksa aja "


Delima kemudian naik diatas tempat tidur yang memang khusus untuk perawatan ibu hamil, Dokter Tika menggerak getakkan alatnya, dan melihat ke arah monitor


Doktet Tika tersenyum "Dedeknya sehat, berat badannya normal, jantung dan lainnya juga normal"


Lalu Dokter Tika mengarahkan ke bagian yang lain, dan seketika senyum tampak pudar, Kenzo yang melihat wajah Tika menjadi cemas


"Kenapa Tik? jangan buat aku khawatir!"


"Ini, lihatlah!!" Dokter Tika memgarahkannya ke perut bagian bawah Delima


"Posisinya sudah masuk panggul, dan itu artinya setiap saat mereka siap untuk melihat dunia"


"Maksud kamu Tik?"Tanya Kenzo yang penasaran dengan ucapan Dokter Tika


"Kamu perhatikan ini Ken!" Dokter Tika menujukkan bagian yang dimaksud nya itu


"Nah, ini kepala nya sudah masuk panggul dan itu bererti posisi mereka udah siap untuk dilahirkan"


Kenzo dan Delima kaget, karena usia kehamilannya belum genap sembilan bulan


"Terus bagaimana mbak?"


"Kita kesana, aku akan menjelaskannya"

__ADS_1


Kenzo menggandeng istrinya untuk duduk didepan Dokter Tika


"Sebelumnya aku tanya dulu ma kamu Ken? Kamu semalam ituan?"


Kenzo mengganguk dengan tersenyum


"Lama?"


"Setengah jam pemanasan, satu jam main" ucap Kenzo tanpa malu malu, sedangkan Delima langsung menutupi wajahnya


"Pantes....padahal minggu lalu belum mapan posisinya"


"Bahaya gak mbak? terus aku harus gimana?"


"Selama aku meriksa sampai tadi semuanya baik baik saja, dedeknya sehat dan sudah terbentuk sempurna, dan kamu juga sehat, tekanan darah normal"


"Mungkin dalam waktu dua minggu an ini kamu akan melahirkan, itu hanya prediksi aku ya, soalnya tadi posisinya sudah masuk banget loh Del"


"Pantes...kayaknya ada yang ngganjal gitu di bagian bawah mbak, tapi gak apa apa kan?" tanya Delima sedikit khawatir


"Alhamdulillah, gak apa apa semuanya baik baik saja, cuma aku khwatir sama kamu"


"Khawatir gimana?"


"Ini pengalaman pertama kali, dan jauh dari prediksi, jadi mulai sekarang siapkan mental dan kurangi aktivas"


Delima mengangguk, kemudian Dokter Tika menatap Kenzo


"Dan untuk Bapak Kenzo, mulai sekarang puasa ya....puasa Ken....puasa" Dokter Tika sengaja menekankan kata kata terakhir itu.


"Hah??? mana gue bisa Tik?"


"Harus bisa....ini semua juga gara gara kamu, kamu mainnya kelamaan, coba kamu mainnya bentar kan gak kayak gini Ken"


"Enak aja....mana enak kalau cuma bentar, enakan lama, iya kan sayang?" Kenzo melirik ke arah Delima


"Abang mulutnya ih, ngomongnya ngawur"


"Kan kenyataan sayang, kamu juga suka kan kalau lama?"


"Udah udah pusing aku, gak kamu gak Satria sama aja, heran aku ma Kakek Hendra, bisa bisanya punya cucu yang mesumnya gak ketulungan"


"Kalau gak karena Kakek Hendra yang minta, aku gak bakalan mau jadi Dokter pribadi untuk cucunya" lanjut Dokter Tika


"Yaudah yang jelas pesen aku Del, kalau kamu merasakan mules yang berlebihan dan kamu sudah mengeluarkan lendir, kamu harus cepat cepat ke Rumah Sakit"


"Kamu Ken, inget puasa dulu, wajib hukumnya Kenzo, dan atur jadwalmu, aku tau kamu laki laki paling sibuk, tetapi mulai sekarang, setelah kamu tau kondisi istrimu, aku harap kamu jadi lebih siaga, dan mengurangi aktivitasmu."


"Siap Bu Dokter"


Kemudian Kenzo dan Delima meninggalkan ruangan Dokter Tika.


"Dengerin lo yank kata mbak Tika tadi, abang harus puasa...puasa"


Kenzo cemberut karena dia akan berpuasa lebih awal dari yang dibayangkan

__ADS_1


"Jangan manyun gitu, ntar kalau dedeknya dah lahir dan udah selapan, abang aku buat melayang layang terbang di atas awan ya" rayu Delima


__ADS_2