
"Permisi, boleh gabung" ucap seorang laki laki dengan suara khasnya, sontak saja semua wanita yang tadi tertawa menghentikan tawanya.
"Boleh....boleh...." Bukan Delima yang menjawab melainkan Jeje
Laki laki itu kemudian duduk disamping Alenka, dan kebetulan berhadapan dengan Delima "Tepat" batin Laki laki itu
Alenka melirik Surya sekilas, yang dari tadi mata Surya masih memandang ke arah depan.
"Ngapain ke sini Ya?" tanya Alenka yang tidak begitu suka dengan kedatangan Surya, bukan karena cemburu, tetapi malas saja, padahal tadi sudah seneng seneng ber quality time tanpa gangguan makhluk yang disebut laki laki
"Gak boleh? kan juga pengen ikut gabung"
Tidak ada yang menjawab, mereka semua terdiam dengan kesibukan masing masing, tidak terkecuali Delima, walaupun hubungannya dengan Surya sudah membaik, namun Delima juga enggan untuk berbasa basi apalagi menanggapi hal hal yang tidak penting.
"Aku juga mau gabung, boleh kan.?"
Sontak semua yang ada disana terkejut dengan suara laki laki yang barusan datang, satu aja udah bikin kacau apalagi nambah lagi
Delima melirik sekilas kemudian tersenyum "Kalau aku bilang gak boleh gimana?"
"Ya aku maksa dong" ucap Surya
"Hemm...sukanya memang maksa deh"
Laki laki baru datang itu langsung duduk disamping Delima, "Aku duduk disini aja, takut ma Cinta aku Del"
"Awas loh Kak, ntar suka ma Cinta jangan gitu"
"Gak bakalan" jawab Mario singkat lalu mengacak rambut Delima
"Aku bawa makanan kesukaanmu Del, pasti kamu belum makan?"
"Huhh...pede sekali Anda Bapak Mario, aku sudah makan banyak, noh masih ada di meja" tunjuk Delima ke meja yang memang disana masih ada beberapa makanan, dari berat sampai ringan.
"Kamu bertiga, makannya harus tripel! makan lagi aku suapin" Mario lalu membuka kotak yang dibawa tadi, pizza jumbo toping full keju
"A....aku suapin gak ada penolakan" ucap Mario lalu tangannya mengambil sepotong pizza dan dimasukkan ke mulut Delima
"Enak?"
__ADS_1
Delima mengangguk, rasanya malu dan campur tidak enak dengan teman teman nya itu, apalagi Cinta yang dari tadi melihat perlakuan Mario yang begitu perhatian ke Delima.
"Kak Iyo, Cinta juga mau!" pinta Cinta
Mario tidak menjawab, tetapi tangannya menyodorkan satu kotak lagi pizza ukuran jumbo tetapi tidak full keju, alias tidak sepesial seperti punyanya Delima.
"Kenapa?" tanya Mario ketika memberikan kotak pizza itu ke Cinta dan langsung dibuka oleh Cinta tetapi ekspresi Cinta berbeda
"Kok gak sama dengan punyanya Kak Deli?" Cinta melirik pizza yang didepannya dan juga yang didepannya Mario, sungguh beda
Bukan hanya Cinta saja, Jeje, Rima, Alenka dan juga Laura juga melakukan hal yang sama, membandingkan pizza itu
"Protes??" ucap Mario dengan sinisnya
"Cinta gak protes tapi Cinta cuma bilang, kalau yang itu ma yang ini beda, dan Cinta mau yang itu saja, lebih enak, kejunya banyak" ucap Cinta dengan menunjuk pizza milik Delima
"Ini Cin...kalau mau ambil aja, lagian aku juga gak habis kok semuanya"
"Lagian juga kenapa sih kak Rio belinya juga beda beda segala, udah tau kita kita pada pecinta keju" lanjut Delima dengan wajah cemberutnya, merasa gak enak juga dengan yang lainnya, apalagi Cinta
"Tidak bisa....memang sengaja aku buat beda"
"Iya kak, ntar Cinta nangis lagi, anak orang jangan dibuat nangis" Delima mencoba memberikan pengertian kepada kakak ketemu gedenya itu.
"Gak boleh...ini spesial aku yang buat, kubuat dengan tanganku sendiri, penuh cinta dan kasih sayang, rasanya juga berbeda dengan yang lainnya"
"Ha??" ucap mereka barengan, mereka tidak menyangkan bahwa seorang Mario yang katanya Mafia berhati dingin itu bisa terjun ke dunia perdapuran
"Kakak bikin sendiri?" Delima juga tidak percaya, selama dengan Mario, Delima juga tidak pernah tau kalau Mario bisa memasak, apalagi makanan favoritnya
"Iya...gak percaya?"
Delima menggeleng " Sumpah enak banget ini, kayak yang bikin chef chef terkenal itu" ucap Delima yang secara tidak langsung memuji laki laki tampan yang ada disampingnya ini.
"Terus kakak buatnya dimana? kenapa gak buat dua sekalian aja gitu, atau banyakin, gak harus yang satunya beli kan?"
"Di Toko Pizza yang ada di pojokan jalan sebelah sana"
"Kok bisa? kakak kenal pemiliknya?" tanya Delima lagi, dan lagi lagi yang lain hanya menjadi pendengar saja, sekaligus mengagumi sosok laki laki tampan yang penyayang itu.
__ADS_1
"Kakak pemiliknya"
"Whatt!!" semuanya berteriak berbarengan, mereka kaget karena Toko PizzA yang dipojokan sana adalah Toko Pizza paling besar dan juga paling enak
Delima hanya geleng geleng kepala, mendengar semua yang ada disini menjadi heran hingga berteriak barengan "Isshhh.....kenapa kalian pada teriak barengan sih dari tadi?"
"Sumpah Del....gue kaget banget, gak nyangka kalau pizza langganan kita itu punya nya Kak Rio, kalau tau gue mah minta gratisan dari dulu" ucap Jeje tak tau malunya
Sedangkan Mario hanya mendengarkan mereka pada memujinya.
Surya??? Apalagi Surya, dirinya merasa terkalahkan dengan Mario yang diam diam masih menjadi saingannya.
Mario melihat Delima makan dengan lahapnya, dia begitu senang bisa membuat wanita yang kini masih didalam hatinya itu bahagia hanya dengan memakan makanan kesukaannya, padahal cobaan sudah didepan mata. Apalagi Mario juga sempat melihat Kenzo dan seorang wanita keluar dari Restoran dan mereka masuk dalam mobil yang sama, bisa dipastikan itu adalah Manda
"Ehhh......" Delima kaget ketika Mario menyentuh bibirnya
"Ada saos" Mario kembali menyentuh ujung bibir Delima dan mengelap lembut dengan jari tangannya, iya dengan jari tangannya.
Surya yang melihat kemesraan Mario dan Delima tiba tiba mengepalkan tanganny, dan kembali menatap mereka berdua, terutama tatapan membunuh untuk Mario
"Bini orang, jangan jadi pebinor" ucap Surya dengan penekanan
Sementara mereka mereka yang ada disana langsung menghentikan aktivitasnya
Jeje yang paham dengan situasi ini, kemudian berbisik ke Alenka "Mbak Alen....sebaiknya bawa pulang Pak Surya, lihat tuh tatapan matanya udah serem banget, daripada ada perang dunia ke tiga"
Alenka kemudian mengangguk, dan melirik Surya "Ya pulang yok, aku capek"
Surya menoleh ke Alenka "Aku masih mau disini" kemudian tatapan matanya menjurus pada Mario
Delima melihat tangan Mario dan tangan Surya mengepal, Delima tau artinya itu. Dan Reflek Delima langsung menggenggam tangan Mario yang sedari tadi masih ada di bawah, lalu menatap Mario dengan menggeleng.
Mario kemudian membalas genggaman tangan Delima lalu mengangguk
Sedangkan Alenka mencoba berpikir gimana caranya Surya mau diajakin pulang, akhirnya Alenka mempunyai ide, dan langsung membisikkan ke Surya "Kalau kamu sampai berantem dengan Mario, aku yakin Delima akan membencimu lagi"
Surya terkejut tetapi juga membenarkan ucapan Alenka "Tidak tidak, aku gak mau Delima benci aku lagi"
Surya menangguk, lalu berdiri menatap Delima "Aku pulang dulu" tak lupa mengedipkan sebelah matanya
__ADS_1
Sementara Mario yang melihat itu hanya bisa mengumpat dalam hati "Bang*sat"