
"Astagfirullah, Delima...jangan sayang" ucap Kenzo dan seketika menaruh piring dan gelas itu di atas meja
Delima memegang sebuah pisau di tangannya
"Sayang.....please...jangan lakukan itu" teriak Kenzo yang masih berdiri tidak jauh dari istrinya
Kenzo tadi ke bawah mengambilkan makanan untuk istrinya, dan setelah sampai di atas lagi, dia melihat Delima sedang memegang sebuah pisau
"Stop di situ Bang!!" perintah Delima dengan pisau masih di tangannya
Kenzo menggeleng, dia melangkahkan kakinya meski hanya satu langkah
"Bang....jangan mendekat, atau aku akan nekat!!" seru Delima lagi
Kenzo tidak tau lagi harus berbuat apa, dia pasrah dan diam di tempat, mengikuti ucapan Delima
"Sayang apa yang kamu lakukan??"
"Kamu sudah tidak sayang lagi dengan Abang?? dengan sikembar juga??"
Delima terdiam, sama seperti Kenzo yang tidak tau harus bagaimana. Dia sangat mencintai suaminya, tetapi perasaan bersalah itu masih tetap menghantui dirinya
"Del...apa abang harus bunuh ba**ngan itu, supaya kamu bisa melupakannya??"
"Atau abang harus menjebloskannya ke penjara, supaya kamu bisa tersenyum lagi???"
"Enggak!! Jangan!!" teriak Delima dengan pisau masih di tangannya
"Abang jangan bunuh dia, aku gak mau abang di penjara nantinya"
"Dan abang jangan menjebloskannya ke penjara, aku takut nama baik Keluarga Mahendra tercoreng nantinya karena aku"
Merasa istrinya sudah agak baik baik saja, Kenzo segera mendekat dan merebut pisau dari tangan Delima, dan berhasil.
Kenzo memeluk Delima, erat dan sangat erat
"Abang gak apa apa jika harus mendekam di penjara, asalkan kamu bisa melupakannya"
"Dan abang juga tidak takut nama baik Mahendra tercoreng, asalkan kamu bisa tersenyum lagi"
"Yang abang takutkan hanyalah kamu....kamu sayang....hanya kamu"
__ADS_1
"Abang ingin kamu melupakannya, abang ingin kamu tersenyum lagi"
"Abang sebenarnya ingin membunuh dia, dan menjebloskannya ke penjara, tapi abang memikirkan kamu sayang....masa depanmu masih panjang"
Merasa Delima tidak menggubris ucapan Kenzo, laki laki tampan itu langsung jongkok di hadapan Delima, dan sontak Delima kaget
"Apa yang abang lakukan??"
"Berdiri bang!!"
"Enggak....abang gak mau, sebelum kamu bersumpah dan berjanji tidak akan melakukan hal hal yang aneh lagi seperti tadi"
Delima masih terdiam, melihat perlakuan Kenzo membuat dirinya tersentuh dan benar benar merasa bersalah
"Del...abang mohon, please jangan nekad, abang gak mau kehilangan kamu"
Delima mengangguk, lagi lagi airmata nya mengalir membasahi pipi nya. Delima ikut jongkok dan langsung memeluk suaminya.
"Aku janji Bang, kali ini aku bener bener berjanji, gak akan aneh aneh lagi"
Kenzo melepaskan pelukannya dan menautkan jari kelingking nya dengan jari kelingking Delima, lalu menempelkan kening mereka
Delima mengangguk, hingga Kenzo memiringkan wajahnya dan Delima langsung memejamkan matanya, tetapi....
Tok...tok...tok....
Delima dan Kenzo tersenyum, dan pandangan matanya mengarah ke pintu yang barusan di ketuk.
"Pending dulu, ada yang ganggu" bisik Kenzo
Kenzo kemudian membukakan pintu kamarnya, dan terlihat si kembar yang langsung turun dari gendongan pengasuhnya dan berlari memeluk Delima
"Maaf den, kembar nangis manggil neng Delima"
"Oh gak apa apa Mbok, si Mbok istirahat saja, biar anak anak disini" ucap Kenzo dan langsung melirik ke dua anknya yang sudah berada dipelukan Mams nya
Kenzo menutup pintunya, dan berjalan menghampiri ketiga orang yang paling berharga dalam hidupnya.
"Sayang...kamu lihat kan, mereka kangen ma kamu, dan mereka masih membutuhkan mu"
"Setidaknya demi mereka, kembalilah seperti dulu lagi, anggap tidak terjadi apa apa"
__ADS_1
Delima mengangguk dan menatap tubuh mungil anak kembarnya itu yang sedang memeluk erat tubuh Delima
"Sayang kamu sambil makan ya, abang suapin"
"Iya Bang, aku mau dan maaf"
Kenzo tersenyum kemudian ikut memeluk Delima dan anak anaknya. Dan hari ini Kenzo dan Delima dengan kedua anaknya menghabiskan waktu bersama.
"Sayang tau gak?" tanya Kenzo
"Enggak"
"Ihhhh kan abang belum cerita"
"Tau gak, harta yang paling berharga dalam hidup abang itu adalah kamu dan anak anak kita"
"Dan kebahagiaan abang adalah memilikimu, dan melihat kamu tersenyum seperti ini"
Mereka berempat siang ini menghabiskan waktu hanya di kamar saja, makan, bermain dan tertawa bersama.
Kenzo senang melihat Delima sudah tersenyum lagi, walaupun senyum itu sangat dipaksakan. Dan Kenzo tau jika dia menjadi Delima, dia juga tidak akan mudah melupakan semua kejadian yang menimpanya.
"Sayang.....semoga kamu selamanya tersenyum dan kebahagiaan akan selalu bersamamu"
Kenzo memeluk Delima dari belakang, karena Delima sudah tertidur bersama dengan kedua anaknya.
...***...
Surya, laki laki yang begitu terobsesi dengan Delima, kini sedang tersenyum membayangkan adegan mesranya dengan Delima
Surya kemudian membuka kembali video panasnya.
"Sayang....aku kangen kamu"
"Dirimu membuat aku panas dingin sayang"
"Aku sangat mencintai kamu Delima, aku harap benih ku bisa tumbuh di rahim mu"
"Aku tidak akan menyesal telah melakukan itu padamu, bahkan aku sangat senang dan berharap bisa mengulangi nya lagi, dengan kamu, hanya kamu seorang"
Surya melihat kembali video panas itu, hingga akhirnya dia terlelap dengan memeluk ponsel panas itu.
__ADS_1