
"Aku??"
"Kalian jangan ngaco deh, dari dulu aku menganggap kakak ini sebagai kakak aku, pelindung aku" ucap Delima
"Huff" Mario menghela nafasnya, berkali kali dirinya harus menyadarkan Delima jika perasaan cinta itu ada untuk nya, bukan sebagai saudara tetapi sebagai layaknya laki laki dan perempuan yang memadu kasih.
"Dan kakak juga jangan bercanda!! umur kalian dan aku beda jauh, lebih cocok dijadikan saudara dibandingkan pasangan"
"Hah? gak nyadar juga kalau dia dan suaminya juga umurnya beda jauh" batin Farhan
"Del..." panggil Farhan
Delima menoleh, kemudian Farhan membalikkan tubuh Delima supaya posisi nya pas didepan nya
"Tatap mata kakak!" perintah Farhan, dan seketika Delima langsung mengikuti intruksi Farhan
"Denger baik baik dan gak ada pengulangan kata"
Delima mengangguk
"Walaupun telat dan udah gak mungkin lagi, kakak cuma mau bilang, mau nyatain perasaan kakak yang dari dulu kakak pendam"
Farhan menatap tajam mata Delima,.mata yang membuat dirinya begitu sangat menyukai sosok gadis cantik yang kini sudah menjelma menjadi Mamah muda.
"Aku mencintaimu dan menyayangimu, dari dulu hingga sekarang dan selamanya, tetapi rasa cinta dan sayangku yang semula layaknya aku inginkan kita sebagai pasangan kekasih, kini sudah aku ubah, aku mencintai dan menyayangi kamu sebagai adikku, mulai saat ini dan selamanya"
Delima mengangguk "Jangan peluk Kak, gak aman buat kakak" ledek Delima yang merasakan jika Farhan akan memeluknya "Dan juga aku gak enak ma Mbak Manda"
Farhan tersenyum "Nakal...cuma peluk aja gak boleh, padahal dulunya suka banget kalau kakak peluk, dan suka minta gendong kakak"
"Itu dulu, sekarang aku dah gede dah punya suami dan anak, emang Kak Rio yang sampe sekarang masih jomblo?" ledek Delima sengaja supaya Mario tidak larut dalam perasaannya.
"Aku jomblo juga karena kamu, karena nungguin kamu, eh kamu malahan kawin ma orang lain"
Delima melongo, laki laki yang dari tadi diam,.kini berani berucap, bahkan kata kata nya sangat menyentuh sampai ke hati dan tulang tulang nya.
"Aku......"
Oek....oek...oek....
"Del....anak elu nangis" teriak Jeje
"Maaf Kak Baby Z nangis, aku kesana dulu"
Delima meninggalkan kedua laki laki itu karena mendengar Baby Z yang tiba tiba menangis. Mario nampak kecewa, karena malam ini dia akan mengatakan soal pembicaraannya dengan Papi Jovan tadi pagi.
Delima menghampiri Baby Kenza, yang menangis, memang baby girl ini lebih cengeng dari pada abangnya
"Elu apain anak gue?"
Delima lalu menggendog Kenza "Je, tolong botol susu dibelakang elu"
"Ini apa??" tanya Jeje
"Susu lah masak air tajin, iya kali anak sultan gue kasih tajin" jawab Delima dengan memasukkan dot ke mulut mungil Kenza.
__ADS_1
"Minum dulu sayang, udah ma Mams, tadi kenapa nangis? pasti di cubitin ma aunty Jeje kan?"
"Iya gue cubitin, gemes lihatnya cantik banget sih"
Delima tidak memperdulikan ucapan Jeje, sekarang dia fokus menenangkan putrinya itu
"Anak kamu minum susu sapi Del?" kini giliran Andre yang nanya
"Ini?" Delima menunjuk botol susu yang sedang di minum Kenza
"Iya, itu susu formula kan?"
"Ngawur, gini gini juga aku paham kak, ini Asi yang udah aku pe ras dan aku masukin ke botol"
"Soalnya aku kuwalahan kalau dua duanya nangis bareng minta susu" lanjut Delima
"Oh kirain, anak kamu minum susu sapi, dan bapaknya yang minum Asi!"
"Gak salah juga Kak, karena bapaknya juga gak mau ngalah, upss keceplosan aku"
Sedangkan Vano yang dari tadi hanya melihat Delima kini sudah tidak tahan untuk menatap pujaan hatinya dari dekat
"Cantik, kayak Mamahnya" bisik Vano di telinga Delima dan sekarang posisi Vano ada disamping Delima
Sementara Kenzo dia masih ngobrol dengan Dimas, dan sesekali melirik ke istrinya
Em ngajak perang kasur rupanya yank kamu nanti malam?
Malam ini memang sepesial untuk Delima, sepesial juga karena Kenzo harus menahan cemburu yang sudah di ubun ubun ketika melihat istrinya sedang akrab dengan laki laki dan lebih parahnya laki laki itu mencintai istrinya
Ya Tuhan, apa aku sanggup jika aku harus menikah dengan orang lain, dan itu artinya aku sudah tidak bsia sebebas memandangi wajahmu yang sungguh menenangkanku, batin Vano
Seperti halnya dengan Mario, Vano pun malam ini ingin menceritakan semuanya tentang Aira, karena keputusan Delima lah yang menjadi tolak ukur dirinya
"Sayang...." Kenzo menghampiri istrinya dan sengaja mengecup bibir manis Delima
Vano yang secara langsung dan dari jarak dekat melihat adegan 18+ tadi, dadanya mendadak nyeri, padahal ini bukan pertama kali nya dirinya melihat Kenzo mencium Delima, tapi mengapa malam ini begitu berbeda.
Vano menginggalkan Delima dan memilih untuk duduk bersama Mario
"Nasib kita sama, mencintai istri orang" ucap Mario dan mendapat anggukan dari Vano.
Jeje yang masih penasaran sedari tadi berusaha mengumpulkan kepingan kepingan memori nya.
"Aku tau...!!" seru Jeje senang ketika melihat apa yang di ingatnya
"Ini bukannya desain rumah impian elu Del? semuanya dari depan, tengah nyampe ke belakang"
Delima mengangguk, rasanya malu jika diketahui oleh banyak orang, apalagi pastinya Jeje akan menyebutkan impian impian Delima
"Gue masih inget semuanya"
"Jangan macem macem Je" Delima mencoba menahan Jeje untuk tidak buka mulut
"Impian Delima
__ADS_1
Tidak mau pacaran dan langsung nikah, nikah muda juga gak apa apa, dan di jodohkan juga gak masalah
" Eh ngawur kata kata elu yang belakang" ucap Delima
Sontak semuanya yang mendengar ucapan Jeje langsung mendekat
Nikah muda dan jadi Mommy muda
Punya suami ganteng, dan juga kaya, playboy atau casanova juga gak apa apa yang penting tidak pelit
"Hah??" Delima melotot mendengar ucapan Jeje
"Sumpah ya Je, gue sumpal mulut elu"
Sementara Kenzo mendekat memeluk pinggang Delima dan juga mencium i Delima
Punya butik sendiri
dan ini ni yang terakhir
Mempunyai rumah impian dengan desain seperti yang di harapkan, belakang rumah ada kebun sayur, taman bunga dan juga kolam ikan"
Semuanya begitu terpana dengan seorang Kenzo, Kenzo yang mewujudkan semua impian Delima, terutama impian yang ke 5, sebuah rumah impian
Kenzo membalikkan badan Delima, dan posisinya saat ini berada di belakang rumah dan baby Z tentunya sudah diambil alih oleh pengasuhnya
"Sayang, I Love U, aku sangat mencintai kamu"
Delima tersenyum,.ingin membalas pernyataan cintanya Kenzo, tetapi bibir nya sudah di bungkam oleh suaminya
"Emphhhh" Kenzo mencium bibir Delima dan me**matnya, dia tidak perduli lagi semua orang yang ada di sana, yang dia tau, malam ini milik berdua, ya hanya berdua saja.
__ADS_1