Cerita Cinta Kita

Cerita Cinta Kita
Amarah Kenzo


__ADS_3

Tidak membutuhkan waktu lama, mobil Kenzo sudah berada di parkiran Apartemen Surya. Bukan Kenzo namanya kalau dia tidak bisa menemukan di mana ba**ngan itu tinggal


Dengan penuh amarah, Kenzo langsung menuju ke lantai 10. Dan langsung mengarah pada kamar Surya.


Sedangkan Surya, dia memang sengaja untuk menunggu Kenzo, dia tau kalau Kenzo pasti akan segera kemari.


Ting tong ting tong


Surya tersenyum sinis "Target datang" gumamnya


Surya sengaja hanya menggunakan ce**na boxer nya dan tanpa memakai kaos.


"Bukak Ba**ngan" teriak Kenzo yang dari tadi sudah tidak sabar untuk segera membogem Surya.


"Bukak!!!"


Ceklek


Bugh


Bugh


Kenzo langsung melayangkan bogeman di wajah Surya, tidak puas di situ saja, Kenzo juga membogem perut Surya


"Ba**ngan, kurang ajar, kamu apakan istriku??"


Kenzo lalu menarik tubuh Surya dan kemudian berniat mencekiknya, sebelum tangan Kenzo berhasil mencekik leher Surya, Surya sudah berhasil mencekal tangan itu


"Istrimu??? istrimu kamu bilang?"


"Hahahahhaha" Surya tertawa keras dan kembali menatap Kenzo


"Dia juga istriku sekarang, aku sudah me***mati tubuhnya semalam, dan sebentar lagi akan hadir buah cinta kita"


Bugh


Bugh


Kenzo kembali membogem Surya tepat di mulutnya


"Walaupun kamu pukul aku berkali kali, itu tidak akan mengubah kenyataan, kenyataan jika Delima juga milikku"


"Dan sebaiknya kamu tata hatimu, karena sebentar lagi Delima akan meminta bercerai denganmu, dan langsung meninggalkan kamu"


Tangan Kenzo sudah terkepal dan ingin segera membogem lagi mulut Surya


"Aku tau, kenapa kamu tidak ingin kehilangan Delima, aku tau alasannya"


"Karena dia sangat hot"


"Sumpah, ingin kuulang malam panas dengan Delima lagi"


Bugh


Lagi lagi Kenzo membogem mulut Surya


"Jaga ucapanmu Surya Gunadi"


"Dan mulai sekarang, lupakan lekuk tubuh istriku"


"Sampai kapanpun aku tak akan melepaskannya, apalagi menyerahkan pada ba**ngan seperti kamu"

__ADS_1


Merasa sudah puas Kenzo menghajar Surya, walaupun sebenarnya dia ingin menghajar habis habisan Surya, namun niatnya dia urungkan seketika, karena dirinya mengingat Delima yang pastinya sedang tidak baik baik saja. Delima lebih penting daripada harus meladeni Surya.


Kenzo dengan segera meninggalkan apartemen Surya itu, tetapi langkahnya terhenti ketika Surya tiba tiba memanggil nya


"Bersiaplah berbagi istri dengan ku, walaupun sebenarnya aku tidak mau membaginya"


Mendengar ucapan itu, tangan Kenzo langsung terkepal, tetapi niat untuk membogem Surya dia urungkan


Kenzo mendekati Surya "Jangan mimpi, bahkan kamu tidak memperlakukan dia dengan baik, kamu tidak merawatnya setelah kamu memakainya"


Kenzo langsung berbalik dan meninggalkan Surya yang masih mematung dengan ucapannya tadi


"Merawat?"


"Merawat bagaimana?"


...***...


Keluar dari Apartemen Surya, Kenzo langsung segera mengemudikan mobilnya. Dan tidak menunggu lama, mobil mewah itu sudah sampai di rumahnya.


Dengan berlari Kenzo langsung meninggalkan mobil nya dan masuk ke dalam rumah. Di dalam ruang tengah dia bertemu dengan kedua anaknya dan juga si mbok pengasuhnya.


Kenzo sebisa mungkin berusaha untuk menyembunyikan kesedihan dan juga amarahnya.


"Paps.....Paps"


Kenzo yang mendengar kedua anaknya memanggilnya langsung merentangkan tangannya, dan kedua bocah kembar itu berlari memeluk Kenzo


"Anak anak Paps, sudah makan?"


Keduanya dengan kompak langsung mengangguk, dan terdengar suara dari mulut kecilnya "Mams...Mams....Mams..."


Mulut kecil bocah itu memanggil nama ibunya, yang jika diartikan kedua bocah kembar itu sedang menanyakan dimana ibunya berada.


Cup


Cup


Kenzo mencium kening kedua anaknya itu.


"Neng Delima lagi gak enak badan den?" tanya Mbok Siti


"Iya mbok, kurang tidur dan kecapekan"


"Pantesan dari tadi pagi sampai sekarang belum keluar kamar"


Kenzo kaget mendengar kalau istrinya belum keluar kamar


"Nitip anak anak dulu Mbok, aku mau lihat Delima dulu" ucapnya dengan buru buru langsung menaiki tangga menuju kamar


Ceklek


Kenzo membuka pintu kamar nya, dan Kenzo mengedarkan pandangan matanya ke semua sudut kamar, tetapi tidak mendapati istrinya disana.


"Sayang"


"Sayang"


"Delimaku"


"Kamu di mana sayang, jangan buat abang khawatir"

__ADS_1


Tidak ada sahutan satu pun dari mulut Delima, dan Kenzo semakin khawatir. Hingga terdengar suara gemericik air dari kamar mandi.


Kenzo segera menuju ke kamar mandi dan mengetuk pintu nya


Tok....tok...


"Sayang kamu di dalam?"


Satu detik, dua detik hingga lima menit berlalu, tetapi tetap tidak ada suara Delima menyahut dari dalam. Kenzo berusaha membuka pintu kamar mandi itu, tetapi pintunya ternyata terkunci atau lebih tepatnya di kunci.


"Delima....sayang buka pintunya, abang khawatir sayang"


Kenzo mencoba memanggil Delima lagi, tetapi tetap saja tidak ada sautan di sana.


Kenzo sudah panik, dan langsung mencari kunci cadangan kamar mandi, hingga akhirnya menemukannya.


"Sayang abang datang, jangan macem macem"


Kenzo terus menyerukan nama Delima sembari membuka pintu kamar mandi itu. Karena panik, pintu yang awalnya gampang di buka mendadak jadi susah dan


Ceklek


Pintu berhasil di buka Kenzo. Kenzo langsung berlari memeluk istrinya yang masih berada di bawah guyuran shower dengan wajah yang sudah pucat.


"Sayang"


Kenzo memeluk Delima, dia juga ikut basah. Kenzo semakin erat memeluk Delima dan membawa Delima meninggalkan guyuran air shower yang dingin itu.


Delima tidak membalas pelukan Kenzo, malahan dia sengaja mendorong suaminya


"Jangan dekati aku Bang!"


"Jangan dekati aku!" seru Delima dengan isakan tangisnya.


Kenzo tidak mempedulikan ucapan Delima, dia segera memeluk wanita yang sangat dicintainya


"Enggak, aku gak mau"


Delima berusaha melepaskan pelukan dari suaminya, namun tenaga tidaklah kuat


"Pergilah Bang, aku sudah kotor, aku sudah tidak pantas untuk abang"


"Aku sudah kotor Bang"


Lagi lagi Delima berucap dengan menangis, entah sudah berapa banyak air mata yang dikeluarkan pagi ini, namun tidak dapat menghilangkan kesedihannya


Bukan hanya Delima, Kenzo juga merasakan hal yang sama, setiap mendengar isakan dari istrinya, hatinya terasa sakit, dia juga menangis seperti apa yang Delima lakukan saat ini.


"Bang....aku sudah kotor" Delima mengucapkan itu lagi, tanpa dirinya membalas pelukan Kenzo


"Sayang...jangan ngomong seperti itu, apapun yang terjadi, kamu tetap Delimaku"


Delima menggeleng, rasanya dirinya tidak sanggup untuk mengatakan yang sesungguhnya kepada suaminya. Delima pikir, Kenzo belum tau kejadian semalam


"Delima mu sudah mati Bang, kini yang ada hanyalah Delima yang kotor, Delima yang sudah ternoda"


Deg


Kenzo melepaskan pelukan Delima, dia melihat wajah istrinya, bukan kaget dengar ucapan Delima, tetapi dia tidak suka mendengar kata mati dari mulut Delima.


"Del...."

__ADS_1


Delima menunduk, dia tidak berani menatap wajah Kenzo, dia sudah tidak bernyali lagi untuk melihat mata suaminya.


__ADS_2