Cerita Cinta Kita

Cerita Cinta Kita
Dimas Bingung


__ADS_3

Sebelumnya di Restoran Casablanka


"Bagaimana kabarmu?" tanya Kenzo yang duduk disamping Manda


"Seperti yang kamu liat"


Mata Manda dan Kenzo saling bertemu, aneh yang dirasa dalam diri mereka masing masing


"Kita pesen makan dulu, habis itu ngobrol, banyak yang perlu kita bicarakan nantinya" ujar Kenzo dan langsung dianggukin oleh Manda


Sembari menunggu makanan datang, Kenzo terus memandang Manda, rasanya ada yang aneh dan kurang dari diri Manda


"Aku ingin semua cepat selesai" ucap Manda tiba tiba


"Aku juga...aku gak mau kehilangan istriku" Kenzo lalu menggenggam tangan Manda


"Berjanjilah ini hanya rahasia kita, aku gak mau Delima tau, dan maaf jika aku egois" lanjut Kenzo lagi


Manda hanya tersenyum, Manda juga senang karena penderitaan dan bayang bayang masa lalunya akan segera berkahir, dan perkataan Kenzo itu sangat menusuk hati jika yang mendengar itu orang lain, tetapi tidak dengan Manda, jauh dari lubuk hati yang paling dalam,dan Manda sudah tidak ada rasa lagi ma Kenzo


Ya untunglah...


"Aku tadi bertemu istrimu"


"Delima?" ucap Kenzo, dia sudah was was jika tanpa sengaja Delima tau


"Siapa lagi? Kau nikahin wanita mana lagi selain aku ma Delima?" Manda dengan terkekeh mengatakan itu kepada Kenzo


"Ya gak ada lagi...kalo kawin ya banyak lah, kamu tau sendiri...."


"Aku tadi ketemu Delima di Rumah Sakit"


"Kamu sakit?" Kenzo menatap lekat wajah Manda, walau bagimana pun diatas kertas dia masih sah


Manda menggeleng "Sepupu aku"


"Galvano, si Duda yang mepetin istriku itu?"


Manda mengangguk "Seleramu tinggi sekali, masih muda, cantik lagi"


"Kamu kan tau aku siapa, mantan Casanova, jadi aku gak mau dong pilih istri yang biasa biasa aja"


"Dih sombongnya, padahal Orang Tua kamu yang memilihkan wanita itu" cibir Manda


"Haaaaam...tau aja"


"Jadi kamu sepupunya Si Duda itu?" lanjut Kenzo


"Iya, dan siap siap kamu makan hati, istrimu sudah mencuri hati si Vano, dan Vano sudah tergila gila padanya" ucap Manda menakut nakuti Kenzo


Kenzo jadi kelimpungan mendengar ucapan Manda "Jangan menakut nakuti ku"


"Aku tidak menakut nakutimu, itu fakta karena pesona istrimu luar biasa, apalagi aku sudah melihat sendiri gimana saudaraku itu menatap istrimu, penuh cinta dan *****"


"Manda diamlah! aku tak mau mendengarkan itu"


"Cieh cemen....apalagi Vano sudah tau tentang kita, bisa bisanya dia kasih tau ma istrimu, hayo loh...."

__ADS_1


Manda semakin menakut nakutin Kenzo, pertemuan aneh, setelah hampir selama dua tahun mereka tidak bertemu, setelah bertemu malahan mereka mengobrol ngalor ngidul gak jelas


"Sudahlah...ayo kita makan, banyak hal yang perlu kita bahas" ucap Kenzo yang sejujurnya dia takut kebenaran kalau sepupunya itu begitu menginginkan istrinya.


Selesai makan, Kenzo mengajak Manda untuk ketempat yang sekiranya mereka bisa mengobrol dengan leluasa


"Apa ini?" Kenzo tak sadar hampir menginjak sesuatu yang berwarna pink itu


Sebuah gantungan kunci yang bertuliskan nama DenZo, tentunya seperti.ini hanya Delima yang punya, karena dibuat kusus Kenzo untuk Delima


Deg


"Astaga....jadi Delima tadi kesini, berarti dia....."


"Arghhhh....." Kenzo mengacak rambutnya, dia semakin takut jika Delima curiga dan mengetahui kebenarannya


"Kenapa?" Tanya Manda yang tiba tiba melihat Kenzo jadi gelisah


"Delima tadi kesini, aku kawatir jika dia melihat kita" Kenzo masih menggenggam gantungan kunci milik Delima dan kemudian menciumnya


Manda melirik sekilas apa yang dilakukan oleh Kenzo, ternyata benar kalau Kenzo segitu bucin nya dengan Delima


Manda menepuk pundak Kenzo "Kalau itu terjadi, aku akan bantu menjelaskannya"


"Ayok keburu malam, aku masih ada acara" ucap Kenzo lalu mereka masuk kedalam mobil Kenzo.


.


.


.


Jeje, dengan sengaja dijemput oleh pacarnya Andre


Rima, juga sudah dijemput oleh Satria, sedangkan Laura baru saja pergi tanpa dijemput oleh seseorang


Kini yang tersisia hanyalah Delima, Cinta, Mario dan juga Dimas yang baru datang


"Kirain Bang Ke yang kesini ternyata kamu kak" ucap Delima ketika Dimas sudah duduk didepannya itu.


"Gak seneng aku kesini Del?"


"Bukan begitu, tapi aneh aja, malahan kakak yang kesini bukannya Bang Ke" Delima sudah mulai curiga kenapa bukan suaminya malahan asistennya yang kesini


"Kenzo sibuk Del, dia menyuruh aku untuk mengantar mu pulang atau mau jalan jalan dulu juga boleh"


"Sibuk??? sesibuk itukah, aneh!!"


Dimas diam karena memang tidak seharusnya dia berada disini, Delima malahan semakin curiga dan itu benar


Sedangkan Mario menatap tajam Dimas "Kamu salah langkah bro"


"Aneh ya, Bosnya yang sibuk tetapi asistennya bisa santai kayak gini" sindir Delima


Deg


Dimas terkejut, mengapa dia tidak memikirkan ini ya, dia lupa kalau yang didepannya ini adalah seorang wanita yang cerdas

__ADS_1


"Mati aku" Dimas menepuk jidadnya sendiri


"Kenapa Kak? takut ketauan ya, kalau Bosnya sedang jalan dengan seorang perempuan?"


"Del...gak gitu...Kenzo bener bener sibuk" ucap Dimas mencoba membela dirinya


Mario yang melihat Delima emosi menjadi tidak tega "Kakak antar pulang!"


Delima menggeleng "Kakak antarkan saja Cinta, aku nanti sama kak Dimas"


Gawat gawat bisa berabe nih kalau diinterogasi ma Nyonya Bos, batin Dimas


"Tapi Del........." Mario ingin menolak, tapi Delima langsung menatapnya dengan iba


"Kak????"


"Oke...oke, Cinta ayok aku antarkan pulang" Tanpa menunggu Cinta apalaagi menggaandengnya, Mario langsung keluar menuju parkiran dimana mobilnya berada.


Yang tersisa kini hanyalah Dimas dan juga Delima


"Mau langsung pulang atau kemana?" tanya Dimas yang mencoba merayu ibu hamil ini.


"Kalau jalan jalan dulu gimana Kak?"


"Boleh, kemana? gue ikut aja dan siap jadi supir elu deh Del


Delima tampak berpikir "Ketempat Bang Ke dan wanita itu gimana?" sambil menatap wajah Dimas yang sudah tak berbentuk itu


"Kenapa? gak bisa jawab? jadi bener kan kalau Bang Ke lagi pergi berdua dengan perempuan?"


"Gak mungkinlah Del, elu kan tau sendiri gimana dia cinta ma elu, gimana dia takut kehilangan elu" Dimas mencoba menenangkan Delima, wanita cantik itu kini matanya sudah berkaca kaca


"Mungkin saja....aku tadi lihat dengan mata kepalaku sendiri, kalau Bang Ke lagi berdua dengan seorang wanita, dan lebih parahnya Bang Ke menggenggam tangan wanita itu"


Dimas kaget, entah mengarang cerita yang bagaimana lagi supaya Delima bisa percaya, dan tidak terus terusan memikirkan soal Kenzo yang memang benar lagi bersama dengan Manda, tapi untuk menyelesaikan masalahnya bukan untuk berkencan


"Mungkin itu klien Del, kamu jangan banyak pikiran ya, gak baik juga untuk si twin"


"Aku gak bodoh kak, ketemu klien kok kak Dimas ada disini, asisten apaan kamu Kak? yang malahan ninggalin Bosnya dengan klien, atau emang Klien itu sangat spesial?"


Delima kali ini tidak bisa menahan emosinya "Atau jangan jangan kakak juga sekongkol dengan Bang Ke?"


Glek


Dimas lagi lagi tak dapat bicara, dia takut kalau bicara lagi nantinya akan salah, karena wanita didepannya ini sangatlah pintar dan tidak gampang untuk dibodohi


"Kak Dimas gak bisa menjawab kan?"


"Oke, aku tanya sekali lagi..Bang Ke jika meeting dengan klien atau ada jamuan makan dengan klien ponselnya sengaja dimatiin atau tidak?"


Dimas menggeleng "Kenzo tidak pernah mematikan ponselnya, dia malahan selalu stanby dengan ponselnya, apalagi dengan kamu yang hamil gini Del, ponselnya tidak akan dibiarkan mati, malahan volume nya sengaja di stel kenceng"


Eh eh gue ngomong apa tadi, mam*pus gue salah ngomong lagi, batin Dimas


Delima tersenyum licik "Baiklah abang dan kakakku tersayang, akan aku buktikan ucapan Kak Dimas, jika ponsel Bang ke hidup, Oke fine berarti tadi yang aku lihat adalah klien dan sampai saat ini Bang Ke masih ada meeting dengan klien , tapi jika ponsel Bang Ke mati, berarti.......Kakak tau sendiri jawabannya, walau sebenarnya kakak juga sudah tau"


Jedaarrrr

__ADS_1


__ADS_2