Cerita Cinta Kita

Cerita Cinta Kita
Menegangkan


__ADS_3

"Revan? Marisa?" Delima masih saja memikirkan dua nama itu yang sepertinya memang tidak asing ditelinganya


Dimas yang mengetahui nya langsung menyenggol lengan Delima


"Gak usah dipikiran, mereka itu yang beberapa bulan yang lalu menjadi berita heboh" bisik Dimas


Delima langsung melongo mendengar bisikan dari Dimas " Oh iy....iya aku ingat sekarang"


Marisa melirik ke arah Delima "Hai Del...udah berapa bulan?"


"Dah mau sembilan bulan mbak" jawab Delima santai


"Besar banget!"


"Iya, ada dua didalam"


Marisa melongo, sementara Revan memandang Kenzo


"Pinter juga elu bro....sekali tancap langsung jadi dua"


"Iya emang elu...gak jadi jadi" jawab Kenzo dengan melirik ke arah Marisa


Gimana mau jadi Bang, wanita itu pake kontrasepsi, dia kan gak mungkin hamil, batin Delima melirik ke Marisa


Ya Delima pernah suatu hari tak sengaja bertemu dengan Marisa, waktu itu ketika Delima sedang mau menemui Dokter Tika, dan Marisa bertemu dengan Dokter Kandungan yang lainnya. Ketika melintas di depan ruangan yang ada Marisa nya, tanpa sengaja Delima mendengar percakapan antara Marisa dengan Dokter itu, yang mengatakan kalau Marisa ingin memakai alat kontrasepsi karena tidak mau hamil, dan pastinya suaminya tidak boleh mengetahuinya.


Merasa tidak enak, Revan membawa Marisa pergi "Gue kesana dulu bro" ucap Revan kepada Kenzo


Setelah kepergian Revan dan juga Marisa, Delima masih memperhatikan sepasang suami istri itu, sampai sampai Delima tidak mendengar kalau suaminya memanggilnya


"Sayang, liatin apa?"


"Eh itu, aku kasian aja ma Kak Revan"


"Kasian kenapa?" tanya Kenzo lagi


"Dia dibohongin ma Marisa, pake alat kontrasepsi tapi gak bilang ma Kak Revan"


Kenzo mengangguk "Dasar wanita ular, padahal loh yank, Revan itu sudah lama ingin punya anak"


"La habis gimana lagi, istrinya aja gak mau hamil Bang" jawab Delima


***


"Aduh...." Delima memegangi perutnya yang sangat sakit


Kenzo yang baru menyapa rekan bisnisnya, kemudian menghampiri istrinya yang menahan rasa kesakitannya

__ADS_1


"Sayang...." Kenzo memegang tangan Delima


"Bang....sakit!" lirih Delima, yang memang merasakan ada sesuatu yang sedang mengguncang perutnya


Dimas, Mario dan Vano yang melihat Kenzo sedang menggandeng Delima kemudian langsung menghampirinya, sementara Kenzo panik, dia bingung harus gimana


"Bang.kayaknya mereka udah mau lahir"


"Oke tenang sayang, abang bawa kamu ke Rumah Sakit"


"Ada apa?" tanya mereka bertiga kompak


"Delima mau melahirkan, aku mau bawa dia ke Rumah Sakit"


"Dimas...kamu hubungi Tika segera"


"Mario, tolong hubungi mamah dan mami"


Tanpa menunggu perintah dari Kenzo, Vano langsung menawarkan diri "Aku akan telpon Rumah Sakit untuk menyiapkan semuanya"


Kemudian Kenzo menggendong tubuh Delima, dengan melewati pintu samping yang tidak banyak orang.


"Sayang, bertahanlah..." ucap Kenzo dengan satu tangannya digunakan untuk menyetir dan satu tangannya lagi digunakan untuk memegangi tangan Delima.


Tanpa menunggu waktu lama, Kenzo sudah sampai di Rumah Sakit, dan benar disana bahwa dirinya sudah disambut oleh Dokter Tika dan juga beberapa perawat yang menemani Dokter Tika.


"Tenang Del...ambil nafas dalam" ucap Dokter Tika menenangkan Delima dengan membawa Delima ke ruang persalinan.


Delima memasuki ruang persalinan, yang diikuti oleh Dokter Tika dan juga Kenzo


"Aku ikut masuk Tik" dan dijawab Dokter Tika dengan mengangguk


Delima merasakan mules yang sangat, dan seperti ada sesuatu yang mau keluar dari bagian bawah Delima


"Aku periksa dulu"


Doktet Tika memeriksa sudah pembukaan berapa, sedangkan seorang perawat memeriksa tekanan darah Delima


"Normal Dok" ucap perawat itu


"Sudah pembukaan sempurna" sambung Dokter Tika


Dokter Tika melirik ke Kenzo dan berbisik "Semalam kamu tengokin pasti?" dan dijawab dengan anggukan kepala


"Kamu mau disini atau diluar? istrimu sudah mau melahirkan"


"Ak...aku disini saja Tika, nemenin istriku"

__ADS_1


"Del...dengar aba aba dari mbak ya"


Delima mengangguk dan melihat ke suaminya "Jangan takut abang disini, I love u" Kenzo mengecup kening Delima lembut dan masih terus memegang tangan Delima


Delima mengangguk lalu meringis menahan sakit diperutnya


"Ayo Del...satu dua tiga" Delima memulai mengejan dan terlihat keringat yang sudah berjatuhan, begitu juga Kenzo "Ayo sayang kamu bisa"


"Tarik nafas Del" perintah Dokter Tika


"Euhnhhhhh...." Delima mengejan, berusaha sekuat tenaga agar dia bisa mengeluarkan anak anaknya


Kenzo yang melihat Delima jadi tidak tega, melihat orang yang dicintainya kesakitan


"Ayo lagi Delima, kamu pasti bisa"


"Satu...dua ...ti-"


"Tunggu!"


Kenzo menghentikan aba aba dari Dokter Tika, entah apa yang dilakukan oleh laki laki itu


Kenzo mendekat ke arah Delima "Tarik nafas sayang"


Delima menarik nafas, dan Dokter Tika memulai aba aba lagi


"Satu...Dua...dan Ti.- "


Cup


Kenzo mengecup bibir manis Delima, dan juga me**matnya, entah sudah tidak ada rasa malu lagi buat Kenzo, yang penting dirinya bisa meredakan rasa sakit yang istrinya derita


"Euhhhhhh" Kenzo memaikan bibir Delima, dan bersamaan itu pula, suara tangisan bayi sudah terdengar


Ooeeek....oeekkk


Kenzo melepaskan bibirnya, kemudian melihat ke bawah, dan ternyata satu bayi berhasil dilahirkan oleh Delima


"Selamat bayinya laki laki" Dokter Tika mendekatkan bayi mungil itu ke dekapaan Delima sebelum dibersihkan


"Masih ada satu dan siap untuk dilahirkan" ucap Dokter Tika dan langsung mengambil bayi tampaan itu


"Lakukan seperti tadi"


Kenzo mengangguk dan langsung mendekatkan bibirnya ke bibir Delima


"Tarik nafas, satu dua tiga"

__ADS_1


Kenzo kembali memainkan bibir Delima, dan tak menunggu lama bayi berjenis kelamin perempuan telah berhasil dilahirkannya.


Melihat itu, Kenzo langsung mencium kening Delima "Sayang, terima kasih"


__ADS_2