Cerita Cinta Kita

Cerita Cinta Kita
Jangan Mimpi


__ADS_3

"Wow kalian.....gak tau tempat!" teriak Dimas dan langsung menarik sepasang suami istri somplak itu


"Cihhh ngiri ya?" ledek Delima


"Gak.....mau nganan aja" Dimas berlalu setelah menarik paksa Kenzo agar tidak melanjutkan adegan 18+ nya ditempat umum


"Banyak jomblo.....awas baper" kata Satria juga ikut menyindir kaum jomblo.


Delima menghampiri Mario dan Cinta


"Kak....ini alasan kedua kakak balek ke Indo??" bisik Delima ditelinga Mario


Mario menggeleng "Gak juga Del......" melirik Delima yang menutup mulutnya karena tertawa keras


"Iya juga gak apa....cantik juga, tapi centil, awas kakak baper loh"


Cinta yang dari tadi melihat Delima sampai tak berkedip itu langsung memeluk Delima


"Kakak cantik banget, Cinta aja yang perempuan naksir loh, apalagi Kak Iyo" Cinta melirik Mario sekilas


"Cinta juga cantik, kan Kak Iyo nya udah punya Cinta" balas Delima dengan tersenyum, lucu juga gadis centil didepannya ini


"Del......bisa diem atau.......??" ancam Mario


"Atau apa? jangan macem macem ma bini gue, kalo elu masih mau selamat" ucap Kenzo yang langsung memeluk Delima dari samping


"Oh em ji....ngeri ngerong euy" Cinta langsung sembunyi dibalik punggung Mario


"Ngapa Cin? takut?" Delima melihat Cinta yang dari tadi sembunyi di belakang Mario


"Huum kak....Kakak tampan serem, ngeri deh Cinta liatnya"


Delima melihat ke arah suaminya "Sayank jangan gitu ih...kasian anak orang loh, mana belum dihalalil lagi ma pacarnya" Mata Delima langsung melirik ke arah Mario, sedangkan Mario yang mendengar itu langsung melototkan matanya.


"Udah ah....ayuk pulang yank, gak enak gangguin pasangan baru yang baru aja ketemu" ucap Kenzo yang langsung menggandeng Delima


"Kakak utang penjelasan ma aku ya, aku tunggu loh" bisik Delima.


Delima dan Kenzo pamit pulang ke apartemennya, walau sebelumnya Kenzo sudah diminta untuk bermalam di istana yang megah ini, namun ia tolak dengan berbagai alasan yang gak masuk akal tapi di masuk masukin.


"Bentar Bang, aku kebelet pipis" setelah mengucapkan itu,dan dibalas anggukan oleh Kenzo, Delima langsung menuju ke toilet.


"Abang tunggu didepan" jawab Kenzo sebelum Delima meninggalkan nya untuk ke kamar mandi


Surya yang dari awal Delima datang, tidak pernah sedikitpu melepaskan pandangan matanya, bahkan adegan 18+ yang baru saja dilakoni oleh sepasang suami istri mesum itu juga tak luput dari pandangannya


Tanpa meminta ijin ke Alenka, Surya mengikuti ke arah Delima berada sekarang. Surya menunggu Delima didepan toilet sampai Delima benar benar keluar .


Ceklek


Pintu kamar mandi dibuka


Deg


Delima kaget, ketika sudah ada laki laki yang ingin dia hindari saat ini dan seterusnya.

__ADS_1


"Bisa bicara sebentar?" Surya menghadang Delima, karena tiba tiba Delima ingin menghindarinya, tetapi sayang Surya sudah lebih dulu menghadangnya.


"Gak ada yang perlu dibicarakan lagi Kak" jawab Delima dengan sedikit menundukkan kepala, takut sekaligus malas menatap muka Surya.


"Lihat aku Del....jangan takut" ucap Surya yang kemudian tangannya ingin menyentuh dagu Delima


Melihat gerakan tangan Surya, Delima langsung mundur "Stop Kak, disitu saja"


"Oke...tapi kita harus bicara sebentar, jangan takut aku tidak akan menyakiti ibu hamil, percayalah" Surya mecoba mendekati Delima supaya lebih leluasa berbicara, tetapi yang jelas lebih leluasa menatap Delima


Delima mengangguk, itu artinya dia menyetujui permintaan Surya "Sebentar saja ya"


"Del....kamu masih ingat kan, permintaanmu kemarin?"


Delima mengingat ingat lagi, ucapan apa yang dikatakan ke Surya "perasaan aku gak ngucaap apa apa deh, juga gak minta apapun, tapi....tunggu tunggu" batin Delima


"Masih ingat? atau sudah lupa?" bisik Surya


"Kalau sudah lupa, biar aku ingatkan sayank" lanjut Surya lagi.


Delima hanya diam, mengingat dan mencerna setiap kata yang dia ucapakan kemarin, dan juga kata kata yang Surya lontarkan juga


Deg


"Apa benar Pak Surya hanya pura pura ma mbak Alenka?" batin Delima


"Waktu habis untuk berfikir dan mengingat"


"Bukan kuis" jawab Delima yang gak tau pikirannya sudah kemana mana


"Dan saat ini aku tidak menceraikannya, dan kamu harus menepati janjimu"


"Hahh???" Delima kaget, darima dan kapan dia mengucapkan sebuah janji ma Surya


"Tenang sayang, aku tidak akan menagihnya sekarang, aku tunggu sampai baby twins lahir"


"Jangan gila kamu Surya" bentak Delima


"Hei......ibu hamil jangan galak galak jangan bentak bentak juga apalagi marah marah, gak baik loh"


"Aku gak ingin yang aneh aneh darimu, jika aku tidak bisa menjadikan kamu istriku, maka cukup dengan kamu melahirkan anakku"


"Jangan Mimpi" bentak Delima lagi


Surya tersenyum "Mungkin kali ini aku mimpi, tapi lihat saja nanti, akan aku buktikan ucapanku" bisik Surya kemudian meninggalkan Delima


Delima menghela nafas, dan menyentuh dadanya "Orang gila....astaga"


Delima keluar dan langsung menghampiri suaminya yang sudah menunggunya di luar, tiba tiba Kenzo langsung memeluknya "Gak usah dipikirkan, abang besok akan menemuinya"


Delima melepaskan pelukan suaminya "Abang udah lama disini?"


Kenzo mengangguk "Ayok pulang, jangan banyak tanya , abang udah denger semuanya"


"Percaya ma abang, dia gak akan berani macam macam ma kamu sayang"

__ADS_1


Memang sedari tadi Kenzo sudah didepan toilet, karena menunggu istrinya lama, akhirnya Kenzo putuskan untuk masuk ke dalam menyusul istrinya.


.


.


.


Di lain tempat, Vano yang pikirannya kalang kabut semenjak pertemuannya dengan Delima, kini berada di dalam kamarnya dan ditemani dengan rokok dan minuman keras.


"Del.....maafkan aku, aku gak bermaksud menghina kamu, aku khilap Del, aku khilap"


Dengan menenggak minuman keras dan membanting gelas hingga suaranya terdengar sampai ke luar. "Delima aku menyesal"


Hingga sebuah pintu dibuka oleh Mamah Lina " Kamu kenapa Van? kenapa jadi begini?" tanya Mamah Lina yang mendapati anaknya sedang kacau dan kamarnya seperti kapal pecah.


"Mah....Delima mah....." Vano memeluk mamahnya


"Kenapa dengan Delima Van?"


Vano melepaskan pelukan Mamah Lina lalu kemudian menceritakan tentang kejadian tadi siang, dimana Vano dengan terang terangan menghina Delima, dan menyebutnya sebagai wanita murahan.


"Vano....Vano" Mamh Lina menggeleng ketika mendengar cerita dari anaknya. Pengen rasanya memarahi anaknya, tetapi percuma, Vano lagi mabuk, dan kasihan melihat Vano saat ini.


"Kamu memang salah Van, kamu sudah menghubungi Delima?"


"Sudah Mah...tapi gak diangkat, dan pesan Vano juga gak dibalas Mah"


Gimana mau balas, la wong ponselnya aja gak dibawa sedangkan Delima sedang menghadiri acaranya Satria.


"Mah....bantuin Vano, Vano gak bisa tenang jika Delima marah ma aku Mah, aku sayang ma dia Mah."


"Mamah besok akan ajakin Delima ketemuan" jawab Mamah Vano yang menenangkan anaknya.


Duh Mamah Lina kenapa mau sih disuruh bantuin Vano, biarin aja, biar tau rasa si Vano.


.


.


.


Ting


Bunyi ponsel Delima, menandakan ada pesan masuk


"Sayang, besok bisa nemuin Tante di restoran Casablanka? ada yang mau Tante omongin"


Delima menghela nafas "Pasti si Panu itu yang ngadu ma emaknya"


"Pergi enggak pergi enggak pergi enggak pergi enggak" gumam Delima


"Pergi aja....besok abang temenin" ucap Kenzo tiba tiba dari arah kamar mandi


"Tapi gak geratissssss"

__ADS_1


__ADS_2