Cerita Cinta Kita

Cerita Cinta Kita
Terbongkar 1


__ADS_3

Bulan berganti dengan bulan, dan tepat bulan ini adalah usia kandungan Delima sudah menginjak tujuh bulan, itu berarti tinggal menunggu sekitar dua bulan lagi sepasang bayi laki laki dan perempuan akan lahir kedunia.


Delima dan Kenzo sudah memeriksakan kondisi calon bayinya, dan sudah mengetahui jenis kelaminnya, yah mereka akan mendapatkan sepasang, laki laki dan perempuan, Kenzo juga tentunya sudah menyiapkan nama untuk kedua anaknya itu.


Dan sudah beberapa bulan ini Delima mencoba mengacuhkan persoalan yang menyangkut suaminya, disamping dirinya juga sibuk, Delima juga masih dalam tahap mengumpulkan bukti bukti dari orang suruhannya.


Nah hari ini, karena jadwal kuliah Delima yang sudah diatur supaya tidak padat, hari ini Delima memutuskan untuk ikut ke kantor Kenzo dengan alasan bosen kalau diapartemen atau di butik, tetapi itu hanya alasan saja, karena misinya hari ini sudah harus tuntas, dan Delima juga sudah menyiapakan segala kemungkinan terburuknya.


"Tomy....yang aku pinta dari dulu apakah sudah kamu siapkan?"


Delima mengirimkan sebuah pesan kepada Tomy, orang suruhannya yang memang sudah beberapa bulan ini dipekerjakannya untuk menyelidiki kejadian beberapa tahun yang lalu


Ting


"Sudah Nona, semua sudah siap dan komplit, apa mau dikirimkan sekarang Nona?"


Tomy membalas pesan dari Delima, Delima menarik nafasnya dalam dalam, yah mau tidak mau siap tidak siap dirinya harus mengetahuinya cepat atau lambat, walaupun itu sangat menyakitkan karena dirinya mengetahui sendiri tanpa si pemain utamanya yang membuka rahasianya.


"Nanti saja Tomy, kamu siapakan saja dulu, nanti aku kabari lagi"


Delima mengirimkan pesan itu kepada Tomy, ya selama beberapa bulan ini Tomy lah tempat Delima mencurahkan segala kegundahannya, karena Delima merasa jika sahabat dan juga Trio Sableng itu sudah tau permasalahannya dan dengan sengaja menutupinya.


"Lihat saja yank, tanpa kamu cerita, aku akan mengungkap semuanya" gumam Delima.


"Jadi ikut abang ke kantor sayang?"


"Jadi Bang, aku hari ini kuliah libur, di butik juga gak ada orang, aku juga gak mau diapartemen, jadi aku mau jalan jalan ke kantornya abang, kangen juga sama mbak Danis" ujarnya berbohong demi sebuah misi


"Mbak Danis masih disana kan yank?" tanya Delima karena setelah dirinya hamil, Delima juga jarang ke kantor Kenzo, misal ke kantor juga jarang ketemu Danis


"Masih yank, walaupun Danis nyebelin dan terlihat cupu diluarnya, tetapi kemampuannya tidak usah diragukan lagi, dari beberapa sekertaris abang yang dulu, hanya Danis yang bisa diandalkan, dan juga hanya Danis yang berani dengan abang"


"Heeee...." Delima terkekeh, memang benar jika Danis orangnya berani, bahkan tidak.ada takut takutnya dengan si bosnya, yah karena sifat si Danis hampir mirip dengan Delima


"Ya udah yuk berangkat! tapi kamu gak apa apa kan yank jika aku tinggal sendirian disana? abang nanti ada meeting dengan beberapa klien penting"


Yes semakin lancar saja misi aku nanti


"Oh gak apa apa kok yank, santai saja, aku nanti akan berkeliling jika bosen dan akan tidur jika lelah"

__ADS_1


Kenzo berjongkok, dan mengecup perut Delima "Jangan nakal ya nak, kasian Mams mu" kemudian berdiri dan mengecup kening dan juga bibir Delima sekilas


Lalu mereka keluar dari apartemen dengan bergandengan tangan.


***


Di Kantor Mahendra


Kenzo turun dari mobil dan membukakan pintu untuk istrinya, seperti tadi Kenzo menggandeng tangan Delima begitu dia memasuki kantor yang begitu megah itu.


Semua mata memandang pasangan suami istri itu dengan senyum yang mengembang


"Makin cantik aja, istri si Bos, walau perutnya gede tapi semakin mempesona" ucap salah satu karyawan Kenzo yang begitu terpesona ketika melihat kecantikan Delima.


"Sayang...aku tinggal dulu ya" ucap Kenzo ketika sudah sampai diruangannya dan melihat jam ditangannya sudah menunjukkan waktunya Kenzo harus meeting.


Delima mengangguk dengan tubuhnya disandarkan ke sofa dan mengusap perutnya yang entah beberapa hari ini kenceng kenceng.


Kenzo keluar dari ruangannya, dan saatnya Delima melancarkan aksinya. Secara kebetulan laptop dan ponsel Kenzo juga tertinggal.


Untuk laptop, Kenzo memang sudah menghapus semua barang buktinya, bahkan beberapa bulan yang lalu Delima juga meminjam laptop Kenzo untuk mengerjakan tugasnya, dan Kenzo tenang tenang saja karena memang sudah tidak ada apa apanya disana


"Shiittt......" Delima melihat kotak masuk telah kosong, dan yang ternyata hanya pesan dari Amanda yang dihapus


"Bener bener kamu Bang, aku jadi semakin curiga dengan kamu Bang, ada apa sebenarnya kamu dan juga Amanda"


Delima menutup laptonya kembali, karena tidak menemukan apa apa, sebenarnya sih bisa saja dia meminta bantuan Tomy untuk memulihkan pesan masuk yang sudah dihapus, tapi dia urungkan.


"Tomy, kirimkan semua yang kamu dapat sekarang ya, antarkan ke kantor Tuan Kenzo, tunggu aku di lobi, jika sudah sampai hubungi aku, aku akan turun"


Delima mengirimkan pesan itu kepada Tomy, ya Tomy orang kepercayaannya selama ini.


Sambil menunggu Tomy, Delima mencari cari sesuatu dilaci bahkan di lemari penyimpanan berkas.


"Aku yakin, pasti ada copy an nya, gak mungkin tidak dicetak"


Dan benar saja, Delima menemukan sebuah kotak yang berukuran tidak besar namun juga tidak kecil, tetapi kotak itu terdapat sandi nya.


"Sandi??"

__ADS_1


Delima jadi ingat jika diapartemen dan juga beberapa kotak penting di apartemennya menggunakan sandi ya sama, "Aku coba aja"


Delima memasukkan tanggal bulan dan tahun pernikahannya, persis seperti sandi ketika masuk apartemennya. Dan Klik, kotak itu terbuka. Delima terbelalak ketika melihat beberap tumpukan kertas penting berada disana


"Aduh kok banyak banget, yang mana coba" Delima mengambil satu persatu, membolak balikkan kertas itu dari atas hingga ke bawah, dan...Delima terkejut diaaat melihat satu amplop yang berbeda dengan yang lainnnya. Delima mengambilnya, dan ketika ingin membukanya, tiba tiba ponselnya berdering


"Shhhhht...."


"Hallo"


<^>


"Oke aku turun"


Delima turun ke bawah untuk menemui Tomy di loby, sengaja memang biar lebih cepat


"Udah semua kan Tom?"


"Sudah Nona, komplit semuanya"


"Oke kamu boleh pergi"


Setelah kepergian Tomy, Delima kembali ke atas, ke ruangan Kenzo, sepanjang perjalanan, Delima mengamati amplop coklat yang sangat tebal ditangannya, disamping foto foto mungkin Tomy juga mengirimkan sebuah vidio atau semacam itulah, karena Delima meraba ada sebuah flashdisk didalam amplop itu.


Delima sudah sampai diruangan Kenzo, tampak masih sepi, Danis juga tidak ada disana karena ikut meeting dari tadi.


Delima menaruh amplop dari Tomy, kemudian mengambil amplop yang mencurigakan itu. Dibuka dan diambilnya, ternyata....


Deg


Delima kaget, mengambil sebuah buku


"Buku Nikah??"


"Bukannya punya abang ada padaku, dan aku juga yang simpen, lalu ini punya sia-?"


Delima membuka buku nikah itu, dan airmata yang dia tahan lolos begitu saja, dia mengamati huruf demi huruf, kata demi kata disana....dan tangisan Delima semakin menjadi jadi ketika dia melihat nama didalam buku nikah itu


*Kenzo Mahendra

__ADS_1


Amanda Prasetyo*


__ADS_2