Cerita Cinta Kita

Cerita Cinta Kita
#15


__ADS_3

beberapa hari ini Nathan sangat sibuk menyelesaikan pekerjaannya hingga selalu pulang larut malam.


Vannya sebenarnya ingin membantu Nathan, tapi suaminya itu tidak pernah mengijinkan Vannya membantunya, dengan terpaksa Vannya menurutinya dan selalu pulang lebih dulu ke rumah.


Vannya terbangun, ia melihat ke samping. belum ada suaminya, ia mengambil ponsel dan melihat jam di ponsel nya. jam 01.46 am.


Vannya Pov


kemana suamiku, apa benar2 tidak bisa diselesaikan pagi hari sampai jam segini ia belum jg pulang.


aq takut dia sakit, apa aq tlp saja dia ya..


Vannya mengambil ponselnya lagi, ia memencet nomer ponsel suaminya.. terdengar nada tersambung...


tapi Nathan tidak juga mengangkat tlpnya.


Vannya mencobanya lagi, tetap tidak ada jawaban


Vannya mulai kawatir, ia takut terjadi apa2 dengan suaminya.


Vannya tidak bisa tidur lagi, ia menunggu Nathan di ruang tamu hingga pukul 04.30 bersamaan dengan suara adzan shubuh Vannya beranjak ke kamar mandi untuk mandi dan berwudhu. lalu ia tunaikan sholat shubuh. lalu ia memutuskan untuk menyusul Nathan ke kantor karena ia kawatir dengan keadaan suaminya itu.


sampai di kantor, satpam kantor mrnghampiri Vannya.


P : ibu... kenapa sepagi ini sudah di kantor?


V : pak.. apa pak Nathan ada di dalam?


P : lho, bukannya pak Nathan sudah di rumah bu? beliau pamit sekitar pukul 1 malam tadi bu


V : (deg...)


seketika Vannya kaget, tubuhnya gemetar karena takut suaminya kenapa2.


Vannya mencoba menelepon ponsel suaminya, tapi tidak aktif. Vannya pun bingung, ia meminta tolong kepada satpam untuk mencoba mencari kemana suaminya.


Vannya masih mencari Nathan, entah ia membawa motor maticnya kemana, matanya selalu mencari kesegala arah, tapi tak juga menemukan suaminya.


ia mulai lemas, karena tenaganya terkuras sejak malam, sampai sesiang ini belum ada tanda2 kemana suaminya.


Vannya menepikan motornya, lalu ia mengambil ponselnya, tangannya terlihat gemetaran. tidak ada satu pun pesan dari suaminya.


tiba2 ponselnya berbunyi....


V : halo... siapa ini?


"maaf benar ini dengan istri bpknFerio?"


V : ah.. ii..iya saya, ada apa ya? ini dengan siapa saya bicara?


"maaf bu, bisa segera ke rumah sakit central medika?"


V : (deg) a..ada a..apa yaa pak?


" Saya akan jelaskan nanti disini ibu, tolong segera kemari ya"


tut...tut...tut.... ia mematikan ponsel.

__ADS_1


Vannya pun bergegas mengendarai motornya dengan sisa tenaga yang ia miliki.


RS CM....


Orang yang meneleponnya menunggu di lobby Rs, ia tau karena melihat wallpaper hp Nathan.


Satya : maaf dengan ibu Ferio?


V : i..iya,, anda siapa


S : (mengulurkan tangan) saya Satya bu. mohon maaf saya lancang menghubungi ibu. saya kebetulan yang membawa bapak ke Rs ini.


V : (bersalaman)... (deg!!!) ada apa dengan suami saya?


S : ibu tenang ya, bapak sudah di tangani oleh dokter. saya menemukan bapak tidak sadar di dalam mobilnya, mobilnya menabrak Pot besar di tepi jalan bu. kemungkinan bapak menyetir dalam keadaan mengantuk. mohon maaf saya baru bisa menelepon karena ponsel pak Ferio mati, baru bisa menyala setelah saya meminjam charge kepada perawat RS ini.


seketika Vannya merasa sangat kawatir sampai air matanya menetes,


V :dimana suami saya sekarang?


S : ayo ikut dengan saya


Vannya di antar ketempat Nathan di rawat, Vannya menunggu di depan karena dokter belum juga memberikan keterangan apa2.


Dokter : (keluar dari ruangan) ada keluarga Tn Ferio?


V : saya istrinya dok, bagaimana keadaan suami saya?


Dr : oh, syukurlah.. tn ferio tidak apa2 bu, hanya lukanya cukup serius di bagian kepala, kami sudah melakukan CT Scan, alhamdulillah tidak melukai bagian dalam. kami sudah menjahit lukanya, dan merawat luka2 yang lain. sebentar lagi akan kami pindahkan ke ruang rawat. harap menunggu sebentar ya bu?


V : iya dok, terima kasih.


Vannya duduk disamping tempat tidur Nathan. ia memandangi wajah suaminya yang masih tertidur. ada 1 luka di kening yang di tutup perban dan beberapa lebam di sekitar mata hidung dan bibir.


Vannya mengelus rambut suaminya, sesekali air matanya menetes.


Vannya Pov


kenapa kamu tidak segera bangun juga sayang. Aq sangat kawatir. apa lagi melihat mu dengan luka sebanyak ini hatiku sakit. maafkan aq tidak bisa membantumu hingga membuatmu seperti ini, lelah bekerja sendiri. maafkan aq...


Vannya menelungkupkan mukanya ke tempat tidur Nathan dan menangis.


tiba2 ia merasakan ada yang mengelus kepalanya,


V : (kaget) sayang... alhamdulillah kamu sudah sadar


N : (senyum) (menghapus air mata Vannya)


V : aq hampir mati saat tau kamu begini,, maaf kan aq semua karena aq. hingga kamu lelah bekerja sendiri. aq minta ma..aaf. (menangis)


N : bukan salahmu sayang, tenanglah. aq sudah baik2 saja (lirih)


V : (Mencium tangan Nathan) aq mengkhawatirkanmu. sampai aq seperti orang gila.


N : (memegang kening) ah... sa..kit..


V : (kaget) aq panggil dokter ya,, sebentar.

__ADS_1


N: (menarik tangan Vannya) (menggeleng) kamu aja sudah cukup menghilangkan sakitku. (lirih)


Vannya kembali duduk dan mengusap perlahan kepala Nathan.


bebrapa saat kemudian suster datang membawa makanan dan obat untuk Nathan. Vannya menyuapi Nathan dengan telaten lalu meminumkan obat yang harus Nathan minum. setelah beberapa saat meminum obat, Nathan pun tertidur. mungkin karena efek obat.


N : sayang....


V : sudah bangun mas,,


N : iya.. aq tidurnya lama ya? entah mengapa mas sangat mengantuk setelah minum obat dek.


V : mungkin memang efeknya agar mas bisa istirahat.


N : kamu sudah makan sayang?


V : (menggeleng) nanti saja, aq belum lapar.


N : kamu mau bohongi mas? mas tau pasti dari tadi pagi kamu belum makan kan?


V : bagaimana aq bisa makan sedang aq gak tahu dimana suamiku.


N : (memegang tangan Vannya) sekarang kan aq sudah di depanmu. makan dulu sayang lalu istirahat. lihat matamu menghitam. kamu pasti tidak tidur semalaman. maafin mas ya. (mencium punggung tangan Vannya)


V : aq gak apa2 mas, nanti aq akan makan. sekarang mas mau apa, biar adek ambilkan.


N : aq tidak mau apa2 kalau kamu tidak makan.


V : besok aja mas sekarang udah malam.


N : (cemberut) gak. sekarang!


V : iya, aq pesan dulu ya.


N : (tersenyum) iya sayang.


setelah menunggu beberapa lama akhirnya pesanan Vannya datang, vannya pun makan. tapi ia tak berselera. karena perutnya terasa sakit sesaat setelah ia makan.


Nathan menyadari ekspresi Vannya pun bertanya


N : sayang... kamu kenapa?


V : ah... tidak apa2 mas.


N : kalau tidak apa2 ya di habiskan makanannya, nanti keburu dingin gak enak


V : iya mas,


Vannya tidak menghabiskan makanannnya, tapi ia berkata pada Nathan bahwa makanannya sudah habis.


Vannya pamit ke kamar mandi, ia sengaja menyalakan kran air agar nathan tidak mendengarnya sedang muntah2.


setelah selesai vannya segera kembali ke kamar.


N : sayang, kamu lama sekali. kenapa wajahmu berkeringat dan pucat?


V : aq mandi sayang. tenanglah aq tidak apa2... istirahat ya biar cepat pulih...

__ADS_1


akhirnya Nathan yang merasa masih tidak enak badan pun tertidur. Vannya ingin tidur tapi perut ya terasa tidak enak hingga membuatnya beberapa kali harus ke kamar mandi karena muntah.


vannya merebahkan badannya di sofa karena merasa lemas. tak berapa lamapun akhirnya vannya tertidur.


__ADS_2