Cerita Cinta Kita

Cerita Cinta Kita
Delima Sadar


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul 02.00, sudah cukup lama Delima tertidur akibat obat tidur yang di berikan Surya. Sementara Surya sudah setengah jam yang lalu menyudahi aktivitas panasnya, entah sudah berapa ronde yang telah dia mainkan semalam.


Surya berbaring di samping Delima, dia sengaja tidak tidur, meski matanya sudah pedih dan badannya sudah lelah. Ingin rasanya Surya mengulang dan terus mengulang kegiatan panasnya dengan Delima, tetapi melihat kondisi Delima yang sudah lelah walaupun dia tertidur, niat itu dia urungkan


"Aku tau, setelah ini pasti kamu akan membenciku"


"Dan aku tau bahkan kamu tidak akan menemuiku"


Kata kata itu yang selalu dia ucapkan, bukan merasa bersalah, malahan Surya merasa malam tadi bener malam yang sangat sepesial dan tak akan dia lupakan


Surya membelai pipi manis Delima dan mengecup bibir nya, sebelum Delima bangun dia akan memanfaatkan kesempatan ini dengan menciumi dan memeluk tubuh Delima.


"Aku gak akan pernah menyesal, karena aku memang menginginkan ini semua"


"Aku gak rela jika kamu bersama Kenzo, aku juga berhak atas dirimu"


"Aku mencintaimu dan sangat sangat mencintaimu"


Setelah mengucapkan itu, Surya kembali mencium Delima dari kening, kedua mata, kedua pipi dan juga berakhir di bibir manis Delima


Lagi dan lagi tangan kekar itu memeluk tubuh Delima yang hanya berbalut selimut saja. Surya menarik kepala Delima, dan membenamkan nya ke dada Surya.


"Aku ingin seperti ini selamanya"


Pukul 03.00 Delima mulai mengerjap ngerjapkan matanya


"Euh.....aku di mana?"


Delima belum sadar jika dirinya saat ini sedang berada di apartemen Surya, sedangkan Surya hanya tersenyum memandang wajah Delima yang bingung


Mata Delima menelisik ke bawah, dan dilihatnya tubuhnya hanya berbalut selimut tanpa sehelai kain pun di sana


"Astagfirullah" Delima menutup mulutnya, dia juga belum sadar jika ada seseorang yang berada di sampingnya dan memeluknya


"Sayang......"


Delima kemudian menoleh, merasa ada kejanggalan dalam dirinya, dan suara itu???


"Hah???" Delima seketika langsung menghempaskan tangan Surya dan langsung mendorong Surya


"Apa yang kamu lakukan??" Delima seketika langsung menyelimuti lagi tubuhnya


Surya yang jatuh ke bawah karena di dorong Delima, juga meringsut naik ke atas ranjang di samping Delima


"Menurutmu, apa yang telah kita lakukan sayang" Surya mengelus pipi Delima dan menatap wajah manis nya


"Berdua di atas ranjang yang sama, dan tanpa sehelai benang pun" lanjut Surya


Delima menggeleng, air mata nya sudah tidak dapat di tahan lagi "Tidak....tidak....tidak"


Suara isakan tangis Delima tidak membuat Surya merasa bersalah


"Semalam kita sudah melakukan nya sayang, dan Surya junior akan segera hadir di perutmu, karena aku telah menanamnya semalam"


Plakk

__ADS_1


Plakk


Dua tamparan mendarat di pipi Surya, tetapi Surya hanya tersenyum dan kembali tangannya terulur untuk membelai pipi Delima dan sekaligus menghapus air matanya


"Jangan menangis,...aku sangat mencintaimu dan sangat menginginkan anak dari mu, dan semalam kita telah membuatnya, aku telah melihat tubuhmu dan merasakannya, begitu juga dengan kamu yang begitu me**matinya"


"Bohong....bohong kamu bohong!!"


"Breng**k"


"Ba**ngan"


Segala umpatan dilontarkan untuk Surya, air mata Delima tidak henti hentinya menangis.


Delima turun dari ranjang itu, dan benar saja, seluruh badannya sakit, bahkan untuk melangkah saja tidak bisa.


"Ah......" tubuh Delima jatuh ke lantai karena tidak kuat menahan sakit di bagian bawah nya.


Surya dengan sigap menolong Delima dan menggendongnya


"Lepas....!!!"


"Jangan sentuh aku!!"


Kaki Delima di gerak gerakkan untuk segera di turunkan oleh Surya, namun Surya tidak menggubrisnya dan membawa Delima ke kamar mandi. Dia tau kalau wanitanya itu ingin ke kamar mandi


"Diamlah!!"


Delima memalingkan wajahnya yang di tatap oleh Surya


"Aku tidak sudi melihatmu apalagi kamu sentuh"


Delima terus memaki dan mengumpat Surya, bukannya marah malahan tersenyum senang.


"Mandilah sayang" Surya menurunkan Delima dan sedetik kemudian Surya sudah membawakan baju ganti untuk Delima


Delima semakin menangis manakala melihat bagian da*a nya yang sudah penuh dengan ukiran bibir Surya


"Aku sudah kotor hiks.....hikss....Bang Kenzo maafkan aku, aku tidak pantas lagi untukmu"


Delima langsung menggunakan baju yang sudah diberikan oleh Surya, terpaksa....terpaksa memakai itu.


Ceklek


Delima keluar dari kamar mandi, tidak ada yang berubah dari dirinya, karena memang dia tidak berniat untuk mandi


"Aku bantu" Tangan Surya terulur untuk memegang tubuh Delima


"Lepas...jangan sentuh aku, aku gak sudi!!"


Delima menepis tangan Surya, dan dengan langkah kaki nya yang diseret seret, Delima mengambil tas dan juga kunci mobilnya


"Minggir ba**ngan!"


Surya masih berada di depan Delima, menghalang halangi Delima untuk keluar dari apartemennya

__ADS_1


"Tinggalah di sini selamanya, hiduplah denganku, aku sangat mencintaimu, dan kamu sudah menjadi milikku"


Delima semakin mendekati Surya dan


Plakk


Satu tamparan lagi mendarat di pipi Surya


"Jangan harap, aku tidak sudi bersamamu, bersama ba**ngan"


"Aku tidak akan melepaskanmu, kamu milikku" Surya masih berada di depan pintu dengan senyuman liciknya.


Sedangkan Delima, matanya masih mengalirkan airmata yang sedari tadi belum berhenti. Mata Delima melirik ke samping, dan dia melihat sebuah benda yang bisa digunakannya.


Delima berjalan mendekati benda itu, lalu memegangnya, kemudian tersenyum dan berbalik ke arah Surya


"Del....apa yang akan kamu lakukan?"


"Sayang"


Surya mencoba meraih benda itu, namun dengan segera di tepis oleh Delima.


Sedangkan Delima tersenyum kecut, dan mengarahkan pisau itu ke tangannya, tepatnya ke nadi nya.


"Jangan mendekat" seru Delima


Surya menggeleng dan seketika langsung panik, dia lupa masih menaruh benda itu di kamarnya, dan dia juga tidak menyangka kalau Delima akan senekat itu.


"Del jangan....jangan lakukan itu"


"Oke...aku diam, taruh pisaunya sayang...cepat taruh"


Delima masih mengarahkan pisaunya ke pergelangan tangannya.


"Buka pintunya Surya"


Surya masih terdiam, dia hanya ingin bersama Delima, dan matanya masih terus memperhatikan pisau di tangan Delima


"Buka Surya" bentak Delima lagi


Surya masih menatap Delima dan seketika itu menggeleng, Delima merasa geram dengan perlakuan Surya saat ini


"Bukak Surya!! atau kamu akan melihat mayatku di sini"


Deg


Seketika itu mata Surya langsung melotot dan bibir refleks untuk berucap


"Jangan sayank, tolong jangan lakukan itu"


Delima menatap Surya dengan tajam "Dimana perasaanmu ketika kamu semalam menyentuhku, dimana perasaanmu Surya??"


"Aku memang tidak tau entah bagaimana kamu menyentuhku semalam, tetapi jika aku sadar, dan aku memohon seperti itu, apa kamu juga akan melepaskan aku?? tidak kan??"


"Bahkan kamu sendiri tidak tau bagaimana perasaanku saat ini, bagaimana hancurnya aku, aku wanita yang bersuami dan mempunyai anak, tetapi kamu terang terang an memper**saku"

__ADS_1


Air mata Delima kini mengalir deras, dia tidak tau lagi gimana caranya berbicara dengan suaminya


Aku kotor...aku sudah kotor


__ADS_2