Cerita Cinta Kita

Cerita Cinta Kita
Semoga Berbahagia


__ADS_3

Ting


Satu pesan masuk ke ponsel Delima, Delima yang masih dalam keadaan p*los langsung menyambar ponsel nya


"Kak Rio" gumam Delima, kemudian Delima membuka pesan dan membacanya


"Aku ingin ketemu, nanti siang bisa?"


Bunyi pesan yang di tulis oleh Mario, tanpa menunggu lama, Delima langsung membalas pesan dari Mario


"Di Butik ya Kak, aku seharian nanti ada di sana"


Dan Delima langsung mengirimkan pesan itu ke Mario


Kenzo menggeliat, merasakan pergerakan istrinya yang kemana mana


"Sayang, jam berapa?"


"Jam 2 Bang, abang tidur lagi gih"


"Baru jam 2 kenapa kamu bangun?, gak enak dikelonin abang?"


"Ihhh....gak gitu ....tadi Kak Rio ngirimin aku pesan, ngajakin ketemuan, katanya mau ngomongin hal penting"


Kenzo langsung mengeratkan pelukannya untuk Delima, seakan akan tidak ingin kehilangan nya


"Lalu?"


"Ya aku iya in Bang"


"Gak apa apa kan?" lanjut Delima lagi


Kenzo menggeleng "Gak apa apa asal boleh nambah lagi, peganglah sayang, dia sudah tegak"


Tangan Delima di tariknya ke bawah, dan benar saja Ono sudah mulai mengeras


"Mesum!"


"Malam ini kamu hanya milikku sayang" Lalu Kenzo menindih Delima dan memasukkan Ono ke sarangnya. Malam tadi dan sampai jam segini, entah sudah berapa ronde Kenzo memasukkan Ono nya, seperti tidak ada puas puasnya.


Dan jangan ditanyakan lagi, Baby Z semalam tidur di kamar bawah dengan si Mbok si Mbok nya, sengaja karena Kenzo memang benar benar ingin memiliki Delima tanpa gangguan anak anaknya


...****...


Siang hari seperti yang dijanjikan oleh Delima, siang ini Delima bertemu dengan Mario di DenZo butik.


"Siang Del...." Sapa Mario yang sudah berdiri didepan Delima


"Kakak bawa apa?"


"Pizza sepesial untuk kamu"


Delima langsung mengambil bungkusan itu dan membukanya


"Aku makan ya kak?"


"Makanlah, itu untuk kamu"


Delima mengangguk, menikmati pizza dengan taburan keju banyak diatasnya


"Enak banget Kak, aku baru merasakan ini setelah melahirkan"


Mario menatap wajah cantik Delima


Dan ini mungkin yang terakhir kali kakak membuatkannya untukmu sayank

__ADS_1


Mario meraih tangannya dan mengelap sudut bibur Delima yang terkena saus "Hmm...udah punya anak, makannya masih belepotan saja"


"Makasih ya Kak" ucap Delima dengan malu malu


"Emmm...kakak mau ngomong apa?"


Setelah makan tiba tiba Delima teringat akan tujuan Mario bertemu dengannya


Mario meraih tangan Delima, tetapi Delima mencoba untuk menariknya


"Please biarkan Kakak memegang tanganmu untuk yang terakhir kalinya"


Deg


Delima menatap Mario dengan mata yang sudah berkaca kaca


"Maksud kakak apa? jangan ngomong gitu!"


"Maaf...kakak minta maaf"


Mario menunduk, tetapi tangannya masih tetap menggenggam erat tangan Delima


"Kakak akan menikah, minggu depan!" ucap Mario lirih


Delima tersenyum bahagia, sama sekali tidak menampilkan wajah bersedih nya, berbeda dengan Mario yang sedari tadi menahan air matanya


"Menikah? kapan Kak dan sama siapa??"


Delima membrondong semua pertanyaan yang di tujukan oleh Mario


"Kakak dijodohin ma Papi, minggu depan kakak akan menikah di Amerika"


"Namanya Sheila, anak temannya Papi, kita berdua juga baru kenal"


Mario diam saja, jujur hatinya tidak ingin mendengar ucapan selamat dari mulut Delima.


"Kakak kenapa?? bukannya senang tapi malahan cemberut gitu"


"Maaf Del"


"Kakak kenapa?" tanya Delima lagi


"Kakak gak sanggup ninggalin kamu, kakak gak bisa nikah ma orang lain"


Tes


Satu tetes air mata sudah mengalir di pipi Mario, air mata yang sedari tadi mencoba dia tahan, tetapi kali ini dia tidak kuasa untuk menahannya


"Kakak nangis?"


Delima dengan reflek menghapus air mata Mario


"Jangan benci kakak" tangan Mario menarik kembali tangan Delima dan mengecupnya


"Aku gak akan membenci kakak"


"Berbahagialah Kak, aku yakin dia wanita yang tepat untuk kakak"


"Aku gak bisa Del, aku ga sanggup" lagi lagi ucapan itu lolos dari bibir Mario


Delima menghela nafas "Kenapa kakak terima perjodohan dari Papi kalau kakak gak bisa untuk melanjutkan hidup kakak dengan dia?"


Mario terdiam, tidak mungkin dirinya mengatakan kalau alasan utama nya adalah karena Delima.


"Karena aku??"

__ADS_1


Delima yang tadinya diam menunggu Mario membuka suara akhirnya tidak sabar


Mario mengangguk, dan bersamaan dengan itu pula, Delima berdiri didekat jendela.


"Maafkan aku Del" Mario mendekati Delima dan kini berada di sampingnya


"Aku yang seharusnya meminta maaf, karena aku kakak tidak yakin dengan pernikahan Kakak"


"Karena aku juga kakak rela tidak menerima setiap cinta yang datang"


"Dan karena aku......"


Mario berada di depan Delima, dan jari telunjuk nya kini menempel ke bibir Delima


"Jangan bicara seperti itu, aku kesini ingin meminta ijin ma kamu, kalau kakak mau nikah"


"Entah pernikahan seperti apa yang kakak jalanin ke depannya"


"Ijin?? ma aku?? kakak ngaco!! kenapa kakak harus minta ijin ma aku?"


"Karena kamu adalah bagian hidup kakak, jadi jika kamu tidak mengijinkan, maka kakak tidak akan menikah"


Delima menggeleng "Apapun keputusan kakak, aku senang, dan jangan jadikan aku beban hidup kakak yang setiap kakak melangkah kakak harus minta ijin dulu"


"Jadi kamu??"


"Tanpa kakak minta, aku restuin kakak, kakak berhak bahagia meskipun itu bukan dengan aku"


Delima meraih ponselnya dan hendak menghubungi seseorang


"Bentar aku telpon Bang Kenzo dulu, untuk menyiapkan keperluan aku ke Amerika"


Mario reflek merebut ponsel Delima "Tidak perlu, maaf kakak sengaja tidak ingin kamu datang"


Deg


Air mata Delima menetes, segitu cinta nya kah laki laki yang di hadapannya ini dengan dirinya, sampai sampai tidak mau kalau Delima hadir di pernikahannya.


"Kakak tidak ingin jika kamu datang, kakak tidak sanggup untuk malanjutkan pernikahan itu"


Delima mengangguk dan mengerti, Mario dengan jarinya menghapus air mata Delima


"Maafkan kakak, maafkan kakak sudah buat kamu bersedih"


Cup


Mario mengecup kening Delima lama, kemudian kedua mata Delima, kedua pipi Delima dan terakhir mengecup bibir manis Delima, lalu dengan segera membawa Delima ke dalam pelukannya


"Tolong jangan hubungin kakak dulu, jangan lupakan kakak, dan jangan membenci kakak"


Mario melepaskan pelukan Delima "Kakak janji, kakak akan menghubungi kamu nantinya dan kakak juga janji, kakak akan kembali lagi ke sini"


"Biarlah tubuh ini miliknya tapi hatiku tetap untuk kamu"


"Kakak sayang dan cinta kamu, selamanya"


Mario mengacak rambut Delima dan menghapus airmata Delima


"Kakak pergi, berbahagialah"


Tanpa menunggu jawaban dari Delima, Mario langsung pergi meninggalkan Delima, Mario tidak kuat jika harus lama lama berhadapan dengan Delima, karena rasa cinta nya yang begitu besar


Delima menatap kepergian Mario dari balik kaca, terlihat di sana Mario berjalan dengan mengusap airmata yang mengalir di pipinya


"Semoga kakak juga berbahagia"

__ADS_1


__ADS_2