Cerita Cinta Kita

Cerita Cinta Kita
Baby Z


__ADS_3

"Dia cantik ya yank"


"Heem....cantikan mana ma aku bang?" tanya Delima menatap wajah suaminya


"Em...sama sama cantik, kalian perempuan perempuan cantik yang aku sayang"


"Dan Terima kasih, telah melahirkan anak anak aku yank, kamu wanita hebat"


Cup


Kenzo mencium kening Delima dan tiba tiba


Oek...oek...oek....


Bayi laki laki tampan menangis "Hem...rupanya dia gak rela kalau aku deketin Mams nya"


"Okelah sayang, kamu pasti juga haus" Kenzo mengambil bayi tampan itu


"Mams...dia haus, sini si cantik biar ma abang"


Delima melongo, pasalnya dia dan Kenzo sama sama menggendong bayi "Abang kenapa ini gak diambil dulu dan ditaruh di box? kenapa si tampan juga diambil? kan bingung?"


Kenzo mengacak rambut Delima, "Aduh Mams.....baru aja punya anak, udah bingung gini"


"Si cantik kamu taruh di sampingmu dulu sayang, soale ini nangis, kalau ini yang aku taruh nanti tambah kejer nangisnya"


Delima tersenyum dan meletakkan bayi cantiknya itu disampingnya, kemudian mengambil bayi tampannya. Ternyata suaminya jauh lebih bisa mengurus anak nya dibanding dengan dirinya.


Kenzo lalu mengambil bayi perempuannya itu dan kemudian ikut naik diatas ranjang bersama Delima


,


"Kok malahan ikutan naik?"


"Pengen aja"


Di atas ranjang mereka berdua bercanda tawa, dengan Kenzo sesekali mencium pipi Delima dan juga anak anaknya.


"Gimana? masih sakit sayang?"


Delima menoleh "Apanya?"


"Itu nya...punya nya abang"


Delima menutup mulutnya dengan satu tangan


"Kenapa? malu?"


Delima mengangguk "Abang harus benar benar puasa ya?"


"Sampai masa nifasmu selesai kan? lama dong yank!"

__ADS_1


"Gak lama, kalau abang sabar, nanti aku kasih tambahan"


"Bener?"


"Huumb...sabarlah"


Lalu Kenzo membawa kepala Delima bersandar dipundaknya, dengan tangannya masih memegangi baby girl, sedangkan Delima membawa baby boy.


"Em....mereka namanya siapa yank? lupa aku gak tanya ma abang"


"Udah abang siapkan sayank"


"Kenzi Pradipta Mahendra dan Kenza Pradipta Mahendra"


"Baby Z" ucap mereka bersamaan


"Biar semua orang pada tau kalau mereka keturunan Keluarga Pradipta dan Mahendra"


"Terserah abang aja, yang pasti aku suka"


Di depan ruangan Delima tampak sepasang mata yang sedari tadi melihat kemesraan mereka berdua, ingin masuk tapi gak sanggup.


"Ikhlaskan Van!" Mamah Lina menepuk pundak Vano, dia sedari tadi mengikuti Vano


"Mah....."


Mamah Lina mengangguk "Kamu lihat kan, Delima...wanita yang kamu cintai, dia sudah bahagia dengan keluarga kecilnya"


"Mamah tau, itu sangat sulit bagi kamu nak, Mamah tau, kamu tidak mudah untuk jatuh cinta dan tidak mudah juga untuk melupakan apalagi melepaskan"


"Mamah yakin kamu pasti bisa, Delima bukan jodohmu sayang, sekuat apapun kamu berusaha, kalau dia bukan jodohmu, kalian tidak akan bersatu"


"Mungkin dilain kesempatan, anak anak kalian yang akan berjodoh"


Mamah Lina langsung memeluk putra tunggalnya, beliau tau kalau putra tunggal nya itu tidak baik baik saja


Vano melepaskan pelukan Mamah Lina "Akan Vano coba Mah, tapi jangan paksa Vano Mah, Vano akan mengikuti alur kehidupan ini"


Kemudian Vano meninggalkan Mamah Lina yang masih berdiri di depan ruangan Delima


"Mau kemana Van?"


"Gak usah khawatir Mah, aku baik baik saja"


Vano tersenyum dengan melambaikan tangannya ke arah Mamah Lina


"Semoga kamu menemukan kembali seseorang yang bisa menggantikan Delima di hati mu nak"


Ceklek


Mamah Lina membuka pintu ruangan Delima, memang niat awalnya tadi ingin mengunjungi Delima, ingin melihat bayi kembar Delima.

__ADS_1


"Tante boleh masuk?"


"Boleh dong Tan"


Mamah Lina mendekati ranjang Delima kemudian memandang wajah kedua baby nya "Lucu ya Del"


"Iya Tan...aku juga gemes"


"Boleh Tante gendong?" tanya Mamah Lina


"Boleh, mau gendong yang mana?"


Mamah Lina memandang kedua bayi yang baru beberapa jam tadi dilahirkan, sementara Kenzo sudah turun dari ranjang


"Tante mau yang cantik dulu" melirik ke arah Kenzo, dan Kenzo yang tau langsung menyerahkan bayi cantik itu.


"Cantik banget, siapa namanya?


" Kenza Oma, klo yang ini Kenzi" jawab Delima


"Oh ya Tan...Mas Vano kemana? aku dari tadi belum lihat!"


Mamah Lina tampak bingung mau menjelaskan bagaimana ke Delima "Em...katanya mau cari angin atau cari kopi gitu Del"


Delima mengangguk, dia tidak terlalu mempermasalahkan keberadaan Vano, dirinya harus tau diri, dan jangan memberikan peluang untuk Vano mendekatinya lagi


"Em...Sayang, Tante....Kenzo susul Vano dulu ya?"


Seolah olah Kenzo mengerti apa yang terjadi, dan dirinya memutuskan untuk mencari Vano. Untuk berbicara sebagai laki laki


...****...


Seorang laki laki tampan sedang berada di sebuah taman, di belakang rumah sakit. Vano....Duda yang sudah lama ingin berganti status, namun apa yang dikata, wanita yang dicintainya dan mengisi hatinya adalah wanita yang sudah bersuami dan kehidupan rumah tangganya sangat bahagia walaupun ada kerikil kerikil tajam yang menghadang, tapi mereka bisa melewatinya


"Andai kamu tidak sebahagia itu Del, mungkin aku akan berusaha keras untuk merebutmu dari suamimu" gumam Vano


Kenzo menepuk pundak Vano, dia telah menemukan keberadaan nya dan telah mendengar semuanya "Berusaha lah untuk melepaskan istriku, aku dan Delima tidak akan bisa dipisahkan"


Vano melirik sekilas ke arah Kenzo dan tersenyum "Andai jatuh cinta itu mudah, aku gak akan memilih istrimu untuk singgah dihatiku"


"Carilah wanita yang lain selain istriku, karena kami akan hidup berdua selamanya"


"Aku yakin kamu pasti bisa"


Setelah mengatakan itu, Kenzo langsung pergi meninggalkan Vano, entah kenapa dia bisa setenang itu menghadapi Vano, dibandingkan dengan berhadapan dengan Surya.


Vano menatap kepergian Kenzo dengan mata yang berkaca kaca "Apa harus saat ini aku melupakannya?"


"Entahlah!!"


"Rasanya dunia tak adil untukkku"

__ADS_1


Vano meninggalkan taman Rumah Sakit dan berjalan mengikuti langkah kakinya , untuk saat ini dia tidak tau kemana arah tujuan, hingga dia menemukan seorang anak laki laki yang duduk sendirian di seberang jalan, dengan satu permen ditangannya.


Dan disinilah kisah Vano berawal


__ADS_2