Cerita Cinta Kita

Cerita Cinta Kita
Haus


__ADS_3

Wajah Kenzo nampak kesal ketika keluar dari ruangan Vano, gimana tidak kesal coba? dengan terang terangan Vano mengatakan ingin memeluk istrinya


"Udah gak usah cemberut gitu"


"Abang haus" ucapnya dengan pandangan lurus ke depan tetapi tangannya menggenggam erat tangan istrinya


"Mampir ke cafe bentar kalau gitu Bang, di sebelah Rumah Sakit ini ada cafe yang lumayan enak"


"Tapi abang haus"


"Iya kan di cafe juga ada minumannya" jawab Delima yang sudah agak sedikit kesal


"Abang mau susu" ucap Kenzo dengan datarnya, dan kini mereka sudah sampai didalam mobil


"Iya, disana juga ada susu"


Delima menggeleng mendengar ucapan suaminya, dan menatap suaminya, nampak Kenzo juga memandang wajah Delima


Cup


Tanpa lama lama, Kenzo membungkam bibir Delima dengan bibirnya, me**matnya dengan penuh na*su.


"Abang kangen" ucap Kenzo dengan men jeda pagutan nya


Cup


Setelah mengucapkan itu, Kenzo kembali me**mat bibir Delima, menggigitnya hingga lidahnya sudah masuk untuk menjelajah setiap inci bibir Dilema


Sungguh kegiatan seperti ini yang membuat mereka di mabuk asmara, menikmati dunia yang hanya ada mereka berdua saja


Bibir Kenzo masih me**mat lembut bibir Delima, sedangkan tangannya yang nakal kini sudah mulai bergerilya kemana mana, mencari sesuatu yang membuatnya candu


Kedua benda kenyal itu sudah berada di genggaman Kenzo, merupakan ukuran yang pas untuk sebuah genggaman tangan kekar milik Kenzo.


Jari jari Kenzo memainkan pu**ng Delima, memutar dan sesekali me**masnya


"Sayang......" ucap Delima dengan suara parau nya, dirinya sudah tidak bisa lagi meyembunyikan ha*ratnya yang sudah mulai menggebu gebu.


"Euhhhhhh" Delima merasakan deru nafas suaminya yang sangat memburu. Sementara Kenzo bibirnya sudah menjelajah ke mana mana, menelusuri setiap wajah Delima.


"Bang......" Delima melenguh saat bibir suaminya sudah me**esap lehernya yang merupakan salah satu titik puncak Delima dan membuat ukiran tanda manis di sana.


Tangan Kenzo masih bergerilnya, dia tidak melepaskan sedikitpun mainan kenyalnya, memutar, me milin dan sesekali me**mas.


Kenzo menuntun tangan Delima untuk memegang Ono yang dari tadi sudah mulai mengeras, sesak yang dirasa Kenzo ketika si Ono sudah mulai On.


Jari jari lentik Delima tanpa lama lama membuka res**ting ce lana suaminya, dan di sana Ono sudah menjulang tinggi dan begitu keras. Jari jari lentik Delima lalu memutar dan memaju mundurkan Ono dengan tangan nya. Hingga Kenzo tiba tiba Kenzo menghentikannya.

__ADS_1


"Main dulu ya?" ucap Kenzo yang kemudian mengecup kening Delima


Delima mengangguk karena mengeerti maksud dari ucapan suaminya


Sedetik kemudian Delima mengingat sesuatu


"Tapi anak anak?"


"Abang hubungi Mamah dulu" Dan tangannya langsung meraih ponsel lalu mengetikkan pesan untuk Mamah Nia


"Beres sayang, lets go!" ucap Kenzo dengan wajah sumringahnya. Kemudian Kenzo menyalakan mesin mobilnya untuk segera ke Apartemennya, karena dirinya sudah tidak tahan lagi


"Tunggu yank"


Kenzo menoleh dan menatap wajah cantik istrinya, seakan bertanya ada apa


Delima mendekat lalu tangannya meraih res leting ce lana Kenzo dan menarik nya ke atas "Biar tidak kabur" ucap Delima dengan tersenyum.


Sepuluh menit kemudian, mobil Kenzo sudah sampai di parkiran apartemen mewahnya. Karena memang jarak dari Rumah Sakit dan Apartemen nya tidak lah jauh.


Kenzo turun dulu, sedangkan Delima masih merapikan baju dan rambutnya yang acak acakan karena ulah suaminya.


Kenzo membuka pintu Delima dan sedetik kemudian langsung menggendong tubuh istrinya


"Bang ih...turunin, malu"


"Buka yank" Kenzo menyuruh istrinya untuk membuka pintu apartemennya karena tangannya yang masih menggendong tubuh Delima


Ceklek


Pintu itu terbuka, lalu dengan kaki Kenzo menutupnya kembali, dan berjalan menuju ke kamar panasnya. Kenzo membaringkan tubuh Delima di ranjang, dan membelai wajah Delima


"Sayang....pu*sin abang ya? sudah gak tahan!" pinta Kenzo yang tangan nya sudah mulai membuka kancing baju Delima


"Tapi yank...kan aku??"


Kenzo tersenyum, dia tau maksud dari istrinya "Pakai ini" tunjuk Kenzo ke bibir Delima, dan Delima yang paham langsung mengangguk


"Tapi yank, katanya tadi abang haus? minta susu, aku bikinin susu dulu ya?" Delima kemudian bangun dari ranjang nya untuk membuatkan susu suaminya.


"Aku haus...aku mau susu ini" Kenzo menunjuk ke dua buah benda kenyal milik Delima.


"Hem...nakal"


Tanpa lama lama, tubuh Kenzo sudah po*los dan dia langsung membawa istrinya kedalam pelukannya. Dan langsung membaringkan istrinya lagi.


Posisi Kenzo saat ini di samping Delima karena tidak mungkin untuk me nindih nya. Kenzo langsung melancarkan aksinya, meraih bibir Delima, me**matnya dan meng gigit bibir bawah Delima. Delima membuka mulutnya dan terbuai dengan cumbuan suaminya.

__ADS_1


Bibir Kenzo asik memainkan bibir Delima hingga menjelajah leher jenjang Delima, memberikan tanda cinta disana. Tangan Kenzo yang sudah mulai aktip bergerilya, semakin lama semakin membuat Kenzo menuntut lebih


Kenzo sudah berhasil membuka baju Delima , ya hanya baju saja, karena yang bawah masih lampu merah. Dengan secepat kilat bibir Kenzo turun dari leher ke pu**ng s*su Delima, memainkan dengan li dahnya hingga meng**sapnya.


Beruntung tadi siang sebelum pulang Delima sudah memerah air s*su nya dulu.


"Ah......" Delima men**sah, merasakan sensasi yang begitu ni*mat hanya dengan bercinta pada bagian atas saja, sedaangkan Kenzo tidak hentinya me***dot dan meng gigit kecil pu**ng Delima karena begitu gemasnya.


"Abang sangat haus" ucap Kenzo yang terus berlanjut bermain diarea atas istrinya, selagi bibirnya me**hisap satu p*ting Delima, maka tangan Kenzo memainkan yang sebelahnya.


Setelah dirasa p*as, Kenzo segera menyudahi aksinya lalu menatap wajah Delima dan berbisik "P*asin yang bawah sayang"


Delima mengangguk, lalu dengan segera Kenzo menggendong tubuh Delima dan membawanya ke kursi panas.


Kenzo menurunkan Delima, dan dia duduk dengan posisi kaki yang terbuka lebar. Melihat bagian bawah suaminya yang sudah On, tanpa lama lama Delima langsung menempatkan dirinya didepan suaminya dan segera memainkan si Ono.


Ono berada di tangan Delima, dengan lembut jemari lentik Delima memainkan Ono, memberi pijatan pijatan lembut dan terus memaju mundurkan ono dengan gerakan tangan nya


"Delima sayang.....emm...." Kenzo merem melek, meraskan sesuatu yang enak dibagian bawahnya, beruntung sekali istrinya sangat pintar untuk memanjakan si Ono, walaupun hanya dengan tangan dan bibir saja.


Kenzo tak tinggal diam, selagi istrinya bekerja, tangan Kenzo juga nakal memainkan gunung kembar Delima. Kenzo meng**sap p*ting Delima, dan tak berapa lama, mulut Delima sudah bermain cantik dengan si Ono.


Kini posisi Kenzo hanya bisa me**mas gunung kembar itu, sedangkan Delima memasukkan ono ke dalam mulutnya, dan jari tangannya juga dengan terampil memaju mundurkan ono


"Ah......enak sayang.....bentar lagi abang keluar"


Delima mempercepat gerakan tangan dan mulutnya, me**hisap, me***lum dan sesekali menggigit si ono.


"Sayang....ah....." Dengan cepat Kenzo menarik Ono keluar dari mulut istrinya, dan memuntahkan oli tepat di sela sela dua gunung kembar Delima.


Kemudian Kenzo meraih bibir Delima, dan menciumnya. Lalu keduanya menautkan kening, hingga suara ponsel Delima menyudahi aksi romantis mereka.


"Hallo" Delima mengangkat telpon nya, yang kebetulan berada di meja dekat percintaan mereka


(____)


"Iya Mi, aku kesana sekarang"


Kenzo menatap istrinya "Kenapa?"


"Mami nyuruh kita cepat kesana, stok Asi nya sudah menipis takut kehabisan"


"Tapi aku bingung, kesana kemana? dan kalau kita ada disini, terus yang lainnya.kemana?


Delima belum tau kalau suaminya sedang menyiapkan kejutan untuknya, sebuah rumah mewah yang didesain khusus sesuai dengan impian Delima, dan tentunya rumah itu Kenzo sudah mengatas namakan Delima.


"Gak usah bingung, kita mandi, habis itu baru abang kasih tau kejutannya"

__ADS_1


__ADS_2