Cerita Cinta Kita

Cerita Cinta Kita
Surya Halu


__ADS_3

"Elu tau kan Je kalau gue paling ogah kalo dibohongin, dan elu juga paham kan?"


"Iya gue paham, seribu persen paham"


Jeje dan Delima kini sedang dibutik untuk menyelesaikn beberapa desain yang harus dikumpulkan minggu ini


"Terus elu mau gimana?"


"Gue gak tau, bener bener gak tau"


"Apa bener elu mau ninggalin Bang Ken yang gantengnya gak kaleng kaleng itu?"


Delima merebut apel yang dipegang Jeje dan mau dimasukkan ke mulutnya


"Eh punya gue"


"Ngalah ma bumil. Jujur ya Je, gue gak mau pisah ma Bang Ke, lah masak gue yang masih muda dan cantik membahenol gini harus menyandang status janda sih, janda anak dua lagi, mana ada yang mau coba"


"Janda kembang Del" Jeje merebut kembali apel dari tangan Delima


"Ihh....."


"Gue yakin...kalau elu beneran jadi janda, itu pasti gak akan lama, udah banyak yang ngantri"


"Bis kalik pada ngantri" jawab Delima cuek


"Elu bukan hanya seperti bis tetapi sudah sepesial, nah lihatlah didepan belum aja sejam gue ngomong, sudah ada yang antri"


"Suami orang lagi" ledek Jeje


"Siapa yang suami orang?" tanya Surya yang sengaja datang ke butik Delima siang ini dan mendengarkan pembicaraan Delima dan juga Jeje


"Eh ada Pak Surya"


"Hemm...tadi siapa yang suami orang Je?" tanya Surya lagi


"Ya bapak lah, masak gue sih"


"Aku bebas Je, aku dan Alenka sudah resmi BERCERAI" Surya menekankan kata kata terakhir itu dan sengaja mengucapkannya dengan keras supaya Delima mendengarkan nya, namun sayang wanita cantik itu hanya memperhatikan kertas yang didepannya saja.


Syukurin elu Pak, dicuekin kan ma Delima


Surya menaruh beberapa bungkusan yang sengaja dia bawa sepesial untuk Delima, lalu menuju ke ruang belakang dimana terdapat piring dan juga gelas.


Surya kemudian mengambil beberapa piring dan sendok, lalu membawanya ke depan

__ADS_1


Jeje melongo melihat kelakuan Surya, belum lagi dia terkejut dengan perceraiannya e ini lagi sikapnya yang perhatian banget.


"Makan Del, udah siang"


Delima cuma melirik Surya dan melirik makanan yang ada didepannya itu


"Cumi pedas asam manis" gumam Delima


Makanan didepannya itu bener bener menggiurkan sekali.


"Del...." Jeje menyenggol lengan Delima


"Apa?"


"Makan, itu makanan favorit elu, gua aja ngeces liatnya, apalagi anak anak elu coba"


Dan benar, ketika melihat makanan itu perut Delima bergerak, dan gerakannya sangat kuat dan terlihat


"Nah kan, mereka aja pengen" ledek Jeje


Sedangkan Surya yang melihat nya tersenyum senang


"Mau makan sendiri apa Mas Suapin?"


Tanpa ragu ragu Delima mengambil nasi dan beberapa lauk favorit yang memang sudah berada diatas meja makan itu.


"Em...si Twins udah berapa bulan?" tanya Surya basa basi, padahal ada niat terselubung


"Tujuh bulan lebih"


Surya mengangguk dan mulai berpikir, tentunya dengan pikiran yang kotor dan juga mesum


"Rencana dibuatin adik nya kapan?"


Uhuk...uhuk....


"Pelan pelan Del" Jeje yang diseebelahnya seketika langsung memberikan minuman kepada Delima


"Maaf...maaf" ucap Surya yang sudah mendapat pelototan mata dari Delima


"Ini aja belum brojol Pak, masak mau buat lagi, bapak memang ya sudah gila, eh salah masih gila" ucap Jeje juga tak kalah kesalnya dengan Delima


"Ya kan cuma nanya, siapa tau mau bikin adeknya cepet, dan aku dengan senang hati akan membantunya"


Delima memalbanting sendoknya lalu berdiri, untung makanan dipiring dan di meja makan sudah habis semuanya, jadi tidak mubazir.

__ADS_1


"Kak Surya mendingan keluar aja deh dari sini, udah selesai kan makannnya?"


Surya ikut berdiri dan menatap Delima "Ada yang ingin aku bicarakan Del, dan ini penting, bisa kan?"


"Kalau masalah aku dan Bang Kenzo kayaknya Kak Surya gak perlu ikut campur, dan untuk masalah Kak Surya dan mbak Alenka , aku juga gak mau tau"


Setelaah mengucapkan itu, Delima lalu pergi meninggalkan Surya, tetapi langkahnya dihadang oleh Surya, karena tangan Surya sudah menggenggam tangan Delima


"Kak lepasin!"


Delima sekuat tenaga mencoba melepaskan tangannya dari tangan Surya


"Dengerin aku dulu, baru aku lepasin!"


Delima melirik Jeje, dan Jeje pun mengangguk karena Jeje juga tidak bisa berbuat apa apa, Surya terlalu nekad.


"Oke...tapi lepasin tanganku Kak"


Surya langsung melepaskan tangannya, dan kemudian menatap Delima


"Aku dan Alenka sudah bercerai, dan aku tau kamu dan Kenzo sebentar lagi juga akan bercerai"


"Aku mau, setelah urusan kita selesai, kita menikah dan aku akan membawamu pergi dari negara ini, hidup berdua dengan ku dengan anak anak kita"


"Ngawur....." Delima menatap tajam mata Surya, rasanya ingin sekali merobek robek mulut laki laki yang ada didepannya ini


"Denger ya Kak Surya, aku dan Bang Kenzo sampai kapanpun tidak akan bercerai, karena aku dan Bang Kenzo sama sama saling mencintai dan kita gak bakalan terpisah"


Deg


Sepasang mata yang dari tadi melihat bahkan mendengar perkataan Delima dan Surya itu langsung tersenyum senang. Ya Kenzo berniat untuk mengajak istrinya keluar untuk makan siang, tetapi baru saja Kenzo memarkirkan mobilnya, Surya sudah masuk ke butik Delima dengan membawa beberapa plastik ditangannya


"Kau..!!!"


Tunjuk Kenzo yang sudah geram melihat usaha Surya mendekati istrinya


"Jangan bermimpi untuk menikahi Delima, karena sampai kapanpun aku gak akan meninggalkan Delima"


"Ingat itu Surya"


"Ayok Sayang, kita buat adek, seperti yang diucapkan oleh Bapak Surya yang terhormat"


Kenzo langsung mengecup bibir Delima sekilas dan menggandeng tangan istrinya, sedangkan Surya sendiri sangat marah dan tangannya terkepal


"Awas kamu Kenzo!!"

__ADS_1


__ADS_2