Cerita Cinta Kita

Cerita Cinta Kita
Video


__ADS_3

"Bukak pintunya Surya!!" teriak Delima dengan nada tingginya


"Atau kamu memang benar benar ingin melihat mayatku di sini!!"


"Oke...oke...aku buka Del, tapi please siniin pisaunya, berikan ma aku!!" ucap Surya yang tangannya sudah terulur untuk mengambil pisau dari tangan Delima


"Tidak...kamu bohong....kamu brengs*k"


"Buka dulu baru aku taruh pisaunya"


Surya tidak punya pilihan lagi, kecuali menuruti apa kata Delima. Dia tidak ingin wanita yang dicintai nya mati sia sia dihadapannya, apalagi sudah ada benih anaknya di rahim Delima. Padahal niatnya ingin mengurung Delima dan tidak akan melepaskan Delima.


"Oke....aku bukak, kamu jangan macam macam"


Pintu Apartemen Surya terbuka, dan seketika Surya langsung merebut dan membuang pisau itu. Dan tak menunggu lama langsung memeluk Delima. Delima memberontak, namun tangannya kalah kuat dengan tangan kekar Surya


"Lepas brengs*k"


"Surya tidak melepaskan pelukannya dari Delima, tetapi malahan memeluknya dengan sangat erat"


"Del, jangan lakuin itu lagi, aku gak sanggup liat kamu seperti itu" dengan sedikit melonggarkan pelukannya dan tangannya digerakkan untuk mengusap lembut rambut Del


Merasa pelukan Surya semakin mengendor, Delima langsung mendorong tubuh Surya dan segera meninggalkan apartemen itu.


Dengan berjalan terseok seok, dan tentunya dengan air mata yang masih mengalir di pipinya, Delima berusaha untuk cepat sampai di parkiran dan menuju ke rumahnya.


"Delima...." Panggil Surya, dan seketika Delima menghentikan langkahnya


"Bercerailah dengan Kenzo, aku akan menikahimu"


Suara lantang Surya membuat Delima menoleh, bukan tersenyum, tetapi air mata yang mengalir di pipinya, itu merupakan jawaban dari pertanyaan yang Surya layangkan


Delima meninggalkan Surya yang masih mematung, sebenarnya ada rasa tidak tega melihat Delima seperti itu. Tetapi, rasa ingin memiliki nya jauh lebih besar.


"Delima aku antar" teriak Surya tetapi wanita itu sudah tidak menggubris ucapnnya lagi.


Surya kembali ke apartemennya, dan mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang


"Awasi istriku, pastikan dia sampai rumah dengan selamat"


Surya kemudian menutup ponselnya dan beralih melihat video keganasannya semalam. Tangan Surya tergerak untuk mengirim foto itu ke Kenzo.

__ADS_1


"Aku harap, setelah kamu lihat video ini, kamu akan menceraikan Delima"


...***...


Kantor Mahendra


Sejak semalam perasaan Kenzo sudah tidak enak, tetapi karena banyaknya pekerjaan yang menumpuk, membuat rasa itu sedikit teralihkan


"Dim....udah selesai kan?? gue cabut dulu ya?"


Dimas mengangguk "hati hati"


Dengan perasaan yang tak menentu, Kenzo mengambil ponselnya, tetapi sebelum menekan panggilan untuk istrinya, Kenzo melihat ada pesan masuk dengan kontak nama Surya


"Surya?"


"Tumben ngirim pesan"


Kenzo tanpa curiga sedikitpun, yang dia pikirkan saat ini adalah Delima. Kenzo membuka pesan dari Surya


"Video??" gumam Kenzo


"Seperti kamu, aku pun juga bisa memiliki Delima"


Tangan Kenzo perlahan lahan membuka video yang dikirimkan oleh Surya, dan seketika itu dia langsung menghentikan langkah kakinya.


Matanya melotot, dadanya sakit, sesakit apa yang dirasakan istrinya saat ini, mungkin lebih sakit Delima.


Kenzo meneteskan air mata, tak sanggup untuk melanjutkan video yang berdurasi 60 menit itu. Tangan Kenzo terkepal, ingin rasanya membunuh dan menguliti habis Surya


"Brengs*ek"


"Ba**ngan kamu Surya"


Kenzo dengan mata berkaca kaca dan tangan terkepal langsung ke parkiran untuk segera melajukan mobilnya ke apartemen Surya. Kenzo berpikir Delima masih berada disana dan dia akan membawanya pulang


"Sayang....maafkan abang, abang gagal melindungi mu"


Kenzo mengambil ponselnya dan menghubungi Delima, tetapi Delima tidak mengangkatnya


"Sayang....please....angkat teleponnya jangan buat abang khawatir"

__ADS_1


Kenzo mengulangi lagi untuk menghubungi Delima, tetapi sama, nyambung tapi tidak diangkat


"Del....jangan buat aneh aneh, abang gak sanggup jika tanpa kamu"


Entah sudah beberap puluh kali Kenzo menghubungi Delima, tetapi sayang tidak ada satupun dari panggilannya yang diangkat.


Tangan Kenzo kemudian mencari nomer salah satu pengurus rumah nya, dan Kenzo menghubungi Mbok Siti, salah satu pengasuh baby Z


Panggilan tersambung


"*Hallo Mbok, Delima sudah di rumah?"


>^>


"Oke, makasih Mbok*"


Kenzo menutup sambungan teleponnya, dengan rasa sedikit lega namun masih ada perasaan gelisah dan rasa bersalah yang menyelimutinya


"Jam 4??" gumamnya


"Benar benar brengs*k kamu Surya"


"Delima tunggu abang sayank, jangan macam macam, jangan nekad sayank"


Kenzo memukul setir kemudinya, menyalurkan amarahnya yang sudah membuncah untuk Surya. Kenzo tidak tau bagaimana rasa sakit yang di rasakan Delima saat ini, dengan perlakuan Surya yang ah.......


Kenzo mengacak rambutnya, bayangan Surya memperlakukan istrinya dengan begitu kasar kini menghantuinya


"Kurang ajar kamu Surya"


Yang ada dipikirin Kenzo saat ini adalah segera pulang dan melihat kondisi Delima, tetapi niat itu dia urungkan karena Kenzo ingin menemui Surya dan menghajar ba**ngan itu.


Kenzo gelisah, hatinya sakit dan pikirannya melayang entah kemana, dirinya memikirkan Delima....Delima....dan hanya Delima.


"Sayang, abang takut kalau kamu ninggalin abang"


"Abang gak mau kehilanganmu"


Kenzo sangat tau bagiamana Delima, Kenzo khawatir jika kejadian ini membuat Delima meninggalkannya.


Kenzo menggeleng "Enggak, abang gak mau sayang, abang gak mau"

__ADS_1


__ADS_2