
pagi ini di hotel.....
N : dek... hari ini kita pindah ke kintamani ya,,
V : iya mas,, ini adek lagi siap2..
N : sini mas bantu sayang.... (memeluk Vannya dari belakang)
V : ini mah namanya gak bantu... tapi gangguin (manyun)
N : biarin, kan istriku... (mengeratkan pelukan)
V : (berbalik ke nathan) (mencium nathan) udah aq kasih morning kiss,, sekarang mendingan mas mandi... nanti qt kesiangan...
N : (mencium bibir Vannya) ok siap tuan putri
V : (blusshhhh)
hari ini mereka akan pindah hotel di daerah kintamani.
di kintamani....
V : ah.... sejuknyaaaaaa
N : suka sayang ?
V : suka bangett..... (memeluk pinggang Nathan) jalan yuk mas..
N : ok... (menggandeng Vannya)
mereka berjalan2 di sekitar kintamani.....
menikmati pemandangan dan udara yang sejuk sebelum mereka kembali ke Bandung 2 hari lagi.
tiba2 saat mereka asyik berjalan Nathan melihat Stevani berjalan di depan mereka. ia melihat wajah Stevani begitu sedih, Nathan merasa bersalah. walau bagaimanapun Stevani dulu sangat baik kepadanya, bahkan dia satu2 nya teman Nathan. ada sebuah perasaan bersalah di hati Nathan saat melihat Stevani.
V : mas.... koo adek ngomong gak di jawab
N : (diam)
V : mas...
N : (diam)
V : mas, kamu kenapa sih. (melihat ke arah yang dilihat Nathan )
V : oh.... makanya mas nyuekin aku, ternyata ada dia...
N : (kaget)
__ADS_1
V : kalo mas berat berpisah sama dia, mas kembali aja sama dia.
N : gak gitu dek, mas gak berpikir seperti itu
V : (menatap mata Nathan)
V : (aq harus berbesar hati, bagaimanapun Stevani dulu yang selalu ada buat Nathan)
V : selesaikan masalahmu dengan dia mas, aq akan menunggumu di hotel. (pergi)
N : (menarik tangan Vannya) gak dek, kita pulang aja ke hotel
V : (melepaskan tangan Nathan) gimanapun, dia dulu yang selalu ada buat kamu mas. selsesaikan semuanya sekarang. aq akan menunggumu di hotel.
N : kamu gak apa2 dek?
V : aq berusaha percaya sama kamu mas
N : makasih ya dek... (mata berkaca2)
tanpa banyak babibu, Vannya kembali ke hotel. entah mengapa hatinya terasa begitu sakit. air mata Vannya menetes.
Vannya mencari tempat yang aman agar Nathan tidak mengetahui kalau Vannya mengamati Nathan dan Stevani.
Vannya Pov
S : (menangis) aq menunggumu nat, bertahun2. tapi ternyata kamu sudah bahagia bersama orang lain.
N : (menghapus air mata Stevani)
S : (kaget)Nathan???? (memeluk Nathan)
N : (diam)
S : kenapa kamu tega sama aq Nat?
N : (melepaskan pelukan stevani) (memegang pundak Stevani) aq tidak tega, bukankah aq selalu bilang kepadamu jangan menungguku.
S : tapi bagaimana bisa aq tidak menunggumu, kamu tahu kalo kamu satu2nya orang yang aq cintai nat,
N : maaf vani, aq saat ini sudah mencintai orang lain. aq pun sudah menikah dengan dia. aq harap kamu mengerti. tolong lupakan semua tentang aq. mulailah hidup yang baru. carilah orang yang bisa membuatmu bahagia.
S :(memeluk Nathan) gak Nat, aq gak mau. aq hanya ingin bersama kamu. tidak ada orang lain. Bahkan jika aq harus menjadi yang kedua pun aq rela.
N : jangan ngomong gt van,, aq mohon. aq sangat berterima kasih kamu mencintaiku dg tulus sejak dulu, tapi aq tidak bisa membalasnya. bagiku kamu seperti adikku.
S : aq gak mau Nat, persetan dengan istrimu. kalo aq tidak bisa mendaoatkan kamu, tidak ada yang noleh mendapatkan kamu juga.
N : (melepaskan pelukan Stevani) aq kesini untuk menyelesaikan semua baik2. tapi jika kamu tidak bisa baik2, maaf... aq harus pergi. istriku menungguku.
__ADS_1
(berbalik)
S : aq akan menyusulmu kemanapun kamu Nat. ingat itu.
N : (pergi),
Vannya melihat nathan berjalan ke arahnya. lalu ia buru2 pergi dari tempatnya menuju hotel dengan berlari. air matanya terus menetes, karena Vannya melihat Stevani memeluk Nathan dan Nathan pun diam saja.
di kamar hotel.....
V : (masuk kamar mandi)
ia menyiram kepala dan seluruh tubuhnya dengan air sambil menangis membayangkan kejadian tadi.
V : kenapa kamu diem aja dia meluk kamu Nat?? (sesenggukan). apa menurutmu aq tidak akan sakit melihatmu begitu,,
setelah beberapa lama, Vannya selesai mandi. ia keluar dari walk in closet. matanya melihat sekitar, tapi tak ada Nathan di kamar.
vannya memeutuskan untuk rebahan di kasur, matanya yang sembab terasa sangat perih. ia kembali teringat saat nathan di peluk stevani, aor matanya kembali menetes.
Vannya Pov
kenapa kamu diam saja saat ia memelukmu, kenapa kamu gak mengerti perasaanku, aq sudah berusaha percaya padamu, memberikan kamu waktu untuk menyelesaikan semua dengan dia. tapi apa harus dengan cara itu. sekarangpun kamu tidak langsung kembali ke kamar. apa kamu juga berat meninggalkan dia? kenapa kamu tidak jujur saja padaku, aq akan merelakanmu kembali ke dia..
Tak terasa Vannya pun tertidur karena lelah...
Vannya bermimpi, Nathan meninggalkannya dan pergi bersama Stevani.... dalam tidurpun air mata Vannya menetes....
Nathan kembali ke kamar...
ia melihat istrinya tertidur,, lalu ia menghampiri istrinya itu. nathan menatapnya.... nathan tau Vannya tidur sambil menangis....
N :(mengusap air mata Vannya dengan hati2)
Nathan Pov
aq tau kamu pasti terluka melihatku tadi sayang,
aq tidak bermaksud membuatmu sakit vannya. aq hanya ingin Stevani melupakan aq. agar dia pun tidak terluka. maafkan suamimu ini sayang. aq sudah berjanji untuk tidak membuatmu menangis, tapi hari ini kamu menangis karena aq.
aq tidak kemana2 sayang...
aq milikmu.....
maafkan aq...
Nathan yang merasa bersalah melihat Vannya pun memeutuskan untuk mandi. membasahi kepalanya yang terasa berat. Nathan pun menangis,, karena ia merasa bersalah pada istrinya.
hay... gaess... maaf ya,, makin kesini ceritanya makin berantakan. tapi author berusaha buat up terus.... jangan lupa komen ya,, kurangnya apa... atau sebaiknya gimana biar bisa jadi pertimbangan author buat up bab selanjutnya.... thankkssssss
__ADS_1