
Tiga Bulan Kemudian
"Bang....bantuan bawa Kenzi"
Kenzo yang tadinya hanya melihat istrinya memandikan Kenza, dia pun juga ikut untuk memandikan Kenzi
"Mau dimandiin juga Zi nya yank?"
"Iya Bang, sekalian aja, kan ada ember nya dua, abang bisa kan?"
Kenzo mengangguk "Abang ambil Kenzi dulu, kebetulan dia juga udah bangun"
Sore itu di manfaatkan Delima dan juga Kenzo untuk memandikan ke dua buah hati mereka, sengaja memang Delima mengambil alih pekerjaan pengasuh Baby
"Baju nya buka di sana aja Bang, bisa kan?" teriak Delima
"Bisa sayang, tenang aja"
Kenzo dengan telaten membuka baju Kenzi "Anak Paps ganteng banget, di mandiin Paps ya nak"
Seketika bayi tampan itu tersenyum dan tangan nya meraih baju Kenzo
"Hayuk...mandi ma Paps dan Mams juga"
Kenzo segera membawa Kenzi ke kamar mandi, di sana sudah ada Delima dan juga Kenza
"Sini Bang, aku ajarin mandiin Baby, abang ikutin aku ya, pelan pelan loh"
Kenzo mengangguk tetapi sebelumnya dia mendekati Delima dan berbisik "Setelah mereka gantian abang ya, kangen juga"
Delima mengangguk dan tersenyum, tau apa maksud suaminya, dan juga pastinya nanti tidak cuma mandi aja.
"Ikutin aku"
"Gini bang....tangan Abang yang satu disini dan yang satu di sana"
Kenzo mengikuti arahan Delima
"Habis itu begini dan begitu" lanjut Delima lagi.
"Sudah Bang?? Gampang kan?"
Kenzo mengangguk dan mulai memandikan Baby Kenzi
"Udah?"
"Udah yank, lalu?"
"Angkat donk, dan bawa ke sini, sekarang waktunya pakai baju"
Kenzo memperhatikan setiap gerakan Delima, mulai dari mengelap dengan handuk, memberi minyak telon, memeberi bedak hingga memakaikan baju
"Selesai sayang"
Delima tersenyum dan langsung mengecup pipi Kenzo
"Bayaran nya donk!!"
"Tentu sayang, ada bonusnya lagi"
"Sekarang? udah siap kan yang bawah, udah kangen masuk yank"
__ADS_1
Yah memang selama tiga bulan ini Kenzo belum meminta hak nya, dia masih kasian dengan istrinya, takut kalau yang bawah belum siap juga
"Bawa mereka dulu turun ke bawah ya Bang, baru giliran abang aku manja manja"
"Siap...ayok anak anak Paps, sama Si Mbok dulu, gantian Paps yang ma Mams kalian"
Setelah memberikan Baby Z ke pengasuhnya, Kenzo kemudian menggendong Delima dari bawah menuju ke kamarnya
"Sayang...malu ih, kenapa di gendong"
"Biar cepet, abang udah gak tahan"
Sesampainya di kamar, Kenzo langsung membaringkan tubuh Delima di ranjang. Kenzo membukan bajunya dan langsung menindih Delima
"Sudah bisa di pakai kan sayang?"
Delima mengangguk "Tapi....."
"Tapi apa?" tanya Kenzo yang tangan nya sudah ke mana mana
"Pake pengaman ya yank?" ucap Delima dengan malu malunya
Kenzo menggeleng "No...kamu istriku, halal buatku, lagian gak enak sayang"
"Bang....."
"Kenapa?" tanya Kenzo dengan tangannya yang sudah mulai menyusup ke biji kacang milik Delima
"Euhhhh.....aku belum mau hamil lagi Bang"
"Bukannya gak mau ya, tapi baby Z masih kecil kan, dan abang tau sendiri aku subur banget, sekali tanam langsung jadi" Delima berkata dengan nafasnya yang tersengal sengal
Lain halnya dengan Kenzo, dia tidak fokus dengan ucapan Delima, karena lebih menikmati jari jarinya yang sudah masuk di lu bang milik Delima
"Kenapa sayang? enak??"
Kenzo sengaja memainkan dulu jarinya di bagian bawah, tanpa ada adegan me**mat bibir manis Delima, karena Kenzo ingin melihat dengan jelas wajah cantik Delima ketika men**sah.
Delima menggeliat, dan bersamaan pula cairan kental keluar dari dalam sana, sementara Kenzo terus mempercepat gerakan jarinya, memasuk dan mengeluarkannya.
"Bang.....uhhh....." Delima langsung memegang tangan Kenzo supaya suaminya itu mengehentikan aksinya, karena diringa sudah keluar dari tadi.
Kenzo menarik jarinya, kemudian men**lat dan memasukkan ke dalam mulutnya
"Rasanya nikmat sayang"
Delima mengatur nafasnya, ini adalah pertama kalinya dirinya melakukan itu an setelah melahirkan
"Sekarang ya sayang?" pinta Kenzo yang sudah menahan na*su nya.
"Tunggu Bang, negosiasi kita belum jadi!"
"Em...aku boleh pake kontrasepsi ya? janji cuma setahun aja, kalau baby Z udah satu tahun aku lepas"
Kenzo masih terdiam, antara menahan ha*rat dan juga memikirkan perkataan Delima
"Bang....ya Bang ya, rasanya tetap sama kok, lagian ya Bang, kalau aku gak pake kontrasepsi aku hamil lagi, abang juga yang repot, abang jadi gak leluasa buat begono an ma aku"
"Iya kan iya kan iya donk" Rayu Delima dengan tangannya mulai berani membuka bagian
bawah dan mengeluarkan si Ono.
__ADS_1
"Boleh....tapi pake yang aman, dan rasanya juga tetap sama waktu abang masuk, dan janji cuma setahun aja, karena abang ingin punya anak lagi"
Delima mengangguk bersamaan dengan tangannya sudah memaju mundurkan si Ono.
"Besok abang anter ke tempatnya Tika, tapi sekarang layani abang dulu"
Kenzo sudah tidak tahan dan mulai menggesek gesekkan si Ono untuk segera masuk ke dalam sarang
"Tunggu"
"Apa lagi sayang? abang udah gak kuat"
"Keluarin di luar dulu, jangan di dalam, aku lagi masa subur"
"Hah?" Kenzo melongo
"Gak enak yank"
"Kalau gak mau ya udah, lagian cuma hari ini doang kan?"
Kenzo kembali memikirkan sesuatu, kalau tidak di iyakan, satu hari ini dirinya akan puasa lagi.
"Iya deh iya tapi lima ronde"
"Terserah abang, yang penting di keluarin di luar"
Tanpa menunggu lama, Kenzo langsung menuntun si Ono untuk masuk ke sarang nya dan
Jlebb
"Ishhh........" Delima mengernyit lalu menjepit Ono, rasa rasanya seperti pertama kali melakukannya
"Sempit yank, abang suka"
Tanp lama lama, Kenzo kemudian memaju mundurkan Ono.
Delima mencengkeram kuat seprei, entah mengapa rasanya sakit seperti baru pertama kali melakukan
"Tangannya kesini aja sayang" Kenzo mengarahkan tangan Delima untuk menjambak rambutnya, karena tau istrinya sangat kesakitan dan juga Kenzo merasakan kalau milik Delima sangat sempit.
Kenzo mempercepat gerakannya memaju mundurkan Ono, dan tak lupa jarinya juga ikut masuk dan menggesek gesek biji kacang Delima
"Ah.....a bang"
Delima me**sah, bersamaan dengan itu pula sesuatu akan keluar dari Ono, dengan cepat langsung Kenzo mencabut Ono lalu mengarahkan ke bagian tengah gunung kembar Delima, tangan Delima juga tidak tinggal diam untuk ikut menggerak gerakkan Ono agar Ono segera mengeluarkan Oli nya.
Tak puas sampai di situ, Kenzo juga memasukkan Ono ke dalam mulut Delima, dan Delima dengan cepat me***lum dan memaju mundurkan Ono, hingga Ono berkedut lalu Kenzo menariknya dan memuntahkan lava pijar berwarna putih.
"Ahhhhh......lagi ya, tapi abang bersihkan dulu yang ini"
Tunjuk Kenzo ke bagian tengah gunung kembar Delima
****
Oh ya gaes, sambil menunggu up ny Babang Kenzo, bisa mampir baca di sini Playboy, Cinta Lama Ku. Bukan novel baru, novel ini ada sebelum Babang Kenzo sesi pertama hadir.
Cerita nya ringan, dan sebagian merupakan kisah nyata, Mahasiswi cantik yang terjebak cinta sang Playboy, mantan pacar waktu SMA, seperti biasa tidak ada konflik yang berat, biar rindunya Dylan aja yang berat.
So, jika suka boleh baca, jika tidak suka jangan di baca.
Thanks
__ADS_1