Cerita Cinta Kita

Cerita Cinta Kita
Adu Kekuatan


__ADS_3

Empat pasang mata yang tadi sedang berseteru tegang itu langsung menatap ke arah pintu yang tiba tiba dibuka oleh seseorang


Kenzo...


Dengan wajah yang kusut dan juga airmata yang masih menetes dipipinya, langsung menghampiri istrinya yang masih tidak sadarkan diri.


"Sayang...." panggil Kenzo dengan masih beruraian airmata.


"Stop!!!" teriak Surya


Kenzo tidak memperdulikan suara dari seseorang yang memanggilnya itu, dia masih tetap berjalan dengan terus memanggilnya "Sayang"


Karena ucapannya tidak direspon oleh Kenzo, Surya dengan mengepalkan tangannya seketika langsung menghampiri Kenzo, dan.....


Bugh


Bugh


Dua bogeman mendarat diwajah Kenzo


"Breng*ek"


"Kamu lihat kondisi Delima sekarang, lihat!!!" bentak Surya


Kenzo hanya diam, kondisinya sekarang sangat kacau, untuk membalas ucapannya Surya saja tidak sanggup, apalagi untuk membalas bogemannya


"Kamu!!" tunjuk Surya


"Dimana kamu disaat dia sedang berjuang untuk menyelamatkan dirinya dan juga anak anaknya?"


"Dimana kamu disaat dia menginginkan kamu untuk bersamanya?"


"Kamu......" bentak Surya lagi dengan tangannya masih menunjuk ke muka Kenzo


"Kamu...memilih untuk bersama istri pertamamu dan mengabaikan Delima..."


"Dan kamu....."


"Disana sedang asyik asyik kan sedangkan Delima disini sedang kesakitan!!"


Kenzo masih diam, dia tidak bisa berkata apa apa, memang semua yang dikatakan oleh Surya benar, ya semua benar


Surya masih memandang wajah Kenzo yag dari tadi masih diam, entah apa yang dipikirkan Kenzo.

__ADS_1


"Atau jangan jangan....kamu malahan tadi habis bercinta juga dengan Amanda" ucap Surya yang masih merasa kesal dengan tindakan Kenzo


Deg


Deg


Vano langsung menatap tajam ke arah Kenzo ketika mendengar nama saudaranya disebut oleh Surya


"Jaga ucapanmu itu!!" bentak Kenzo yang tidak terima dengan perkataan Surya


"Lebih baik kamu diam, jika tidak mengerti apa apa" lanjut Kenzo lagi.


"Tidak mengerti apa apa!! maksudmu ini!!!" ucap Mario berdiri dari duduknya dan langusung menghampiri Kenzo, dengan menunjukkan sebuah video


Bugh


"Dosamu sudah besar terhadap Delima"


"Dari pagi, kamu sudah membohonginya, kamu bilang ketemuan dengan temanmu, tetapi kenyataanny kamu ketemuan dengan istri pertamamu"


"Apa kamu tau?? Delima tadi siang melihat kamu dengan Amanda, bahkan melihat kamu memegang tangannya"


Deg


"Kamu gak tau gimana perasaan Delima saat itu?"


Lagi dan lagi Kenzo hanya terdiam, keringat dan juga air mata sudah bercampur jadi satu, bahkan darah segar menetes dari sudut bibirnya.


"Delima begitu hancur ketika melihat kamu memegang tangan wanita itu, apa kamu tau??"


"Tentu kamu tidak tau, yang kamu tau dan kamu ingat hanya ingin bersama dengan istri pertamamu itu dan pergi berdua dengannya"


Kenzo menunduk, kini dirinya duduk dengan memandang wajah Delima dari kejauhan, kini dirinya seakan menjadi seorang terdakwa yang sedang disidang.


"Setelah Delima sadar, segera beritahu dia kejadian yang sebenarnya, kemudian ceraikan Delima" ucap Mario dengan menatap tajam wajah Kenzo dan langsung meninggalkan ruangan Delima.


"Sampai kapanpun aku tidak akan menceraikan Delima, walapun Delima yang meminta" ucap Kenzo dengan beruaraian air mata, kemudian berdiri dan menghampiri istrinya


"Tunggu" suara laki laki yabg sedari tadi hanya melihat dan mendengarkan pembicaraan antara Kenzo, Surya dan Mario


Vano menghampiri Kenzo "Bagus...."


Kenzo mengeryitkan alisnya, memandang laki laki yang terlihat asing tetapi dia juga cukup mengenalnya

__ADS_1


"Kenalin, aku Vano" Vano mengulurkan tangannya dan dibalas juga oleh Kenzo


"Sepupu Amanda, dan sekaligus calon suami Delima dan ayah dari anaknya" ucap Vano dengan senyuman merekah diwajahnya


"Shiitt...." Kenzo mengepalkan tangannya dan


Bugh


Tangan Kenzo membogem wajah Vano "Kamu!!!! jangan mimpi" tunjuk Kenzo setelah tangannya berhasil memukul wajah Vano


Vano memegang sudut bibirnya kemudian menatap Kenzo "Setelah Delima tau, aku yakin Delima akan meninggalkanmu"


"Kamu gak usah kawatir, aku menyayangi Delima dan anaknya" ucap Vano


"Lepaskan Delima!!! dia menderita bersama kamu" lanjut Vano lagi yang membuat aliran darah Kenzo menjadi panas seketika


"Ingat dan Camkan !! aku ulangi sekali lagi untukmu dan untukmu" Kenzo menunjuk Vano dan juga Surya


"Sampai kapanpun, aku tidak akan pernah meninggalkan Delima" lalu Kenzo menuju ke arah Vano dan juga Surya


Bugh


Bugh


Lagi dan lagi Kenzo mendapat bogeman di wajahnya, kali ini Vano yang melakukannya.


"Kamu..!! kau sakiti Manda dan kau tinggalkannya, setelah itu kau juga menyakiti Delima"


"Terbuat dari apa hatimu? kamu laki laki seharusnya kamu memberikan rasa nyaman untuknya, bukan rasa kecewa yang didapatkannya"


Kenzo kembali memegang wajahnya, entah masih berbentuk atau tidak, entah masih terlihat tampan atau tidak seakan Kenzo tak peduli.


"Aku tekan kan sekali lagi, berhenti mengusik rumah tanggaku, berhenti mencintai istriku, dan berhenti mengharapkan dia menjadi milikmu, karena aku tak akan melepaskannya" Kenzo begitu tegas mengatakannya dan juga melirik ke arah Surya


Surya geram dan juga emosi mendengar ucapan Kenzo, lalu dia menghampiri Kenzo


"Breng*ek"


Surya ingin memukul Kenzo kembali, namun tangannya sudah ditahan oleh Kenzo


"Apa??" tantang Kenzo


Surya menarik tangannya kembali, lalu membisikkan sesuatu "Kamu masih ingatkan, perkataan ku dulu, aku akan selalu menunggu waktu itu" kemudian pergi meninggalkan Kenzo, sedangkan Vano memilih untuk merebahkan punggungnya di sofa

__ADS_1


Dimas menghampiri Kenzo, lalu menepuk pudaknya "Temui Tika, aku akan menjaga Delima disini"


__ADS_2