Cerita Cinta Kita

Cerita Cinta Kita
Pebinor


__ADS_3

Mata Delima menangkap sepasang laki laki dan perempuan sedang duduk pojokan restoran itu. Delima melihat suaminya disana, dan yang lebih parah lagi, Delima melihat tangan Kenzo menggenggam tangan perempuan itu, namun sayang Delima tidak bisa melihat wajah dari perempuan itu. Tapi yang jelas dilihat dari belakang dia mempunyai body yang waw seperti model


"Model?? jangan jangan..."


"Aku harus kesana daripada penasaran" ucap Delima kemudian melangkahkan kakinya menuju ke tempat suaminya


Tetapi, sebelum sampai dimeja Kenzo, ponsel Delima berbunyi,


"Akhh....kenapa tiba tiba bunyi!" seru Delima kemudian segera berbalik untuk mengangkat telepon dan tentunya ke tempat yang aman yang tidak terlihat oleh suaminya.


Sambil menerima telepon, mata Delima tak luput dari pandangannya menatap ke arah meja suaminya, tampak disana suaminya masih menggenggam tangan wanita itu dan sesekali mengelus rambutnya.


Setelah selesai mengobrol, ya yang telepon tadi adalah Jeje dan lainnya yang mengabarkan kalau mereka sudah berada di DenZo butik, Delima iseng iseng mencoba mengirimkan pesan ke suaminya, dan mengurungkan niatnya untuk menghampiri suaminya itu.


"Abang lagi ngapain? kok aku tiba tiba kangen ya?" Delima mengetik pesan itu kemudian dikirimkan langsung ke nomor Kenzo. Sengaja memakai kata kata kangen supaya suaminya tidak mencurigainya.


Ting


Sebuah pesan masuk ke ponsel Delima


"Kangen ya? sabar ya sayang, abang lagi dluar kantor sedang makan siang" Kenzo membalasnya begitu


"Dengan siapa bang?" Delima membalas dan langsung mengirimkannya kembali


Ting


"Dengan temen sayang, yang abang ceritakan tadi pagi itu, biasa curhat dianya" balasannya Kenzo


Senyum terbit dari bibir Delima, entah senang entah tidak, tetapi yang jelas satu fakta yang Delima ketahui bahwa suaminya tidak membohonginya, dan tidak salah jika suaminya mengatakan bahwa dia sedang makan bersama temannya, emang kenyataannya seperti itu, walau dengan mata kepala Delima sendiri, Delima malahan melihat pemandangan lainnya didepan mata.


"Mbak...pesannya sudah siap" ucap karyawan restoran itu dengan membawa beberapa kotak untuk Delima, dan seketika langsung menyadarkan Delima dari lamunannya.


"Oh ya terima kasih," Delima langsung berdiri dari tempat duduknya, tetapi matanya masih melirik ke arah suaminya, dimana tangan Kenzo masih memegang tangan wanita itu.


Delima kemudian meninggalkan Restoran Casblanka, dan menuju parkiran, ketika Delima mengambil kunci mobil di dalam tasnya, tanpa sengaja Delima menjatuhkan sesuatu diparkiran itu, dan Delima tidak menyadarinya.


Ting

__ADS_1


Ponsel Delima berbunyi, sebuah pesan masuk diponselnya "Jeje"


"Del...buruan ih...kita kita udah nungguin elu"


Delima tersenyum, dan tanpa berniat untuk membalas pesan dari sahabatnya itu, sengaja memang, kalau dibalas nantinya bakalan ribet dan gak selesai selesai


Tidak membutuhkan waktu lama, mobil Delima sudah berada di depan DenZo butik dan memang benar, deretan mobil mobil mewah sudah berjejer di sana


"Assalamualaikum....Delima yang cantik membahana datang" teriak Delima dengan keras, sengaja biar yang lain pada dengar


"Tuh...bumil si lebay datang" Tunjuk Jeje ke arah Delima yang baru masuk ke butiknya


Delima melihat ke ruangan yang sudah penuh dengan wanita wanita cantik


"Sorry sorry gue telat" ucap Delima dengan segera mendudukkan pan tatnya dikursi dan menaruh kotak makanan di meja.


"Santai aja Del, kita maklum kok, pasti si Duteng itu ribet kan, banyak alasannya" jawab Laura


"Hah?? Duteng??" lalu Delima melirik ke Laura sekilas kemudian tersenyum, rasanya gak enak seperti sedang kepergok lagi berduaan dengan mantan pacar temannya sendiri.


Delima masih heran, masih mencerna ucapan Laura tadi, dan Delima juga heran, dari mana mereka tau kalau Delima sedang mengurus eh lebih tepatnya menjenguk si Duda Sableng itu.


"Gak usah heran juga, kenapa kita bisa tau!" ujar Rima yang dari tadi masih mengotak atik ponselnya, dan begitu juga dengan yang lainnya, entah mengapa mereka kali ini kompak untuk memegang ponsel dan mengotak atiknya


"Gak penasaran kita taunya dari mana?" Jeje yang dari tadi mencoba


Delima mengangguk "Penasaran dong tentunya"


Dan setelah mendengar ucapan Delima, kelima wanita cantik itu langsung menyodorkan ponselnya tepat didepan wajah Delima


"Hah?" Delima kaget ketika melihat kelima ponsel yang sudah berada didepannya dengan tampilan yang sama


"Gimana kita gak tau, kalau tiba tiba juga lihat seperti ini" Laura mencoba membuyarkan lamunan Delima, dia tau kalau Delima tidak tau apa apa tentang ini


"Ma- maksud kalian?? bentar deh" Delima langsung mengambil ponselnya dan membuka social medianya, ternyata benar.


"Tidak...." Delima berteriak sambil menutup mulutnya"

__ADS_1


"Gila...ini gila...." teriak Delima lagi ketika dia benar benar melihat dengan jelas foto dirinya yang sedang berada di ruangan Vano tadi dan yang membuat Delima begitu kesal dengan sosok si sableng itu adalah caption nya


"Terimakasih atas waktunya, hatiku milikmu sepenuhnya, beby"


"Cie....cie....beby yang lagi digebet si Duteng" ledek Jeje


"Duteng apaan, Duda Sableng ya iya..." jawab Delima gak mau kalah dengan Jeje


"Hemmm.....pesona kita kalah ma ibu hamil satu ini, suamiku aja masih belum bisa move on, apalagi dengan yang single coba" gantian Alenka yang berkata


Delima melirik Alenka "Apaan sih mbak"


Sedangkan yang lainnya hanya tertawa saja, mereka berenam, Delima, Jeje, Laura, Alenka, Rima dan Cinta, sengaja kumpul bersama mumpung ada waktu luang dan tanpa gangguan dari para laki laki.


"Kak Deli...Kak Deli, pakai pelet apa sih, nyampe semua jadi suka, Cinta aja sampai sekarang belum bisa menjinakkan Kak Iyo"


"Padahal sudah segala cara Cinta lakuin loh Kak" ucap Cinta dengan gaya centilnya dan bermanja manja manja dengan Delima


"Elu terlalu centil Cin, makanya kak Mario gak mau, bukannya suka tapi malahan ilfiil deh" kata Rima dan itu memang kenyataan.


"Terus Cinta harus gimana kak?"


Delima menatap Cinta dan menggeleng "Pepet aja terus Kak Rio nya, ntar dia juga nyerah sendiri"


"Emang dulunya Kak Deli mepetin Kak Iyo ya?"


"Bukan Delima yang mepet Mario, Cinta, tapi Mario yang mepetin Delima" ucap Laura dengan santainya


Cinta yang mendengar kata kata itu hanya geleng geleng kepala saja


"Bang Ke, Kak Rio, Kak Surya, Kak Vano.....em terus siapa lagi target selanjutnya Kak Deli?" tanya Cinta tanpa berpikir dengan menatap wajah Delima yang cantik


Sontak semuanya tertawa, termasuk Alenka yang statusnya istri Surya, Alenka tidak marah atau cemburu, tapi malahan tertawa, dan memang benar itu kenyataannya.


"Cinta udah udah..gue disini kesannya jadi perebut laki laki orang deh kalo elu sebutin satu satu, padahal kan..."


"Mareka yang pebinor" jawab kompak Alenka dan Laura

__ADS_1


__ADS_2