
Kini mereka telah sampai dikediaman rafa, tepatnya mereka sedang berkumpul di taman belakang rumah mewah keluarga wijaya.
" Kamu banyak banget makannya pie. Kita malah kebagian dikit".kata rafa pada alea yang sibuk memakan kue kesukaannya
" Biarin, ini kan kue kesukaan aku.wleek".jawab alea sambil menjulurkan lidahnya pada rafa
" Tuh kan ma pa, dia gitu ke rafa. Padahal rafa udah baik beliin dia kue kesukaannya".adu rafa pada mama mely dan papa erwin
" Udah dong sayang, kamu ngalah. Mama sama papa pusing dengerin kalian ribut gak jelas dari tadi".kata mama mely pada putranya
" Mama gitu selalu ngebelain pie, anak mama kan rafa. Papa bantuin rafa dong".ucap rafa pada papa erwin berharap papanya berada dipihaknya
" Ngalah aja, ok".kata papa erwin santai sambil menikmati kue pie
" Bilang aja kalok papa takut disuruh tidur diluar".kata rafa kesal
" He hee, itu kamu tau. Papa cari aman aja".kata papa erwin sambil tertawa
" Setelah lulus, alea mau kuliah dimana sayang?".tanya mama mely
" Belum tau ma, alea masih bingung, he he".kata alea
" Kenapa gak sama rafa aja di Amerika?".kata papa erwin
" Dia gak mau pa, rafa juga udah bilang gitu"kata rafa
" Kalok kamu satu kampus sama rafa kan mama jadi lebih tenang sayang. Biar ada yang jagain kamu".kata mama mely membelai rambut alea
" Iya sih ma. Nanti alea pikirin lagi deh".ucap alea yang sedang bersandar dibahu mama mely
Selesai mengobrol ditaman belakang, mama mely dan papa erwin langsung bersiap-siap karena akan menghadiri acara pernikahan kolega bisnisnya. Sedangkan alea dan rafa tetap dirumah sambil menonton.
" Tuan muda, temen-temen tuan muda sudah datang".ucap salah satu pelayan yang ada dirumah rafa
" Oh iya bi, suruh langsung kesini aja"ucap rafa ramah
" Baik tuan muda".kata pelayan itu dan langsung bergegas pergi
" Mereka jadi kesini?".tanya alea
__ADS_1
" Emm".
" Ihh, nyebelin".kesal alea karena merasa dicuekin oleh rafa yang masih fokus dengan gamenya hingga alea berniat meninggalkan rafa
" Eitts, mau kemana?".kata rafa yang langsung sigap menarik tangan alea hingga alea langsung terduduk dipangkuannya
" Udah ya jangan ngambek gitu. Maaf ya kalok aku jawabnya cuek tadi".ucap rafa yang memeluk pinggang alea dengan sebelah tangannya sedangkan tangan satunya mengusap pipi alea
" Lepasin aka".kata alea yang masih ngambek berusaha melepaskan diri dari pangkuan rafa
" Gak, aku gak bakal lepasin kalok kamu masih marah gitu sama aku".rafa yang masih tetap memeluk alea yang duduk dipangkuannya
" Lepas gak, nanti keburu mereka dateng".kata alea berusaha melepaskan diri
" Biarin, kita akan terus seperti ini sampek kamu gak marah lagi".kata rafa
" Ok lepas, aku udah gak marah"
" Ok aku lepas, tapi kamu tetep harus disini nemenin aku, gimana?".
" Iya, lepas dulu".kata alea. Rafa pun melepaskan alea namun menariknya lagi karena alea berusaha pergi dari sana
" Ka-kamu mm-mau apa?".tanya alea gugup karena wajah rafa semakin dekat dengan wajahnya
" Memberi hu-ku-man untuk gadis nakal seperti kamu".balas rafa yang terus mendekatkan wajahnya pada wajah alea. Mata mereka saling memandang. Alea semakin gugup dan detak jantungnya pun semakin tak karuan. Seketika tubuh alea menegang dan matanya membola tatkala bibir rafa sudah menempel pada bibirnya, namun perlahan alea memejamkan matanya. Lama-kelamaan kecupan itu berubah menjadi sebuah lum***n. Cukup lama mereka melakukannya hingga rafa melepaskan ciu**n itu. Nafas keduanya memburu seperti sedang berlari.
" Awwh sakit pie".pekik rafa ketika alea yang sedang malu dan menyembunyikan wajahnya didada rafa mencubit perutnya
" Firts kiss aku, kamu nyolong firts kiss aku".ucap alea yang masih menyembunyikan wajahnya didada rafa karena malu namun tangannya masih memukul dada rafa
" Itu juga firts kiss aku pie. Lagian kamu juga menikmatinya".ucap rafa sambil tersenyum sambil menghentikan tangan alea yang terus memukulinya
" Ihh, nyebelin".kata alea yang lagi-lagi mencubit rafa karena masih menggodanya saat wajahnya sudah merah dan terasa panas
" Aku seneng karena aku yang ngambil firts kiss kamu".ucap rafa memeluk alea, sedangkan siempunya tak menyaut karena masih malu untuk menatap rafa. Mereka terus berpelukan dengan posisi alea yang masih dipangkuan rafa hingga mereka disadarkan ketika...
__ADS_1
Ekheemmm
Seketika alea langsung turun dari pangkuan rafa saat melihat sahabat rafa telah disana. Alea merasa malu hingga langsung berlari ke kamarnya. Sedangkan rafa hanya santai saja di tempat duduknya
" Kurang tepat deh waktunya kita kesini, kita gangguin tuan rumahnya yang lagi pacaran guys".ucap aldo
" Yo'i, sampek-sampek gak sadar kita disini".imbuh adam
" Yaudah sana pulang".balas rafa santai
" Dia nyuruh kita pulang biar dia bisa lanjutin yang tadi".kata kevin yang duduk didekat rafa
" Lo tadi liat gak alea langsung lari pas tau kita disini, kayak yang malu gitu. Kira-kira alea habis ngapain ya?".sindir aldo melirik rafa yang masih santai seperti tidak terjadi apa-apa
" Iya bener, kayak habis melakukan sesuatu gitu".imbuh kevin melirik rafa
" Kepo ya kalian. Sana pulang kalok cuma mau ngepoin itu".ucap rafa sambil memainkan ponselnya
" Pelit amat, kita kan cuma pengen tau. Oww, gue tau...pasti kalian tadi abisssa...".ucap aldo sambil memonyongkan bibirnya
" Kalok lo udah tau, yaudah gak usah dibahas lagi".ucap rafa
" Wah vin, do, ini beneran rafa sahabat kita?. Gue belum pernah denger dia gituan(ciuman)sama cewek, tapi kali ini?, wah wah wah, ternyata lo bisa juga ya fa".kata adam menepuk pundak rafa
" Apaan sih lo pada? lebay tau gak".ucap rafa masih tetap santai menanggapi kehebohan sahabatnya
" Ternyata cuma alea yang bisa bikin lo kayak gini sob, patut diberi penghargaan si alea".ucap aldo
" Makin berisik ya lo pada. Jadi main gak nih, kalok nggak gue mau tidur".kata rafa yang sudah pusing mendengar omongan sahabatnya yang semakin ngawur
" Iya iya, gitu aja ambekan lo".kata kevin meledek sambil mengambil stik PS
" Lagi dapet mungkin vin".imbuh aldo
" Iyalah dapet, dapet ciuman dari alea, hah hahaa".kata adam
Rafa tak menanggapi omongan sahabatnya itu, dia memilih bermain game online.
__ADS_1