
Kenzo memandangi wajah Delima, ada rasa kangen yang dirasakan, karena satu bulan mereka tidak saling menyentuh
"Sayang..." panggil Delima
Kenzo menolah, kemudian menatap mata Delima,.posisinya kini masih berada di sofa ruang televisi
"Tadi abang ngucapin terimakasih ke Kak Rio untuk apa?"
Kenzo tersenyum kemudian mengecup bibir Delima sekilas "Karena Mario dah bantuan abang"
"Bantuin apa?"
"Bantuin untuk kita bersatu"
"Kita?? jangan bilang kalau tadi hanya pura pura"
Kenzo mengangguk "Semua idenya Mario, dia gak tega lihat adek kesayangannya sedih"
"Lagian sayang, aku juga gak bakalan lakuin itu, meskipun kamu yang meminta, aku gak bakalan mau"
"Aku pengen kita sama sama terus, sampai nanti, merawat dan membesarkan anak anak kita, apapun ceritanya kedepannya nanti, aku ingin kita lalui bersama, selamanya dan hanya dengan kamu dan anak anak kita"
Delima mengangguk, sekali lagi air mata itu lolos membasahi pipi mulus Delima, tetapi bukan airmata kesedihan, tetapi kali ini airmata kebahagiaan.
"Shutt....jangan nangis lagi, abang gak sanggup lihat kamu menangis, hati abang sakit"
Kenzo menghapus airmata itu, dan mengecup kedua mata Delima
"Berjanjilah ma abang sayang, jangan pernah mengucapkan kata kata menakutkan itu lagi, jangan pernah berpikir untuk meninggalkan abang , apapun yang akan terjadi nantinya, apa pun masalahnya, kita akan hadapi sama sama"
"Berjanjilah Delima ku"
Delima mengangguk dan menggenggam tangan Kenzo "Maafkan aku sayang, aku janji gak akan seperti kemarin lagi"
Kemdian mereka berpelukan, hingga satu tendangan menghentikan pelukannya
"Sayang dia nendang" ucap Kenzo yang senang melihat pergerakan anaknya yang aktip
Lalu pandangan mata Kenzo beralih ke perut Delima, dan tangannya mengusap lembut perut itu. Dan Kenzo betapa terkejutnya ketika mendapat tendangan lagi.
Kenzo mengecup perut Delima "Kangen Paps?" lalu menatap Delima dan membisikkan sesuatu "Mereka kangen abang, tetapi abang lebih kangen mereka"
Delima yang mengerti ucapan Kenzo langsung tersenyum dan mengangguk, tak dipungkiri Delima juga sudah kangen disentuh oleh mantan casanova ini.
"Emang boleh?"
"Boleh, lihat ini sayang, aku sudah konsultasi ma Tika"
__ADS_1
Delima mengambil ponsel Kenzo, dan benar saja, disana terdapat beberapa chatingan suaminya dengan Dokter Tika, bahkan sampai Kenzo menanyakan gaya yang paling aman untuk berhubungan
Delima mengembalikan ponsel Kenzo dan mencubit perut suaminya "Nakal kamu ya Bang, bisa bisa nya nanyain ituan ke mbak Tika" protes Delima
"Bukan hanya abang saja, Satria juga sama"
"Aku jadi kasian dengan mbak Tika, setres ngadepin Cucu Opa Hendra yang mesumnya gak ketulungan"
"Gimana?" tanya Kenzo lagi
"Emphh" belum sempet Delima membalasnya, bibir Kenzo sudah menyambar bibir Delima
Kenzo men*cium bibir Delima, me**mat dan meng**sap lembut bibir manis Delima, tak hanya itu tangan Kenzo juga sudah mulai membuka satu persatu kancing Delima
"Bang...." Tangan Kenzo menelusuri dua bukit mainan yang sebentar lagi akan menjadi hak anak anaknya
Kenzo berhasil membuka baju Delima dan juga bagian bawahnya, sekarang giliran Kenzo yang membuka kaosnya dan juga ce**nanya.
Keduanya sama sama po**s , posisi Delima kini masih berada disofa, sedangkan Kenzo masih berada disamping Delima
"Abang kangen, benar benar kangen" Kemudian Kenzo mendekatkan wajahnya, dan bibirnya mulai menyentuh bibir Delima, menikmati setiap inci didalam mulut Delima, me**mat dan me***sapnya, bibir yang terus menjadi candu dan candu buat keduanya
Sementara bibir mereka saling bertemu, kini giliran tangan Kenzo yang mulai nakal,kebawah turun ke bawah dan semakin ke bawah, hingga dia menemuka ladang persawahan yang sudah lembab
"Euhhhh" Delima menggeliat, tatkala jemari tangan Kenzo berhasil menari nari didalam inti Delima, menelusuri semua sudut yang ada disana bahkan jari jarinya sudah masuk ke dalam lu**ng kenik**tan.
"Masih mau lagi??"
Delima mengangguk, jujur sentuhan dari Kenzo membuat dirinya kecanduan
"Dengan senang hati sayang, dan pasti kamu suka"
Delima memejamkan matanya, ketika sesuatu sudah berada dibawah sana
"Emm..." kini giliran lid*h Kenzo yang bermain main di bagin inti Delima,menyelusuri hingga sudut sudut tersempit, dan...
"Sayang....." Delima mengangkat bo**ngnya, ketika lid*h Kenzo sudah menemukan biji kacang yang menjadi candu baginya, menye**p dan me**inkanya dengan lid*h Kenzo, dan juga sekali kali menggigitnya hingga sang empunya menggeliat dan menarik rambut suaminya.
Kenzo semakin panas, Ono yang sedari tadi sudah On, makin tidak terkendali lagi. Kenzo mempercepat gerakan lid*hnya dan juga jarinya. Bibir Kenzo tidak henti hentinya meng**sap biji kacang itu, dan juga jari Kenzo yang sudah masuk di lu**ng kenik**tan, semakin cepat dan lebih cepat, keduanya bekerja secara bersamaan hingga Delima mencapai puncaknya
"Sayank....euhhhh"
Kenzo menghentikan kegiatan dibawahnya itu, lalu dengan segera menggendong Delima untuk menuntaskan Ono yang sudah On
"Aku berat sayang"
Kenzo menggeleng karena sudah tidak bisa berkata apa apa lagi, si Ono sudah mendesak ingin segera masuk
__ADS_1
Kenzo merebahkan tubuh Delima dikasur "Sumpah....abang sudah gak tahan sayang"
Dan tanpa lama lama lagi, Kenzo memegang Ono dan mengggesek gesekkan ke dalam sarangnya, hingga akhirnya
Jleb..
Ono berhasil masuk sempurna, lalau Kenzo dengan gerakan selembut mungki, memacu ritme Ono, memaju mundurkan si Ono hingga Delima melenguh merasakan sensasi yang berbeda
Melihat Delima yang sudah keluar duluan, Kenzo langsung mempercepat gerakan, dan tangannya yang dari tadi mere**s dua gundukan yang menjadi candunya.
"Bang.....isghhhhh....." Delima mengerang, entah sudah berapa kali dirinya mengeluarakan cairan beningnya itu.
Sudah satu jam lamanya, dan Delima sudah nampak kelelahan "Sebentar lagi sayang"
Kenzo semakin menghentakkan si Ono agar dia segera mencapai puncaknya
"Ahhhh....." Kenzo tumbang disamping Delima, lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh Delima
"Terima kasih...abang sangat sangat dan sangat pu*s sayang" Delima menoleh ke suaminya dan tersenyum manis.
Lalu Kenzo mencium kening Delima "Jangan tidur dulu, abang bersihkan dulu"
Delima yang mengerti maksudnya kemudian mengangguk, didalam hati Delima, dia bersyukur mendapatkan suami seperti Kenzo, yang setiap kali setelah melakukan itu, Kenzo selalu membersihkannya.
Kenzo keluar dari kamar mandi dengan membawa baskom yang berisi air hangat dengan ramuan yang khusus untuk menjaga daerah itunya dan handuk kecil yang memang sudah Kenzo siapkan.
Rutinitas seperti biasanya setelah mereka berhubungan
"Selesai " ucap Kenzo dan langsung mencium daerah inti Delima
Kenzo mendekati Delima "Sayang bangun, pake dasternya dulu, abang bantuin"
Delima langsung membuka matanya, dan ingin beranjak dari tempat tidurnya, tetapi langsung ditahan oleh Kenzo
"Sini aja ,biar abang yang ambilin"
Kenzo lalu mengambil daster Delima kemudian memakaikannya.
"Sayang, makasih...makasih banget....kamu perlakuin aku sangat sangat istimewa"
"Aku yang memakainya, aku pula yang harus merawatnya"
Cup
Cup
Dua kecupan mendarat di pipi kanan dan kiri Kenzo. Kemudian Kenzo membalasnya dengan memeluk tubuh Delima, dan membawa Delima kembali ke dalam tempat tidurnya.
__ADS_1