
Seperti yang diinginkan Delima satu minggu yang lalu, sore ini diadakan makan makan bersama di rumah baru Delima, tentunya hanya dihadiri oleh sahabat dan teman teman dekatnya saja
"Gak usah cantik cantik"
Kenzo menatap wajah istrinya di pantulan cermin, dan memeluknya dari belakang
"Inget! dah punya suami ma dua anak"
"Hem..." Delima membalikkan tubuhnya dan menatap wajah suaminya yang tampan
"Tau...tapi kalau aku gak cantik abang yang malu"
"Tapi, kalau kamu cantik kayak gini, mendingan tak kurung aja di kamar, biar cuma abang yang menikmati kecantikanmu"
Cup
Kenzo mengecup bibir manis Delima, lalu segera turun ke bawah, karena memang sudah ada yang datang.
Ya sore ini, Delima mengajak teman teman nya dan teman suaminya untuk menikmati indahnya bintang di halaman belakang rumah baru Delima, dengan memancing ikan dan membakarnya tentunya.
"Wuishh.....Jeje cantik datang" sapa nya dan langsung memeluk Delima
"Sorry beb, baru sempat nengokin elu" ucapnya dengan melepaskan pelukan
Jesica, yang lebih akrab di panggil Jeje, merupakan sahabat Delima dari kecil, susah senang, suka duka sudah mereka lewati bersama, berbagi cerita dan kisah cinta sudah mereka rasakan.
"Hem.....bentar bentar" ucap Jeje ketika menghentikan langhkahnya untuk menuju ke belakang
"Apaan?"
"Gue kayaknya ingat sesuatu, dan pernah liat modelan rumah seperti ini"
"Tapi di mana"?
Jeje mencoba mengingat ingat sesuatu tentang rumah ini, dari desain depan rumahnya, dalam rumah, hingga ke halaman belakang rumah.
"Ah hanya perasaan elu aja, dah sana katanya mau lihatin anak gue"
Delima mencoba mengalihkan ingatan Jeje, takut jika Jeje mengingat semuanya, dan semuanya tentang impian impian dirinya.
"Oh iya gue lupa, gue kesini kan buat nengokin baby Z, bukan liatin emaknya"
"Serah!!" jawab Delima
"Ayok sayang kita kesana" ucap Jeje menggandeng tangan Andre.
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam" ucap Delima dan Kenzo barengan
Farhan dan Amanda masuk, dan langsung menghampiri Delima dan juga Kenzo
"Selamat ya Del, dah jadi Mommy" Manda memeluk Delima dan di balas juga oleh Delima
__ADS_1
"Makasih mbak, semoga cepat nyusul"
Kini giliran Farhan yang mendekati Delima dan ingin memeluknya, tangan Farhan sudah siap direntangkan
"Sayang....sini peluk dong" ucap Farhan dengan tampang menggoda dan mengedipkan sebelah matanya
"Shiittt....nantangin gue rupanya" gumam Kenzo
Bukannya Delima yang mendekat, melainkan Kenzo yang mendekat dan memukul Farhan
"Dia bini gue, peluk aja bini elu sono" ucap Kenzo dengan menghalang halangi badan Farhan agar tidak jadi memeluk Delima
Sementara Manda hanya tersenyum geli, karena Farhan sudah menceritakan semuanya tentang dirinya dan juga Delima yang ternyata teman masa kecilnya dan merupakan cinta pertama suaminya. Tetapi sekarang Farhan sudah menganggap Delima adik nya sendiri
"Hai....elu ya....sebelum Delima jadi bini elu, gue labih dulu kenal ma dia, iya kan sayang?"
Delima hanya mengangguk dan tersenyum, seraya melirik ke arah Manda
Manda yang mengerti maksud Delima kemudian menghampiri dan membisikkan sesuatu di telinga Delima "Tenang, mbak gak apa apa, Mas Farhan sengaja buat Kenzo cemburu, tadi udah dia rencanain dari rumah"
Delima mengangguk dan ingin juga mengerjai suaminya yang posesif itu
"Kakak....aku kangen"
Delima menghampiri Farhan dan ingin memeluknya, tentunya melirik ke arah Kenzo terlebih dahulu
"Sini...peluk kakak"
Kenzo yang melihat istrinya ingin dipeluk oleh dua orang lelaki seketika langsung panas
"Awas kamu sayang, nanti malam ku buat gak bisa tidur"
Kenzo semakin cemburu manakala Delima digandeng oleh dua laki laki yang memang mereka sudah kenal dari kecil.
"Sini aja Ken, biarkan mereka melepas rindunya, apalagi Mas Farhan, baru ketemu Delima setelah beberapa belasan tahun lamanya"
Lalu Manda mengajak Kenzo untuk ikut bergabung dengan yang lain, karena yang di nanti nanti sudah datang semuanya, Dimas dan Sofi, Andre dan Jeje, Satria dan Rima, Manda dan Farhan, Mario dan juga tak terkecuali Vano.
Mata Kenzo seakan tidak pernah lepas memandangi Delima, Mario dan juga Farhan, begitu pun dengan Vano.
Kenzo meraih ponsel di saku nya dan mengetikkan sesuatu
"Sayang, jangan mepet mepet ma duo curut itu, abang cemburu"
Kenzo mengirimkan pesan ke istrinya, dan seketika ponsel Delima berbunyi dan langsung membukanya
Delima tidak membalas pesan Kenzo, tetapi melihat ka arah suaminya dan memberikannya kedipan.
"Hem....mau main main ma abang rupanya"
"Ternyata kita tidak ditakdirkan untuk bersama ya?" ucap Farhan yang masih anteng duduk di sebelah Delima
"Iya....padahal aku dari dulu suka ma dia" Mario membalas ucapan Farhan dan melirik ke arah Delima
__ADS_1
"Aku juga"
"Hah??" Mario kaget mendengar pernyataan Farhan barusan
"Iya, bukan hanya kamu saja yang suka dia, tetapi aku juga, namun aku mengalah demi kamu, supaya kamu bisa bersamanya"
"Tetapi apa, pengorbananku sia sia, kamu juga tidak mendapatkannya, kalau tau seperti ini, dari dulu aku gak akan mengalah ma kamu, dan akan aku perjuangin" lanjut Farhan dengan menyindir Mario
Mario menghela nafasnya kasar, pernyataan Farhan membuatnya kaget, ternyata sahabatnya juga dari dulu menyukai orang yang sama, menyukai Delima.
"Aku sudah berusaha, tapi tetap tidak bisa mendapatkannya, aku sudah coba, namun gagal" ucap Mario lagi
"Kamu berjuang disaat dia sudah menjadi milik orang lain, heran aku ma kamu, otak pinter tapi gak dipakai untuk mikir"
"Ya, namanya juga usaha, siapa tau dia ninggalin suaminya, kan aku yang maju"
Sementara Delima duduk di tengah tengah Mario dan Farhan menoleh ke kanan dan ke kiri, menatap satu persatu wajah teman kecilnya yang kini sudah hampir tua
"Aku bingung, kalian pada ngomongin apa sih?"
"Dari tadi isinya dia....dia....dia....dan dia, tidak berhasil, gagal, mengalah"
"Apa apaan coba, aku gak ngerti!!"
" Dan Emangnya dia itu sebenarnya siapa sih Kak?? kayaknya sepesial sial banget deh"
Delima memberikan pertanyaan kepada Mario dan juga Farhan, tetapi keduanya malahan saling pandang tanpa menjawab satu pun
"Hem....aku kayak orang gila, ngomong sendiri,...."
"Ayolah Kak, jangan buat aku penasaran coba, dia dia dia, apa kalian dulunya menyukai perempuan yang sama?"
"Apa aku kenal?"
Farhan gemas dengan wanita yang disebelahnya ini, dari dulu sampai sekarang perasaannya gak peka
"Kenal dan sangat kenal" jawab Farhan gemas dan seketika langsung mencubit pipi Delima
"Kakak ih, bukannya dijawab malahan cubit pipi aku, gak lihat nih di sana, suamiku lagi cemburu,, bisa bisa kalian pulang gak selamat loh"
Farhan dan Mario tertawa, dengan pandangannya menatap ke arah Kenzo
"Mau tau??" ucap Farhan, sedangkan Mario hanya menatap intens wajah Delima
Delima mengangguk
"Jangan kaget!"
Delima menggeleng
"Dia....itu......"
"Kamu"
__ADS_1