Cerita Cinta Kita

Cerita Cinta Kita
Delima Sakit


__ADS_3

Tiga hari telah berlalu dari kejadian itu, kini Delima sudah menampakkan dirinya dan kembali tersenyum, walau senyumnya tidak secerah dulu lagi.


"Bang...aku hari ini ke kampus ya?? habis itu ke butik"


"Bosen di rumah, lagian aku udah gak apa apa"


Kenzo mengusap pipi Delima, dan kaget ketika pipinya terasa hangat


"Kamu sakit sayang??" tanya Kenzo lalu tangannya menempelkan ke kening Delima


"Aku gak apa apa Bang, cuma sedikit mual dan sakit perut saja"


"Beneran??"


Delima mengangguk "Lapar, belum sarapan, nanti kalau udah makan pasti baikan"


Delima membantu Kenzo memakaikan jas dan juga dasinya


Cup


Satu kecupan mendarat di bibir manis Delima


"Bonus semalam, karena servis yang memuaskan" bisik Kenzo


Delima hanya tersenyum dan menatap wajah suaminya


Cup


Delima mencium bibir Kenzo singkat


" Bayaran, karena udah buat aku langsung tidur semalam karena keenakan"


Kenzo langsung memeluk Delima, merasakan hangat dan kasih sayang dari wanita yang benar benar dicintainya.


"Nanti kuliah jam berapa?? abang antar ya??"


"Jam sepuluh Bang, gak usah dianter, aku bareng ma Jeje"


"Tapi..."


"Abangku yang ganteng, biasanya kan abang nyuruh nyuruh tuh pengawal abang buat nguntitin aku kemanapun aku pergi, lagian abang juga pastu sibuk, tiga hari gak ngantor, nah pake itu aja, daripada mereka makan gaji buta"


"Okey, siap sayang, akan abang hubungi mereka, nanti abang kirimin foto mobil dan wajah orang orang itu biar kamu gak salah mengenalinya"


"Tapi, awas jangan sampai mencurigakan loh Bang!!"


Delima sebenarnya bukan takut kalau bepergian sendiri, tetapi karena melihat suaminya yang begitu khawatir, akhirnya dia mengusulkan ide itu


Sedangkan Kenzo jangan ditanya lagi, perasaan khawatir masih menyelimuti dirinya, Kenzo pikir pasti Surya akan menemui Delima lagi.


Tepat pukul 09.30, mobil Jeje sudah berada di depan rumah Delima


Delima langsung turun ke bawah dan bergegas masuk ke mobil


"Kemana aja elu Del??"


"Biasa, Bang Kenzo ngajakin bulan madu" jawab Delima asal

__ADS_1


Delima tidak mungkin menceritakan kejadian tiga hari yang lalu, walaupun itu dengan sahabatnya sendiri, tetapi entah untuk nantinya.


"Oh pantes, kata Mas Andre, Bang Ke juga gak ada di kantornya"


Delima hanya tersenyum dan mengangguk, baru kali ini dia tidak jujur dengan sahabatnya


Jeje memandang wajah Delima "Elu sakit Del?? muka elu pucet"


"Aku gak apa apa, cuma sedikit sakit perut, mungkin asam lambungku naik"


Jeje melajukan mobilnya menuju kampus di mana mereka menimba ilmu disana, tak membutuhkan waktu lama, mobil Jeje sudah masuk ke parkiran kampus.


Dan memang benar, ada sebuah mobil hitam yang dari tadi mengikuti mobil Jeje, dan Delima yakini kalau itu adalah orang suruhan dari suaminya, karena tadi Kenzo sempat mengirimkan foto mobil pengawalnya itu.


Dua jam telah berlalu, dan kebetulan hari ini hanya ada jadwal satu mata kuliah saja. Delima memijat keningnya, dirinya tiba tiba pusing dan matanya berkunang kunang.


"Je....." panggil Delima dan seketika Delima langsung pingsan.


Jeje menoleh dan langsung berteriak "Del...bangun Del....."


Jeje menggoncang goncangkan tubuh Delima, dia panik karena Delima tidak merespon dan di kelas juga sudah sepi, karena memang tadi mereka sengaja pulang terakhir.


Jeje menelpon Satria, yang kebetulan siang ini ada jadwal kuliah, dan ternyata tepat, dan tak menunggu lama Satria datang dan langsung membawa Delima ke Rumah Sakit


"Elu hubungin Bang Kenzo sekarang, bilang aja langsung ke rumah sakit punyanya Kak Vano, ah gue gak tau nama Rumah Sakitnya apa" ucap Satria dengan menggendong Delima


"Pake mobilku saja, tadi parkirnya gak masuk masuk, jadi gampang keluarnya"


Jeje mengikuti Satria dan masih menghubungi Kenzo, tetapi Kenzo tidak menjawab, kemudian Jeje menelpon Dimas dan juga sama


"Pada kemana sih tu orang, kompakan gak ngangkat" gerutu Jeje


"Elu udah hubungin Bang Kenzo?"


"Sudah, tapi gak diangkat, punya Kak Dimas juga gak diangkat"


"Sebentar, gue telpon laki gue dulu, katanya siang ini mau ketemu Bang Kenzo"


Dan benar saja, saat ini suami Jeje sedang bersama Dimas dan juga Kenzo


"Apa??? Delima pingsan??" ucap Kenzo dengan segera meninggalkan Dimas dan juga Andre


Sampai di Rumah Sakit, Kenzo langsung menemui Jeje dan juga Satria yang sedang menunggu Delima di ruang IGD


"Delima gimana Je, Sat??" tanya Kenzo yang masih khawatir tentang kondisi Delima


"Masih di dalam, masih di tangani Dokter" ucap Satria


Ceklek


Pintu IGD dibuka, dan dokter yang menangani Delima keluar, seketika Kenzo langsung menemui Dokter itu


"Bagaimana istri saya Dok?"


"Istri Anda terkena tipes, tapi Anda tenang saja, istri Anda tidak apa apa"


"Hah??? tipes?? kok bisa Bang?? abang gak ngasih makan Delima" sindir Satria

__ADS_1


"Gak gue kasih makan, tapi gue kasih cinta"


"Puas!!!"


Seketika Kenzo langsung berjalan mengikuti perawat yang sudah membawa Delima ke ruang inap, tentunya ruang sepesial dari Rumah Sakit ini. Karena Vano sudah berpesan jika Delima.di rawat, maka memakai kamar sepesial Keluarga Vano itu.


Kenzo menatap wajah Delima dan memegang tangannya "Sayang, bangun abang sudah disini"


Delima masih belum sadar dari pingsannya, dan Kenzo dengan rasa sayang nya segera naik ke tempat tidur dan memeluk Delima.


Hingga satu jam kemudian, Kenzo masih tertidur dengan tangannya memeluk Delima


"Sayang bangun, aku haus dan aku lapar" Delima menggoncang goncangkan tubuh suaminya, namun Kenzo masih saja tidur


"Sayang...." Delima sedikit berteriak di telinga Kenzo


"Euhhhh....apa sayang?? kamu sudah bangun??"


"Aku di mana?? aku laper Bang!!"


"Kamu tadi pingsan sayang, Satria dan Jeje yang membawamu kesini"


"Terus mereka ke mana?? kok gak ada??"


Delima mengedarkan pandangan matanya ke semua sudut ruangannya


"Mereka pulang, Jeje dijemput Andre, dia tadi juga sempat ke sini pas kamu nya masih tidur"


"Satria juga, buru buru mau ketemu klien penting katanya"


Delima mengangguk "Aku lapar Bang, pengen makan seblak"


Kenzo menggeleng "No....kamu gak boleh makan itu, lambungmu lagi ada masalah, tipes mu kambuh"


"Jadi kamu makannya bubur saja, abang beliin buryam dan burjo yang di pojok an sana, itu enak banget rasanya"


Delima memanyunkan bibirnya, niat hati ingin memakan seblak pedas eh ketemunya buryam.


"Gak usah manyun gitu, kalau hari ini panasmu udah turun, besok kamu boleh pulang, tapi tetap di rawat di rumah, gak boleh kemana mana dulu, juga gak boleh makan sembarangan"


"Yah sama aja boong Bang"


Cup


Kenzo mengecup bibir manis Delima "Beda lah....kamu di sana kan bisa liatin si kembar, kalau di sini gak bisa"


"Oh iya lupa, anak anak gimana, aku kangen!! bisakah mereka di bawah ke sini Bang!!"


"Ngaco kamu, di sini sarang penyakit, lagian mereka aman bersama si mbok di rumah, dan makanya kamu harus makan yamg banyak dan nurut supaya kondimu cepat pulih dan cepet pulang"


"Iya iya....ih kenapa abang cerewet sekali hari ini, jadi pengen aku uyel uyel deh"


Kenzo tersenyum lalu mengecup kening Delima "Abang pergi dulu, cuma bentar aja, nyari buryam"


"Iya, bisa minta tolong ambilkan ponsel aku Bang, mau lihat anak anak"


Setelah menyerahkan ponsel Delima, Kenzo segera pergi meninggalkan Delima. Dan Delima kini telah asik memandangi ponsel nya, yang disana terdapat video anaknya.

__ADS_1


Ceklek


Delima membulatkan matanya kala melihat siapa yang datang


__ADS_2