Cerita Cinta Kita

Cerita Cinta Kita
Surya Kembali Lagi


__ADS_3

Siang ini, Delima merefres kan dirinya. Penat dan capek yang dirasa, tidak aneh aneh dan tidak perlu ke mana mana, cukup di mall saja, belanja.


Belanja itu pun belanja kebutuhan rumah nya saja. Entah lah hari ini dia ingin berjalan jalan sendiri, berbelanja sendiri, tidak mau ditemani


Delima memarkirkan mobilnya kemudian berjalan menuju ke pusat berbelanjaan, bukan tas, baju ataupun sepatu mahal yang dituju melainkan bahan bahan makanan kebutuhan sehari hari yang mau dia beli.


"Bos....target sedang di pusat perbelanjaan, tepatnya di stand bahan makanan" ucap seseorang itu di balik ponselnya


Delima mulai mencari dan memilih berbagai macam sayuran dan buah buahan segar, mengingat ke dua baby nya yang sudah mengkonsumsi buah dan juga sayur.


Setelah menemukan sesuai dengan yang diinginkan, kini beranjak ke stand minuman dan makanan ringan.


"Ambil yang itu aja kayaknya enak" Delima mengambil minuman yang dirasa nya enak, karena memang belum pernah mencobanya sebelumnya


Tangan Delima meraih minuman itu, dan tiba tiba dari samping sebuah tangan juga meraih minuma yang sama dengan yang diinginkan oleh Delima


"Eh sorry sorry" ucap laki laki itu ketika tangannya dengan sengaja menyentuh tangan Delima, iya dengan sengaja


Delima menelan salivanya ketika melihat orang yang didepannya itu, antara percaya dan tidak percaya, lagi lagi seperti itu ketika melihat orang yang sama.


"Hei...." laki laki itu mengingas ngibas kan tangannya, karena dari tadi melihat Delima yang hanya memandangi wajahnya


"Terpesona??" ucap laki laki itu ketika Delima masih tetap tidak bergeming


"Eh....gak gitu, aku hanya kaget saja"


"Antara percaya dan tidak percaya" lanjut Delima lagi


"Oh....kirain terpesona karena kita lama gak ketemu"


Tangan Surya masih menyentuh tangan Delima dan...


Shitttt.....kenapa kamu bangun diwaktu yang tidak tepat, hanya karena pagang dan lihat wajah dia


Delima menggerak gerakan tangannya yang sedari tadi masih di pegang oleh laki laki itu.


"Pak Surya.....bisa di lepasin" ucap Delima lirih


"Bisa donk, dan maaf"


Delima mengangguk lalu tersenyum, kemudian melanjutkan mencari sesuatu yang diperlukan tanpa memperhatikan Surya yang masih ada disampingnya


Surya masih terus membuntuti Delima, dengan sekali kali ikut mengambilkan beberapa barang yang Delima sendiri tidak bisa menjangkaunya.


"Sendirian Del, apa kabar?"

__ADS_1


"Iya Pak, lagi pengen sendirian aja, kabarku baik, bapak bagaimana?"


Surya agak sedikit kesal, satu tahun tidak.berjumpa dan tidak menghubungi Delima, membuat wanita cantik itu memanggilnya dengan sebutan Bapak


Papi Del.....Papi...kamu dan anakku akan manggil aku Papi


"Satu tahun tidak bertemu ternyata membuat kamu berubah ya Del?"


"Berubah??? kayak power rangers atau satria baja hitam donk Pak"


Delima masih saja berjalan mencari sesuatu yang diperlukan dan Surya juga masih setia di samping Delima


"Panggilan kamu Del??"


"Oh...maaf Pak eh Kak, habis canggung sih dah lama gak ketemu, jadinya bingung mau manggil apa"


"Untung gak aku panggil Mbah kan Kak?"


Delima terkekeh, sedangkan Surya sendiri serasa tersihir ketika melihat Delima, apalagi mendengar dia berbicara dengan gaya nya pas masih muda dulu.


Surya berhenti, dia masih terus menatap kepergian Delima yang sedang mencari cari sesuatu


"Kali ini aku gak boleh gegabah, aku harus taklukan dia, jangan sampai Delima membenciku, walau sesungguhnya aku sudah tidak tahan lagi, sudah satu tahun aku memendam perasaan ini"


Surya berlari dan mengejar Delima, keasyikan melamun jadi dia kehilangan jejak wanita idamannya itu.


Merasa ada yang memanggil, Delima menghentikan langkahnya dan menoleh


"Delima....kakak cuma mau bilang, kakak duluan ya, hati hati" ucap Surya dengan tangannya terulur untuk mengacak rambut Delima


Suray tersenyum, manakala Delima tidak memberontak dan menerima usapan tangannya, sedangkan Delima juga tidak tau kenapa dirinya diam saja menerima perlakuan manis dari Surya


Gila....gila...gila...apa Surya punya ilmu pelet ya, kok aku jadi diam saja.


Sepeninggal Surya dari hadapan Delima, Delima masih memikirkan tentang Surya yang tiba tiba dan entah kenapa berlaku sangat manis dan tidak memaksa, berbeda dengan dulu nya


"Apa Pak Surya sudah menikah lagi ya?? Syukur deh kalau sudah"


Surya yang tadinya pamit itu ternyata hanya alasan saja, Surya takut jika dekat dekat dengan Delima, dia tidak bisa mengontrol dirinya, susah payah dirinya menahan ha*rat yang menggebu gebunya agar Delima tidak curiga dengan langkah yang akan dirinya ambil.


Delima selesai berbelanja, tidak banyak juga, tujuannya hanya sekedar me refres otak agar tidak oleng.


"Lapar" gumam Delima lirih yang hanya dia saja yang bisa mendengarnya.


Delima kemudian berjalan ke sebuah restoran, dimana di sana menyediakan makanan favoritnya tentunya.

__ADS_1


Sambil menunggu makanan nya datang, Delima mengambil ponselnya dan berniat untuk menghubungi suaminya, mengajak makan siang tentunya


"Bang, makan siang bareng bisa?"


Delima mengirimkan pesan itu kepada suaminya, dan tak lama Kenzo pun membalasnya


"Maaf sayang, abang gak bisa, kerjaan di kantor menumpuk, Dimas belum bisa ke kantor, maaf ya sayang, kamu makan sendiri ya"


Delima membaca pesan dari suaminya, ada rasa kesal juga kasian, padahal niatnyaa memang tadi belanja habis makan siang bareng suaminya, tapi apalah daya.


"Oke, gak apa apa"


Delima sengaja mengirimkan pesan yang singkat kepada suaminya, dengan tujuan agar suaminya peka dan menyusulny di restoran ini. Tetapi tidak ada balasan ataupun respon dari suaminya


"Ya sudahlah, sudah biasa juga makan sendirian"


"Aku temanin!!"


Delima langsung menoleh ke samping, dan ternyata ada Surya yang sudah berdiri di sana kemudian langsung duduk di samping Delima.


"Loh Kak Surya masih di sini?"


"Iya, gak tau kaki nya berat banget ninggalin tempat ini" ucap Surya dengan memandang wajah Delima


"Oh...Kak Surya udah pesen?"


Surya mengangguk "Udah dan boleh kan kakak temenin kamu? aku traktir sekalian, ya itung itung kita baru ketemuan setelah satu tahun lamanya"


Delima mengangguk karena tidak ada alasan lagi baginya menolak permintaaan Surya, toh juga Suray bersikap baik dan tidak mungkin macam macam di tempat umum ini.


Makanan pun datang, Delima melongo karena makanan yang ada di mejanya imi sangat banyak, dan semuanya adalah kesukaannya.


"Kak, ini...kok banyak banget, sepertinya aku tadi gak pesen banyak gini"


"Kakak yang pesen, makanlah....kan kakak sudah bilang mau traktir kamu"


Delima mengangguk, dia begitu sangat lapar, apalagi melihat makanan yang ada didepannya itu sangat menggiyurkan.


"Aku makan ya Kak"


"Iya, makanlah yang banyak"


Disela sela makannya, Surya mencuri pandang Delima, matanya tidak pernah lepas dari wajah manis Delima dan yang lebih utama adalah bibir manisnya


Aku sudah tidak tahan, akan aku percepat rencanaku, Sumpah...Delima begitu menggoda

__ADS_1


__ADS_2